Presiden Bahas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi
Tanggal Posting : Selasa, 24 November 2020 | 09:10
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 554 Kali
Presiden Bahas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo kembali melakukan rapat terbatas untuk membahas penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi di Istana Negara, Senin, 23 November 2020.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Presiden RI Joko Widodo kembali melakukan rapat terbatas untuk membahas penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi di Istana Negara, Senin, 23 November 2020.

Rapat dihadiri oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo serta Kepala Badan POM RI Penny K. Lukito.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden berpesan kepada Satuan Tugas, Komite dan jajaran gubernur agar betul-betul dapat mengatur urusan yang berkaitan dengan COVID-19 dan pemulihan ekonomi dengan keseimbangan yang baik. Menurutnya, strategi pengaturan keseimbangan rem dan gas ini sudah mulai kelihatan, baik COVID-19 maupun ekonomi.

Salah satu yang menjadi bahasan dan perhatian Presiden dalam ratas kali ini adalah kesiapan vaksinasi. Presiden RI menyatakan bahwa persiapan vaksinasi, dalam hal ini simulasi pelaksanaannya telah dilakukan dengan baik. Selain itu, Presiden juga menyoroti terkait ketersediaan vaksin di Indonesia terutama perizinan dari Badan POM.

"Nanti akan saya minta laporan mengenai vaksin. Sampai kapan vaksin sampai di tangan kita, proses administrasi dan pembayaran, kesiapan vaksinasi baik yang menyangkut distribusi, persiapan cold-chain prosesnya seperti apa, administrasi, menuju tahapan di Badan POM yang berkaitan dengan Emergency Use Autorization (EUA)," tegas Presiden.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan POM dalam keterangan pers nya bersama Menko PMK, Menteri Kesehatan, dan Kepala BNPB menyebut bahwa aspek keamanan dan efektivitas vaksin adalah prioritas utama pemerintah.

Berita Terkait: Presiden Jokowi: COVID-19 Momentum Reformasi Sistem Kesehatan

Berita Terkait: OMAI INLACIN: Obat Herbal Diabetes, Karya Anak Bangsa


"Sebagaimana arahan Presiden RI Joko Widodo dalam rapat, menjadi komitmen bagi pemerintah bahwa vaksinasi harus menggunakan vaksin yang memenuhi persyaratan khasiat keamanan dan efektivitasnya. Menjadi komitmen Badan POM untuk terus menjaga, menganalisis sampai akhirnya Badan POM memberikan EUA pada waktunya," tegas Kepala Badan POM.

"Saat ini uji klinik telah selesai, data-data sedang dianalisa dan syukur Alhamdulillah aspek keamanan dan mutu dalam uji klinik terpantau baik. Sekarang kita sedang menunggu proses analisa sehingga didapatkan aspek keamanan, efficacy, kemudian Badan POM bisa memberikan EUA, sehingga vaksinasi bisa dilakukan," lanjutnya.

Menutup siaran pers di istana negara tersebut, Kepala BNPB menyampaikan rata-rata kasus aktif COVID-19 di seluruh Tanah Air dan angka kesembuhan lebih baik dari rata-rata kasus aktif dunia. Kepala BNPB berpesan agar masyarakat selalu patuh terhadap protokol kesehatan untuk menjaga tren positif yang sudah dibangun hingga saat ini.

"Prestasi ini harus kita jaga dan pertahankan, namun beberapa hari belakangan di sejumlah daerah terjadi lonjakan yang cukup tinggi, terutama di Ibukota. Oleh karenanya kita harus mampu mengajak seluruh komponen bangsa untuk patuh terhadap protokol kesehatan." tutupnya. (Sumber: https://www.pom.go.id/new/view/more/berita/20384/Gelar-Rapat-Terbatas--Presiden-Bahas-Kesiapan-Vaksinasi-dan-Pemulihan-Ekonomi.html). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: