Rambu-Rambu Inovasi Pengujian Obat Herbal
Tanggal Posting : Jumat, 2 Oktober 2020 | 06:25
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 450 Kali
Rambu-Rambu Inovasi Pengujian Obat Herbal
Inovasi yang dihasilkan harus memiliki kajian ilmiah yang memiliki tiga unsur esensial inovasi: baru, bermanfaat, dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Tahap pertama dalam pengujian obat herbal adalah standarisasi mutu ekstrak, pengujian khasiat, dan keamanan dari bahan tersebut. Ini merupakan langkah sebelum dapat diklaim berkhasiat sebagai obat, bahan baku alam harus melalui beberapa tahapan proses dan pengujian.

Indri Badria Adilina, peneliti Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menjelaskan bahwa tahap pertama dalam pengujian obat herbal adalah standarisasi mutu ekstrak, pengujian khasiat, dan keamanan dari bahan tersebut.

Uji keamanan dilakukan di luar organisme hidup (in vitro) dan pada organisme hidup (in vivo). "Setelah diuji aman secara in vitro maupun in vivo, selanjutnya adalah pengujian terhadap manusia sehingga terbukti berkhasiat dan aman," ujar Indri dalam live Ngobrol Bareng Peneliti di Instagram @pirnlipi pada Jumat, 25 September 2020.

 Perempuan peraih penghargaan Indonesia Satyalancana Wirakarya Award 2020 di bidang Catalysis Science and Technology itu mengatakan, mekanisme dan metode uji bahan alam di awali dengan proses ekstraksi, fraksinasi, dan dilanjutkan dengan tahap uji masing-masing fraksi terhadap aktivitas yang diinginkan secara in vitro. Fraksi yang aktif kemudian dilanjutkan dengan isolasi untuk mendapatkan senyawa murni dengan teknik spektroskopi.

 "Senyawa murni ini diidentifikasi sebagai flavonoid, terpenoid atau alkaloid sampai teridentifikasi struktur kimianya menggunakan instrumen analisa seperti FTIR, NMR, MS," tambahnya.

 Indri menegaskan bahwa peneliti tidak boleh terlalu cepat memutuskan bahwa suatu bahan berkhasiat mengobati sebuah penyakit, walaupun sudah mendapatkan hasil ekstraksi dari suatu bahan alam dan rujukan literatur yang memadai.

 Indri berpesan kepada generasi muda sains untuk harus memahami aturan-aturan dan regulasi penggunaan bahan kimia dan bahan alam. Ia juga menekankan pemahaman mengenai prosedur kehati-hatian dalam publikasi yang berkaitan hasil riset kimia, terutama kimia organik atas pemanfaatan bahan alam.

"Sebagai generasi muda sains, inovasi yang kita lakukan harus dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat luas. Sehingga hasil penelitian tidak boleh menggiring ke simpulan yang kurang tepat atau menyesatkan," ujarnya bersemangat.

Indri turut mendorong generasi muda sains untuk berinovasi, dengan tetap mengutamakan kebenaran dan menghindari overclaim. "Inovasi yang dihasilkan juga harus memiliki kajian ilmiah yang memiliki tiga unsur esensial inovasi, yaitu baru, bermanfaat, dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari inovasi sejenisnya yang sudah ada," tutup Indri. (Sumber Berita: http://lipi.go.id/berita/Rambu-Rambu-Berinovasi-di-Bidang-Ilmu-Kimia/22162). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL, MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: