![]() |
| Kandungan fitokimia dalam Daun Kelor yaitu: tanin, steroid dan triterpenoid, flavanoid, saponin, antraquinon, dan alkaloid. |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Selama ini sayuran yang populer sebagai sumber zat besi adalah bayam. Namun, Anda perlu mengetahui bahwa ada daun lain yang memilki zat besi 25 kali lebih tinggi dibandingkan bayam, yakni Daun Kelor. Tingginya kandungan zat besi pada Daun Kelor dapat digunakan sebagai obat anemia (kurang darah).
Daun Kelor memiliki nama latin Moringa oleifera L. Dibeberapa derah Daun Kelor dikenal dengan murong (Aceh), munggai (Minangkabau), marongghi (Madura), parongge (Bima), kawona (Sumba), Kelo (Ternate).
Kelor (Moringa oleifera L.) tumbuh dalam bentuk pohon, berumur panjang (perenial) dengan tinggi 7 - 12 m. Batang berkayu (lignosus), tegak, berwarna putih kotor, kulit tipis, permukaan kasar. Percabangan simpodial, arah cabang tegak atau miring, cenderung tumbuh lurus dan memanjang.
Daun majemuk, bertangkai panjang, tersusun berseling (alternate), beranak daun gasal (imparipinnatus), helai daun saat muda berwarna hijau muda, setelah dewasa hijau tua, bentuk helai daun bulat telur, panjang 1 - 2 cm, lebar 1 - 2 cm, tipis lemas, ujung dan pangkal tumpul (obtusus), tepi rata, susunan pertulangan menyirip (pinnate), permukaan atas dan bawah halus.
- Berita Terkait: Khasiat Daun Ungu Obati Wasir
- Berita Terkait: HerbaCOLD: OMAI Pilihan Redakan Pilek
Bunga muncul di ketiak daun (axillaris), bertangkai panjang, kelopak berwarna putih agak krem, menebar aroma khas. Buah kelor berbentuk panjang bersegi tiga, panjang 20 - 60 cm, buah muda berwarna hijau setelah tua menjadi cokelat, bentuk biji bulat berwarna coklat kehitaman, berbuah setelah berumur 12 - 18 bulan.
Akar tunggang, berwarna putih, membesar seperti lobak. Perbanyakan bisa secara generatif (biji) maupun vegetatif (stek batang). Tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai di ketinggian kurang lebih 1000 mdpl.
Kandungan fitokimia dalam Daun Kelor yaitu: tanin, steroid dan triterpenoid, flavanoid, saponin, antraquinon, dan alkaloid. Flavonoid inilah yang mempengaruhi berbagai macam aktivitas biologi atau farmakologi, diantaranya antioksidan, antitumor, antiangiogenik, antiinflamasi, antialergik dan antiviral.
Cara pembuatan/penggunaan: Daun Kelor direbus dengan 2 gelas air hingga tinggal 1 gelas, saring, dan diminum selagi hangat. (Sumber: Formularium Ramuan Obat Tradisional Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Halaman 64-65). Redaksi JamuDigital.Com








