Mengintip Rahasia Pengobatan Tradisional di Rumah Sakit China
Tanggal Posting : Jumat, 7 Agustus 2020 | 07:15
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 232 Kali
Mengintip Rahasia Pengobatan Tradisional di Rumah Sakit China
dr. Fenny Yunita, M.Si., Ph.D.menyaksikan proses meracik TCM di Yinchuan Brain & Heart Integrative Hospital-China.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Ketenaran pengobatan tradisional di China memang sudah mendunia. Yuks, kita intip rahasia pengobatan tradisional di rumah sakit di China. Boleh jadi, dapat jadi rujukan dalam mengembangkan Yankestrad di Rumah Sakit di Indonesia.

Berikut ini, penuturan dr. Fenny Yunita, M.Si., Ph.D., Konselor Laktasi, Dosen & Peneliti Bahan Alam, Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI) & Perkumpulan Profesi Kesehatan Tradisional Komplementer Indonesia (PPKESTRAKI) kepada Redaksi JamuDigital.Com.

Pelayanan kesehatan integratif di China dapat dilakukan "in person" maupun "in institution". Integrasi "in person" artinya 1 orang dapat berpraktek menggunakan metode konvensional maupun tradisional.

SIP (Surat Ijin Praktek) di China terdiri dari 3 macam, yaitu SIP untuk dokter konvensional, dokter tradisional, dan yang ketiga adalah sebagai dokter integratif. Ujian untuk memperoleh SIP-nya berbeda, dengan wewenang yang berbeda pula.

Praktisi tradisional dan integratif diijinkan untuk menggunakan metode diagnosis konvensional seperti pengukuran tensi, permintaan pemeriksaan laboratorium dan interpretasinya, radiologi diagnostik, serta meresepkan obat farmasi bagi pasiennya.

"Pendidikan kedokteran integratif dapat diperoleh pada jenjang S2 maupun S3, seperti yang saya tempuh saat mengambil program Ph.D. di Hunan University of Chinese Medicine- Program Integrative Chinese and Western Medicine," dr. Fenny Yunita mengisahkan.

Namun yang perlu kita ketahui, lanjut dr. Fenny Yunita, adalah sistem pendidikan mereka sejak jenjang S1 pun berbeda. Kurikulum kedokteran konvensional juga menyisipkan ilmu kesehatan tradisional di dalamnya. Dan kurikulum kesehatan tradisional pun juga memiliki ilmu biomedik didalamnya.

Sehingga lulusannya saling memahami pihak lainnya, dan bahkan mereka bisa saling merujuk pasien dan juga melakukan rawat gabung. Ini dapat terjadi di bentuk integrasi "in institution".

Jadi ada rumah sakit yang murni konvensional, ada yang murni tradisional, tetapi ada pula rumah sakit integratif, di mana dimungkinkan terjadi kolaborasi antara kedokteran konvensional dan tradisional. Pada beberapa rumah sakit yang pernah saya datangi, ada RS integrasi untuk kanker maupun penyakit otak dan jantung.

Di sana penanganan pasien kanker dilakukan secara integratif, ada kolaborasi harmonis antara dokter internis, bedah onkologi, hematologi, maupun tradisional.

Pasien ditangani oleh tim dokter dari berbagai disiplin ilmu, yang berunding menentukan regimen terapi yang tepat bagi pasien. Pembedahan dan kemoterapi maupun radiologi tetap dilakukan, dengan pendekatan tradisional untuk mendukung keberhasilannya, serta yang terpenting adalah meningkatkan kualitas hidup pasien.

Akupunktur, moksibusi, tuina/massage, pemberian ramuan berupa obat minum (bahkan ramuan godokan pun disajikan oleh rumah sakit), injeksi/infus, maupun topikal (koyo/obat gosok) dilakukan untuk mengurangi efek samping kemoterapi seperti keluhan nyeri, mual/muntah, lemah lesu, tidak nafsu makan, susah tidur, gelisah, dan sebagainya.

Begitu pula di rumah sakit yang menangani penyakit jantung dan otak, pasien dengan gejala stroke yang datang akan menjalani pemeriksaan layaknya di rumah sakit konvensional, seperti MRI/CT-Scan, pemeriksaan laboratorium, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan fisik secara konvensional maupun tradisional seperti pemeriksaan lidah dan nadi.

Ada tim dokter neurologi, internis dan tradisional. Maka pasien mendapatkan tatalaksana integratif berupa pengobatan medis konvensional maupun tradisional berupa ramuan obat bahan alam untuk diminum, maupun infus/injeksi, serta ketrampilan seperti: akupunktur, tuina/massage, dan sebagainya yang juga dikolaborasikan dengan fisioterapi.

Pasien di RS China

Kombinasi Obat Herbal dan Konvesional

Mengenai obat bahan alam yang digunakan, di China memang dimungkinkan adanya produk yang mengkombinasikan obat bahan alam dan bahan kimia obat, berbeda dengan regulasi di Indonesia yang tidak mengijinkannya.

Sediaan obat bahan alam juga variatif. Dapat diminum berupa ramuan godokan/dekok, sediaan farmasi seperti: tablet, pil, sirup, serbuk/granul, kapsul, obat kumur, suppositoria, krim, salep, maupun sediaan steril seperti obat suntik maupun infus.

Jangan dibayangkan pembuatannya seperti industri rumahan, mereka memproduksi produk obat bahan alam dengan teknologi mutakhir berstandar internasional GMP (Good Manufacturing Practices), sebagaimana layaknya industri farmasi, serta kendali mutu yang baik demi keamanan masyarakat yang mengkonsumsinya.

Pelayanan kesehatan tradisional di China juga telah masuk dalam sistem kesehatan nasional mereka dan ditanggung juga oleh asuransi. Dan masyarakat juga tidak segan memilih menggunakan obat tradisional. Kuatnya eksistensi pelayanan kesehatan tradisional di China tidak lepas dari peran serta dan kerjasama dari berbagai bidang meliputi akademisi, bisnis, pemerintah dan masyarakat.

Dukungan untuk penelitian yang dikerjakan bersama pihak kampus, dengan dana penelitian yang begitu besar dari pihak pemerintah sangat penting untuk memperkaya bukti empiris yang telah berakar dari pengobatan tradisional dengan tambahan bukti ilmiah terkini, membuat kesehatan tradisional menjadi kuat juga sisi saintifiknya. Pengembangan budidaya bahan baku juga menjadi fokus yang mereka kembangkan dengan mengikuti standar internasional di bidang budidaya yang kita kenal dengan GAP (Good Agriculture Practices).

Kalangan bisnispun berperan penting, dimana industri obat juga berkomitmen mengembangkan produk obat bahan alam berkiblat pada resep-resep tradisional dari nenek moyang mereka yang sudah berusia ratusan tahun dengan melakukan modifikasi menghasilkan produk yang lebih baik, didukung dengan bagian penelitian dan pengembangan produk yang kuat.

Masyarakat juga berperanan penting melestarikan kesehatan tradisional di China, mereka menghidupi tradisi kesehatan mereka, tidak meninggalkan apa yang menjadi warisan leluhur mereka dalam memelihara kesehatan. Generasi muda pun masih menjadikan pengobatan tradisional sebagai pilihan. Traditional Chinese Medicine (TCM) dipandang sebagai aset berharga sehingga semua pihak berusaha untuk melestarikan dan mengembangkannya. Redaksi JamuDigital.Com.

dr. Fenny di RS China


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: