OMAI Penting untuk Kemandirian Bangsa
Tanggal Posting : Jumat, 11 September 2020 | 11:23
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 176 Kali
OMAI Penting untuk Kemandirian Bangsa
Webinar Fakultas Farmasi Unair, pada Rabu, 9 September 2020: Krisis COVID-19: Tantangan dan Peluang bagi Apoteker dalam Pengembangan OT Indonesia untuk Imunomodulator.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. OMAI (Obat Modern Asli Indonesia) hingga kini belum satupun yang masuk dalam Formularium Nasional, sehingga belum dapat dicover oleh BPJS.

"Padahal OMAI ini sangat penting artinya untuk kemandirian bangsa, dari pada impor bahan obat-obatan. Dalam Formularium Nasional itu,  99-100% impor semua. Mengapa tidak menggunakan kira-kira 30-40% OMAI saja, maka kita sudah mengurangi impor obat. Kendalanya belum masuk Formularium Nasional dan belum dicover oleh BPJS," papar Raymond R. Tjandrawinata.

Hal tersebut disampaikannya pada Webinar Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, pada Rabu, 9 September 2020- berjudul: "Krisis COVID-19: Tantangan dan Peluang bagi Apoteker dalam Pengembangan Obat Tradisional Indonesia untuk Imunomodulator."

Sejumlah topik yang dibahas adalah:

  • Peluang dan Kebijakan Pemanfaatan Herbal Lokal di Jawa Timur
  • Penelitian dan Pengembangan Fitofarmaka Imunomodulator
  • Peran Indsutri dalam Hilirisasi Penelitan Akademis
  • Peran Apoteker dalam Penjaminan Kualitas dari Bahan Baku sampai Produk Jadi

Sebagai pembicara: Kofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, Prof, Dr. Apt. Suprapto Maat, Founder Perusahaan Jamu Tradimun, Raymond R. Tjandrawinata, Ph.D., Direktur Pengembanngan Bisnis dan Riset, PT. Dexa Medica, Dr. apt. Idha Kusumawati, Dosen Farmasi Unair. Dengan moderator: apt. Andi Hemansyah, Ph.D.

Raymond menambahkan bahwa perlunya kesinambungan mutu obat herbal tetap terjaga. Standarisasi itu penting, sekarang kita galakkan Obat Herbal Terstandar (OHT) dan Fitofarmaka- yang memang sudah terstandarisasi. Nah keduanya ini- yang sekarang belum kita dapatkan penggunaannya oleh pemerintah. OHT dan Fitofarmaka ini yang kita sebut sebagai OMAI (Obat Modern Asli Indonesia), lanjutnya.

Berita Terkait: Badan POM Rilis Buku OMAI 2020

Webinar Unair

Beberapa Menteri sudah mengatakan, bahwa OHT dan Fitofarmaka sudah diklasifikasikan sebagai Obat Modern Asli Indonesia (OMAI), yang seharusnya dapat digunakan di Dinkes-Dinkes dan sarana Faskes-Faskes dimanapun di Indonesia ini. Sekarang ini, satupun belum ada OMAI yang masuk dalam Formularium Nasional.

Terkait adanya pertanyaan yang menilai harga OMAI lebih mahal dari obat sejenis, Raymond Tjandrawinata menjelaskan bahwa jika OMAI sudah digunakan di BPJS maka akan menjadi mass production, maka harganya akan tidak mahal. OMAI itu lebih murah dibandingkan herbal impor," tegasnya. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: