Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Saat Pandemi COVID-19
Tanggal Posting : Jumat, 17 April 2020 | 08:34
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 485 Kali
Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Saat Pandemi COVID-19
Ikutilah panduan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri saat pandemi COVID-19 agar ibadah menjadi khusyuk dan tenang.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan surat edaran terkait panduan untuk beribadah selama Ramadan maupun Idul Fitri bagi umat muslim. Hal tersebut diketahui melalui Surat Edaran nomor 6 Tahun 2020.

Kemenag merasa perlu memberikan panduan terkait pelaksanaan ibadah selama Ramadhan maupun Idul Fitri di tengah pandemi Corona atau COVID-19. Panduan itu telah didasarkan pada aspek ibadah maupun aspek kesehatan.

Berita Terkait: Ikuti Protokol Pengurusan Jenazah COVID-19 dari Kemenag

Berita Terkait:
5 Tips Sehat Jalani Karantina Mandiri Saat Pandemi COVID-19


Tujuan dibuat edaran adalah untuk memberikan panduan sesuai syariat. Di samping itu, juga dilakukan minimalisir risiko penularan corona di masyarakat. Sehingga masyarakat masih bisa menjalankan kewajibannya sebagai umat muslim. Berikut ini isi dari Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Saat Pandemi COVID-19:

  • Umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan baik berdasarkan fikih ibadah.
  • Sahur dan buka puasa dilakukan oleh individua tau keluarga inti, tidak perlu sahur on the road atau ifthar jama’i (buka puasa Bersama).
  • Shalat Tarawih di rumah.
  • Tilawah atau tadarus Al-Qur’an dilakukan di rumah masing-masing.
  • Buka puasa Bersama baik dilaksanakan di Lembaga pemerintah, Lembaga swasta, masjid maupun musholah ditiadakan.
  • Peringatan Nuzulul Qur’an dalam bentuk tablig dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar, baik di Lembaga pemerintah, Lembaga swasta, masjid maupun musholah ditiadakan.
  • Tidak melakukan iktikaf di 10 (sepuluh) malam terakhir bulan Ramadhan di masjid atau musholah.
  • Melaksanakan Sholat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjamaah, baik di masjid atau di lapangan ditiadakan, untuk itu diharapkan terbitnya Fatwa MUI menjelang waktunya.
  • Agar tidak melakukan Sholat Tarawih keliling (tarling), Takbir Keliling, Pesantren Kilat kecuali melalui media eletronik.
  • Silaturahim atau halal bihalal yang lazim dilaksanakan ketika hari raya Idul Fitri, bisa dilakukan melalui media sosial dan video call/conference.

Semua panduan di atas dapat diabaikan bila telah diterbitkan pernyataan resmi Pemerintah yang menyatakan keadaan telah aman dari COVID-19. (Sumber Berita: Infografis Kementerian Agama Republik Indonesia). Redaksi JamuDigital.Com.

 


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: