![]() |
| Tumbuhan Putri Malu memiliki khasiat mengobati insomnia, bronkhitis, batuk berdahak, dan cacingan. |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Tumbuhan Putri Malu mungkin dianggap sebagai tanaman yang mudah ditemui di pinggir jalan atau pekarangan rumah. Namun, tahukah Anda ada manfaat Putri Malu bagi kesehatan yang membuatnya berpotensi dijadikan obat tradisional untuk mengobati berbagai jenis penyakit?
Putri Malu (Mimosa pudica L.) identik dengan daunnya yang akan ‘tertidur’ atau menguncup ketika disentuh. Jenis terna ini tumbuh di pinggir jalan, tanah lapang, dan lahan kosong. Sifatnya cepat berkembang biak, tumbuh tidur di tanah, dan kadang-kadang tegak. Batangnya bulat, berbulu, dan berduri.
- Berita Terkait: Cegah Anemia dengan Daun Kelor
- Berita Terkait: Informasi Obat Modern Asli Indonesia
Daun kecil-kecil tersusun majemuk, bentuknya lonjong dengan ujung lancip, dan berwarna hijau (ada yang berwarna kemerah-merahan). Apabila disentuh, daun akan menutup (sensitif). Bunganya bulat seperti bola, berwarna merah muda, dan bertangkai.
Tumbuhan Putri Malu mengandung tanin 6,8%, flavonoid, steroid/triterpenoid dan sterol. Tanaman Putri Malu memiliki khasiat sebagai penenang (tranquilizer), sedatif, peluruh dahak (ekspektoran), antibatuk (antitusif), penurun panas (antipiretik), antiradang (anti-inflammatory), peluruh air seni (diuretik).
|
Contoh pemakaian sesuai penyakit:
- Insomnia: Daun Mimosa pudica sebanyak 30–60 g direbus, lalu airnya diminum. Atau, sebanyak 15 g daun Mimosa pudica, 15 g, Vemonia cinerea (sawi langit), dan 30 g Oxalis repens (calincing) direbus.
- Bronkhitis: Akar Minosa pudica sebanyak 60 g dan 600 cc air direbus dengan api kecil menjadi 200 cc. Air rebusannya dibagi untuk dua kali minum. Atau, akar Mimosa pudica 30 g dan akar Peristrophe roxburghiana 10 g direbus, lalu air rebusannya dibagi menjadi dua dosis/hari.
- Batuk Berdahak: Akar Putri Malu sebanyak 10–15 g direbus, lalu airnya diminum.
- Ascariasis (cacingan): Mimosa pudica sebanyak 15–30 g direbus, lalu airnya diminum. (Sumber: Buku “Tumbuhan Liar Berkhasiat Obat”, Anas Badrunasar dan Harry Budi Santoso, FORDA PRESS, Jawa Barat: 2016, Halaman 118-120). Redaksi JamuDigital.Com








