Upaya Peningkatan Daya Saing Industri Farmasi dan Alkes
Tanggal Posting : Rabu, 11 September 2019 | 00:50
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 124 Kali
Upaya Peningkatan Daya Saing Industri Farmasi dan Alkes
Menteri Kesehatan RI., Nila Moeloek menjelaskan Upaya Peningkatan Daya Saing Industri Farmasi dan Alkes.

JamuDigital.Com - PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Menteri Kesehatan RI., Nila Moeloek menjelaskan bahwa sesuai dengan arah kebijakan dan strategi nasional 2015-2019, peningkatan daya saing industri farmasi dan alat kesehatan, ketahanan dan kemandirian nasional harus diperkuat dengan cara pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan dalam negeri yang berdaya saing.

Demikian ditegaskan Nila Moeloek pada saat membuka "The 1st Techno Farmalkes 2019: Inovasi Teknologi Produk Kesehatan Era 4.0 untuk Pembangunan Kesehatan" pada 10 September 2019 di Grand Ballroom The Sultan Hotel Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan selama dua hari (10-11 September 2019).

Peningkatan daya saing industri farmasi dan alat kesehatan, antara lain dengan cara:

  • Melalui regulasi yang berpihak kepada industri dalam negeri penguatan industri dalam negeri dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri.
  • Peningkatan sumber daya ketersedian bahan baku.
  • Health Technology Assessments (HTA), Health Technology Management (HTM).
  • Penelitian dan pengembangan farmasi dan alat kesehatan yang memenuhi standar.

Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan berupaya untuk meningkatkan akses, kemandirian dan mutu sediaan farmasi dan alat kesehatan bagi pembangunan kesehatan. Salah satu bentuk upaya peningkatan akses kemandirian dan mutu tersebut melalui diseminasi informasi, advokasi dan fasilitasi lintas pemangku kepentingan.

Dengan kegiatan ini diharapkan peran lintas program, lintas sektor maupun mitra terkait dapat memperoleh infomasi terkini di bidang kefarmasian dan alat kesehatan, serta mengkolaborasikan berbagai masukan.

Untuk mencapai tujuan tersebut di atas, serta dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 yang telah berjalan, khususnya di sektor peralatan kesehatan, maka dilaksanakan "Seminar Bidang Kefarmasian dan Alkes’ dengan Tema ’The 1st Technofarmalkes 2019 : Indonesia Health Tech Innovation".

Kegiatan ini juga sebagai langkah pengembangan inovasi dan Daya Saing Produk Dalam Negeri diantaranya: Produk sediaan farmasi dan alat kesehatan, Inovatif hasil penelitian dan instrumen kebijakan perdagangan bilateral, regional, dan internasional; Uji klinik alat kesehatan; Serta fasilitasi (business matching, sharing experience) akademisi-business-goverment-community-inovator (A-B-G-C-I).

Melalui Diseminasi infomasi inovasi, peningkatan daya saing, pembiayaan dan pelayanan kesehatan kepada pemangku kepentingan terkait serta mendorong kemandirian sediaan farmasi dan alat kesehatan produksi dalam negeri.

Penerima manfaat pada kegiatan ini adalah Akademisi, peneliti dan pemegang Inovasi industri dan manufaktur sediaan farmasi dan alat kesehatan dalam negeri, serta Praktisi di fasilitas pelayanan kesehatan, serta Pemangku kepentingan terkait. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2019. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: