Prospek Pasar Suplemen Kesehatan di Indonesia
Tanggal Posting : Kamis, 24 September 2020 | 05:22
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 190 Kali
Prospek Pasar Suplemen Kesehatan di Indonesia
Patrick A. Kalona, Ketua Umum APSKI pada webinar Jamu Modern Indonesia untuk Pasar Indonesia, Asia, Afrika, Timur Tengah dan Eropa, 15 September 2020.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Pandemi COVID-19 ini, membawa perubahan perilaku konsumen yang lebih memperhatikan produk kesehatan, dan perubahan ini akan terus bertahan. Maka kebutuhan suplemen kesehatan dan jamu akan semakin penting.

Demikian dikemukan oleh Patrick A. Kalona (Ketua Umum APSKI)- saat menjadi pembicara pada webinar "Jamu Modern Indonesia untuk Pasar Indonesia, Asia, Afrika, Timur Tengah dan Eropa" yang digelar pada 15 September 2020.

Suplemen Kesehatan adalah produk yang dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi, memelihara dan/atau memperbaiki fungsi kesehatan, meningkatkan dan/atau memperbaiki fungsi kesehatan, mempunyai nilai gizi dan/atau efek fisiologis, mengandung satu atau lebih bahan berupa vitamin, mineral, asam amino dan/atau bahan lain bukan tumbuhan- yang dapat dikombinasi dengan tumbuhan.

Pada webinar ini, Agus Suparmanto, Menteri Perdagangan RI. dan Rahmat Gobel, Ketua Dewan Kehormatan DPP GP Jamu berkenan menyampaikan kata sambutan. Pembicara lain yang tampil adalah:

  • Djauhari Oratmangun (Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok & Mongolia), Topik: Terobosan Ekspor Jamu ke Tiongkok & Sekitarnya.
  • Dwi Ranny Pertiwi Zarman, SE., MH. (Ketua Umum GP Jamu), Topik: Pasar Jamu di Indonesia Sekarang & Masa Depan
  • Mintarjo Halim (Ketua Kadin Komite Afrika), Topik: Pasar Jamu & Suplemen Kesehatan ke Benua Afrika & Timur Tengah
  • Djoko Rusdianto (Soman Group), Topik: Menggendong Jamu ke Pasar Dunia Terutama ke Kawasan Asia & Eropa

Berita Terkait: Kunci Ekspor Produk Jamu di Masa Pandemi

Makanan, produk kesehatan terdampak positif saat COVID-19 ini, lanjut Patrick Kalona, dimana pelayanan yang dilakukan secara online meningkat pesat. "Kebutuhan untuk suplemen kesehatan dan jamu akan penting sekali," ungkap Patrick saat mempresentasikan makalahnya berjudul: Prospek & Tren Pasar Suplemen Kesehatan & Jamu di Indonesia.

Menghadapi perubahan ini, maka investasi dari riset dan pengembangan untuk produk perlu penyesuaian. Merubah pemasaran ke arah digital, Fokus akan keamanan, kualitas dan efektifitas, Potensi untuk ekspor ke negara yang mementingkan kesehatan, Bergabung dalam program BBI (Bangga Buatan Indonesia), demikian analisis Patrick untuk menyesuaikan dinamika saat ini.

APSKI (Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia) berdiri di tahun 1998. aktif berpartisipasi dengan BPOM & KEMKES. Anggota: 74 (2020). Dengan omzet lebih dari Rp. 15 Trilliun. Tren terkini pasar suplemen kesehatan: Segmen terbesar (Vitamin & DS adalah 50% dari total omzet). Area yang berkembang: Herbal/traditional products, Pediatric health. Area yang akan berkembang: Weight management & wellbeing, Sports.

Kegiatan APSKI: Bergerak dalam diskusi regulasi dan memberikan masukan kepada pihak regulator. Kolaborasi bersama dengan kegiatan regulator seperti GERMAS dan BPOM. Memberi masukan di dalam ACCSQ TMHS dan perkembangan regulasi baru. Tergabung pada kegiatan dalam dan luar negeri. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: