Pemanfaatan Obat Tradisional Untuk Penanganan Covid-19
Tanggal Posting : Sabtu, 4 April 2020 | 07:24
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 1183 Kali
Pemanfaatan Obat Tradisional  Untuk Penanganan Covid-19
Pemanfaatan Obat Tradisional Untuk Penanganan Covid-19

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Berikut ini, materi Webinar PDPOTJI yang dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2020 dengan menampilkan empat pembicara. Anda ingin tahu bahasan lengkapnya? Simak JamuDigital.Com, akan menampilkannya.

Kali ini, Redaksi JamuDigital.Com akan menyajikan ringkasan makalah Dr. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si. (Herbal), dengan judul: "Kajian Pemanfaatan Obat Tradisional/Herbal Untuk Penanganan Covid-19 Di Beberapa Negara & Potensi Jamu", sebagai berikut:

Outline materi yang dipaparkan oleh Ketua Umum PDPOTJI (Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia), dr. Inggrid Tania sebagai berikut: 1. Pandemi COVID-19: Pencegahan & Pemeliharaan Imunitas Tubuh, 2. Pemanfaatan Herbal/OT di beberapa negara untuk Pencegahan dan Pengobatan COVID-19 dan evaluasi kritis, 3. Potensi Jamu Indonesia untuk Pencegahan dan Pengobatan COVID-19, 4. Sifat imunomodulator, antiinflamasi & antivirus dari Jamu/Herbal/OT.

Berita Terkait: Temulawak dan Kunyit, Aman Dikonsumsi Saat Pandemi Corona

Pandemi Adalah: Penyebaran penyakit menular berbahaya secara global. CCOVID-19 Adalah: Penyakit Virus 2019 yang belum ada obatnya, tetapi butuh imunitas untuk mencegah dan mengobati. Tingkat Kematian COVID-19: Hanya 3,5% dan dapat disembuhkan.

Siapa yang beresiko tinggi: Ada kontak dengan pasien, Pernah berkunjung ke negara yang banyak kasus ini, Lansia, orang dengan penyakit paru, diabetes, dan kondisi yang membuat imunitas rendah.

Kebiasaan buruk yang beresiko: Merokok, Narkoba, Kurang tidur, Khawatir berlebihan, Sentuh wajah/mata/hidung, Tidak menjaga sanitasi & tidak higienis

Mencegah Penularan: Cuci tangan pakai sabun sampai bersih, Menjaga gizi & imunitas, Kurangi kontak fisik, Bila sakit dengan gejala sesak nafas, batuk, demam, segera berobat, Bantu jelaskan ke kawan saudara tentang COVID-19 untuk kurangi stigma.

Persediaan penting: P3K, Air Minum, Masker (bila sakit), Cairan Antiseptik, Cairan Disinfektan, Sabun, Handsanitizer.

Menghadapi pandemi penyakit. Batasi berpergian ke wilayah resiko tinggi pandemic. Petugas kesehtan ikuti prosedur safety SOP. Hindari kontak, salam tanpa sentuhan. Gunakan masker jika kondisi kurang sehat dan berada di ruang public. Ruang public perlu didisenfektan. Cuci tangan dengan air mengalir memakai sabun secara benar. Asupan gizi seimbang yang sehat untuk tingkatkan imunitas. Batasi berpergian dan sebisa mungkin kerja dari rumah dengan teknologi

Lima Hal Penting Cegah COVID-19: Sering cuci tangan pakai sabun, Bekerja, belajar, beribadah di rumah, Jaga jarak dan hindari kerumunan, Tidak berjabat tangan, Pakai masker bila sakit atau harus berada di tempat umum, Meningkatkan Imunitas / Kekebalan Tubuh, Konsumsi gizi seimbang, Tidak merokok, Suplemen vitamin, Aktivitas fisik/senam ringan, Istirahat cukup, Mengendalikan penyakit penyerta seperti diabetes melitus, hipertensi, kanker

Respon Sistem Imun. Masuknya pathogen atau benda asing ke dalam jaringan tubuh akan memicu respon system imun

  • Patogen yang masuk ke dalam jaringan akan memicu "alarm" sel yaitu terjadi inflamasi
  • Patogen (antigen) yang masuk ke dalam jaringan juga akan ditangkap oleh sel dendrit
  • Sel dendrit yang telah menangkap antigen bermigrasi ke nodus limfa dan mengaktivasi limfosit. Pada nodus limfa terjadi pembentukan antibody yang spesifik terhadap antigen tersebut
  • Antibodi dan limfosit teraktivasi akan bermigrasi ke tempat inflamasi untuk melisi pathogen

Gangguan Sistem Imun. Tingkat keparahan infeksi tergantung pada: Patogenisitas (kemampuan agen infeksi untuk menimbulkan penyakit), Jumlah mikroorganisme, System imun tubuh manusia.

Rekomendasi menjaga sistem imun: Tidur yang cukup, Diet sehat bergizi seimbang, Hindari merokok, Kurangi stress psikologis, Latihan fisik teratur, Hindari minuman alcohol, Vaksinasi,  Jaga kebersihan. Beberapa Substansi yang dapat dipertimbangkan meningkatkan sistem imun: Prebiotik, Zink, Vitamin D3.

Bagaimana Cara Menjaga Imunitas Tubuh? Mengkonsumsi protein lebih banyak (dada ayam, kacang-kacangan, ikan), Mengkonsumsi buah dan sayur lebih banyak, Tidur cukup 8 jam, Rutin berolahraga, Pastikan air putih tercukupi, Minum campuran jahe dan lemon

Tetapi, ada beberapa hal menarik yang penting untuk dikaji dan diteliti lebih lanjut:

  • Pemerintah Cina menyatakan secara resmi bahwa obat tradisionalnya dapat meringankan gejala, mempercepat penyembuhan dan mengurangi angka kematian pada kasus COVID-19
  • Ada beberapa testimoni pasien COVID-19 yang ditayangkan pada media massa yang mengungkapkan bahwa ia sembuh setelah meminum jamu dan tak tertular COVID-19 walaupun keluarganya meninggal karena COVID-19
  • Hasil penelitian Bioinformatika menunjukkan bahwa senyawa aktif dari herbal dapat berikatan dengan protein virus SARS-CoV-2 sehingga berpotensi sebagai substansi untuk mencegah dan/atau mengobati COVID-19

Bagaimanakah dengan obat tradisional/jamu/herbal Indonesia? Adakah tempat baginya dalam upaya pencegahan dan pengobatan COVIID-19? Ataukah hanya sebatas berperan pada upaya promotif (pemeliharaan kesehatan)?

Potensi bangsa yang kita punya: Pengetahuan penyehatan tradisional - Sistem penyehatan tradisional dengan jamu/herbal/obat tradisional - diwariskan/diturunkan dari generasi ke generasi, melalui tradisi lisan & tulisan.

Tanaman Obat Peningkat Imunitas Tubuh Sekaligus Bersifat Anti-Inflamasi. Empirical/experiential evidence: Temu manga, Temulawak, Kunyit, Meniran, Bawang merah, Bawang putih. Scientific evidence: Temulawak, Buah Jambu biji, Daun kelor, Kulit jeruk, Rimpang Kunyit, Herba pegagan, Bawang putih, Kembang lawing, Jahe, Herba keladi tikus, Daun sirsak, Teh hijau, Daun mimba. Clinical evidence: Herba meniran (fitofarmaka), herba Echinacea (suplemen kesehatan).

IMUNOMODULATOR. Substansi yang digunakan untuk mengatur mekanisme imun, baik dengan menekan ataupun menstimulasi sistem imun melalui satu atau lebih dari mekanisme di berikut ini:  Pengenalan antigen dan fagositosis, Proliferasi limfosit/diferensiasi, Sintesa antibody, Interaksi Ag-Ab, Pelepasan mediator akibat respons imun, Modifikasi respons jaringan target.

Imunomodulator adalah zat atau obat yang dapat mengembalikan ketidakseimbangan sistem imun yang terganggu. Imunostimulan: Suatu senyawa yang dapat meningkatkan kerja komponenkomponen sistem imun, Diberikan untuk meningkatkan respon imun terhadap penyakit atau infeksi, Contoh : Isoprinosin, esktrak herbal (Echinacea purpurea, Sambucus nigra, Phyllanthus niruri, Nigella sativa, Andrographis paniculata, Allium sativum, Crocus sativus, dll).

Imunosuppresif: Suatu senyawa yang digunakan untuk menekan respon imun, seperti pencegah penolakan transplantasi, atau untuk mengatasi autoimun.

Kandungan Senyawa Bioaktif yang Berpotensi sebagai Antivirus: Curcumin, Hesperidin, Allicin, Asiaticoside, Kaempferol, Quercetin, Rhamnetin, Catechine, Phyllantin, Myrcetin

Pencegahan spesifik terhadap COVID-19 mutlak dilakukan, sesuai panduan WHO. Walau hampir semua pengetahuan penyehatan tradisional tentang peningkat imunitas tubuh belum diuji klinis, namun melalui penelitian in-vitro maupun penelitian praklinis semakin membuktikan potensi khasiat dari tanaman obat Indonesia.

Upaya pemeliharaan kesehatan maupun menjaga imunitas tubuh dengan mengkonsumsi jamu/ herbal sebaiknya dilakukan secara konsisten setiap hari untuk mendapatkan hasil yang optimal. Ada nilai plus lainnya yang kita dapatkan, yakni menjaga warisan pengetahuan tradisional bangsa serta memajukan perekonomian, pertanian dan industri bangsa sendiri.

Berbagai penelitian terhadap bahan alam Indonesia mulai dari bioinformatika, invitro, praklinis hingga klinis perlu dilaksanakan untuk menemukan kandidat obat COVID-19. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: