Inovasi Produk Pangan Fungsional Berbasis Ciplukan
Tanggal Posting : Selasa, 25 Mei 2021 | 09:27
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 2515 Kali
Inovasi Produk Pangan Fungsional Berbasis Ciplukan
Hasil penelitian menunjukan bahwa meminum saribuah dan kuncup ciplukan mampu menurunkan kadar gula darah secara in vitro dan in vivo.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Buah ciplukan menjadi cukup populer akhir-akhir ini. Hal tersebut dikarenakan banyak manfaat yang terkandung pada buah dari tanaman yang tumbuh alami tersebut. Meski tumbuh tidak melalui teknis budidaya, banyak referensi menyatakan bahwa tanaman ciplukan (Physalis angulata L.) dapat menurunkan kadar glukosa plasma darah pada tikus percobaan.

Hal ini menjadi pemicu Rohmah Luthfiyanti, Ade Chandra Iwansyah, Ainia Herminiati, Agus Triyono, Raden Cecep Erwan, Yusuf Andriana dan Nurhaidar Rahman di Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna (P2TTG – LIPI) melakukan riset pengembangan produk minuman sari buah dan kuncup ciplukan.

Kegiatan yang telah menghasilkan produk minuman dengan merek “Salata” tersebut telah mulai dirintis sejak tahun 2018 dengan dukungan pendanaan dari program Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional (INSINAS) Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

Program Insinas ini roadmap-nya dilakukan dalam jangka waktu tiga tahun, dimulai sejak tahun 2018 sampai dengan 2020. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah pembuatan minuman sari buah dan kuncup ciplukan, yang dilengkapi model optimasi sistem produksi.

Pada tahun pertama tema penelitiannya ‘Pengembangan produk pangan fungsional berbasis tanaman ciplukan (Physalis angulata L) untuk penderita Diabetes mellitus Tipe 2’. Menurut Rohmah Luthfiyanti, Ketua Tim Penelitian, tujuan dari penelitian ini untuk pengembangan produk sari buah dan kuncup ciplukan, juga merancang peningkatan skala produksi dari skala laboratorium ke skala pilot plant berikut melakukan studi kelayakan atas produk yang dihasilkan.

Rohmah menyatakan “Pada tahun pertama penelitian ini dihasilkan perkembangan yang baik dilihat dari aspek gizi, daya terima dan fungsionalitas, yaitu sebagai anti-diabetik secara in vitro,” jelasnya.  Ia juga menambahkan dari penelitian tahun 2018 diperoleh hasil bahwa tanaman ciplukan jenis Physalis angulata L. pada bagian daun memiliki banyak kandungan dan manfaat bagi tubuh.

“Ciplukan kaya akan kandungan total fenolik, total flavonoids dan aktifitas antioksidan tertinggi dibandingkan bagian tanaman ciplukan lainnya, dan didapatkan perbandingan komposisi fisikokimia antara Physalis angulata L. dan Physalis peruviana,” lanjutnya.

Sedangkan pada tahun penelitian kedua (tahun 2019) penelitian mengambil tema ‘Efek minuman sari buah kuncup ciplukan (Physalis angulata L) terhadap homeostatis pengaturan glukosa dan stress oksidatif pada tikus hiperglikemi’.  

Pada tahun kedua ini kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi pengujian dan pengembangan produk minuman fungsional sari buah dan kuncup ciplukan (Salata) sebagai minuman antidiabetik dengan parameter kadar glukosa darah, profil lipid, stress oksidatif, dan ekspresi gen regulasi homeostasis glukosa (GLUT-4) pada tikus hiperglikemik yang diinduksi streptozotocin (STZ) serta pengujian daya simpan minuman sari buah dan kuncup (Salata).

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman saribuah dan kuncup ciplukan mampu menurunkan kadar gula darah secara in vitro dan in vivo,” ujar peneliti bidang pasca panen tersebut.

Penelitian pada tahun ke-3 (2020) dilakukan peningkatan skala produksi minuman fungsional berbasis ciplukan untuk skala pilot plant melalui dua tahapan. “Yang pertama perancangan terhadap peningkatan skala produksi minuman fungsional berbasis tanaman ciplukan dari skala laboratorium ke skala pilot plant, kemudian menganalisis kelayakan produk minuman fungsional ini,” ungkapnya.

Rohmah menyampaikan dari kegiatan penelitian berbasis ciplukan ini telah menghasilkan dua paten.  “Paten pertama dengan judul Proses dan Formulasi Pembuatan Minuman Sari Buah dari Ekstrak dan Kuncup Ciplukan (Physalis angulata Linn) pada tahun 2019 dengan nomor Paten P00201910060 dan paten kedua dengan judul Proses Pembuatan Permen Berbahan Baku Ekstrak Daun Ciplukan (Physalis angulata Linn) dan sudah mendapatkan paten granted tahun 2021 ini dengan nomor paten IDS000003645,” pungkasnya. (Sumber: Infografis Instagram @lipiindonesia). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2024. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: