Masyarakat Dunia Terapkan New Normal Hadapi COVID-19
Tanggal Posting : Kamis, 28 Mei 2020 | 06:52
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 283 Kali
Masyarakat Dunia Terapkan New Normal Hadapi COVID-19
Gelombang perubahan gaya hidup masyarakat dunia berupa New Normal hadapi COVID-19.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Pandemi COVID-19 membawa perubahan yang signifikan terhadap perilaku masyarakat dunia, khususnya di bidang Kesehatan. Kebiasaan baru yang dapat menangkal virus Corona adalah bagian penting dari perubahan itu.

Pemerintah menegaskan bahwa situasi sekarang ini masih belum normal, dunia masih dihadapkan pada persoalan yang cukup berat. Seluruh dunia telah setuju dan mengakui bahwa situasi ini tidak akan sama seperti dulu kala, oleh karenanya diperlukan cara pandang baru  sebagai bagian dari adaptasi pasca COVID-19.

’’Seluruh dunia pun juga sudah mengakui bahwa kita semua tidak akan bisa kembali ke kondisi normal seperti jaman dulu lagi sebelum ada pandemi COVID-19,’’ demikian ditegaskan oleh Achmad Yurianto, Juru Bicara Penanganan COVID-19 dalam keterangannya di Graha BNPB, Minggu, 24 Mei 2020.

Berita Terkait: Pedoman WHO, New Normal Saat COVID-19

Berita Terkait: Panduan Bekerja Saat COVID-19

Menurut Yuri, harus ada paradigma baru dalam melawan COVID-19. Masyarakat harus mulai membiasakan hidup normal baru dengan selalu melaksanakan protokol kesehatan seperti cuci tangan pakai sabun, jaga jarak fisik, pakai masker dan menghindari kerumunan, serta mulai produktif kembali namun tetap aman dari COVID-19.

’’Upaya normal yang baru ditujukan untuk memutus ini semua, kita sadari penyakit ini disebabkan oleh virus. Yang kemudian menyebabkan gangguan pernafasan,’’ sebut Yuri.

Imbauan ini sejalan dengan, masih tingginya angka penularan di tengah masyarakat. Hingga 24 Mei 2020, dengan menggunakan pemeriksaan RT-PCR dan TCM-TB jumlah pemeriksaan spesimen sebanyak 248.555 spesimen. Hasilnya akumulasi kasus terkonfirmasi positif sebanyak 22.271 orang, jumlah kasus sembuh 5.402 dan jumlah kasus meninggal 1.372. Adapaun wilayah terdampak meluas hingga 404 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi.

’’Pekerjaan kita masih cukup berat, karena kami masih melakukan pemantauan diseluruh wilayah tanah air ini pada orang-orang yang perlu kita pantau sebanyak 42.551,’’ ujarnya.

Sementara itu, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 11.389 orang. Pihaknya mengimbau bahwa proses penularan masih terjadi, sumber penularan masih ada ditengah masyarakat. Ini dikarenakan masih minimnya pengetahuan masyarakat tentang COVID-19.

’’Kita tidak bisa bergerak sendiri, kami berharap keluarga adalah basis perubahan perilaku secara mendasar. Mari jadikan keluarga kita keluarga yang aman dan terlindungi, sehingga kita bisa melindungi keluarga, orang lain, dan bangsa Indonesia,’’ tegasnya. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: