![]() |
| Tapak liman digunakan untuk mengobati influenza, demam, sakit tenggorok, batuk rejan (pertusis), radang mata, sariawan. |
JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Tapak liman tumbuh liar, kadang ditemukan dalam jumlah banyak di lapangan rumput, tepi jalan, atau pematang.
Batangnya pendek dan kaku, tinggi 30- 60 cm, berambut kasar. Daun berwarna hijau tua. Bunganya bentuk bongkol, di ujung batang, warnanya ungu. Bunga ini mekar pada siang hari sekitar pukul 1 siang dan menutup kembali pada sore hari.
Buah berupa buah longkah yang keras, berambut, dan warnanya hitam. Akarnya akar tunggang yang besar, warnanya putih.
Sifat dan Khasiat
Rasa agak pahit, pedas, sifatnya sejuk, astringen. Herba tapak liman digunakan untuk mengatasi influenza, demam, sakit tenggorok, batuk rejan (pertusis), radang mata, sariawan, abses, radang otak (epidemik ensefalitis B).
Radang ginjal akut dan kronis, kencing nanah (gonore akut), radang rahim, keputihan, kurang darah (anemia), busung air (asites), badan bengkak (beri-beri), diare, disentri, perut kembung, memacu gairah seksual (afrodisiak), dan digigit ular.
Akar tapak liman digunakan untuk mengatasi radang hati (hepatitis), melancarkan proses persalinan, perawatan setelah melahirkan, dan demam pada malaria.
Berita Terkait: OMAI HerbaPAIN, Bebaskan Nyeri Sakit Kepala
Berita Terkait: Kenali Nursing Strike, ASIMOR Suplemen ASI Booster
Cara Pemakaian
Untuk obat yang diminum, rebus 15-30 gram/1 genggam herba tapak liman kering atau 2 gengam basah.
Untuk pemakaian luar, gunakan air rebusannya untuk merendam wasir dan kaki yang kasar dan pecah-pecah, serta mengompres bisul.
Cara lain, gunakan tumbukan daun sebagai tapal pada perut penderita demam. (Sumber: Dikutip dari Buku Ayo Mengenal Tanaman Obat, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian - Jakarta: IAARD Press, 2012, Halaman 28-29). Redaksi JamuDigital.Com








