Pedoman The New Normal dari WHO Saat COVID-19
Tanggal Posting : Rabu, 27 Mei 2020 | 06:17
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 1409 Kali
Pedoman The New Normal dari WHO Saat COVID-19
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan protokol the new normal selama vaksin COVID-19 belum ditemukan.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Pandemi corona yang dirasakan oleh dunia selama beberapa bulan terakhir ini telah mengubah banyak hal dalam setiap sisi kehidupan. Belum adanya vaksin menjadi kendala untuk orang-orang menjalani kehidupan normal agar terbebas dari penyebaran corona.

Perubahan perilaku atau yang disebut The New Normal adalah sesuatu yang dianjurkan oleh WHO untuk dilakoni. Beradaptasi dan hidup berdampingan dengan corona bukan sesuatu yang mudah. Kita tidak bisa menjalaninya dengan menerapkan pola hidup normal yang dulu, tetapi harus ada The New Normal.

Berita Terkait: Panduan Kemenkes tentang New Normal COVID-19

Menurut Dr. Mike Ryan Direktur Eksekutif Program Darurat WHO untuk menjalankan The New Normal ini sangat penting untuk masyarakat mendapatkan edukasi dan berkomitmen. Apalagi ini terkait mengubah perilaku sekarang dan di masa mendatang.

Lantas, bagaimana pedoman yang dianjurkan untuk dilakoni untuk bisa menerapkan The New Normal?

1. Mengenakan Masker. Mengenakan masker bisa jadi kedepannya menjadi kewajiban yang harus dilakukan dan ini diatur oleh negara/pemerintah. Sebaik-baiknya aturan ini ditegakkan berdasarkan motivasi bukan menerapkan denda bila tidak dipatuhi.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Benjamin van Rooij dan Emmeke B. Kooistra dari University of Amsterdam, menunjukkan bahwa orang lebih mematuhi pedoman coronavirus karena mereka termotivasi bukan karena ancaman.

2. Batasan Interaksi Sosial di Tempat Umum. Batasan interaksi sosial di ruang publik juga harus ada pengaturannya. Seperti di sekolah, tempat kerja, mall, supermarket, dan transportasi. Negara-negara maju saat ini sedang memikirkan bagaimana penerapan The New Normal. Apakah ini akan membawa perubahan dalam tatanan kota atau tidak.

3. Hidup Bersih. Menjaga kebersihan sepertinya akan menjadi kebiasaan yang wajib dilakukan kalau mau bertahan hidup. Ini termasuk mencuci tangan, menggunakan masker seperti yang sudah disinggung di atas. Ke depannya bukan tak mungkin manusia dituntut untuk hidup lebih teratur dan menjaga kebersihan. Bukan semata untuk kesehatan, tetapi juga bertahan hidup.

Penerapan The New Normal ini tidak bisa sembarangan dilakukan, setidaknya menurut WHO pemerintah harus memenuhi beberapa persyaratan. Dengan penerapan The New Normal, pastinya negara akan mencabut lockdown ataupun PSBB, apakah negara siap untuk itu? Penuhi dulu persyaratan ini:

  1. Penularan penyakit terkendali.
  2. Sistem kesehatan dapat mendeteksi, menguji, mengisolasi, serta menangani setiap kasus dan melacak setiap kontak.
  3. Risiko zona merah diminimalkan di tempat-tempat rentan, seperti panti jompo.
  4. Sekolah, tempat kerja dan ruang-ruang publik lainnya telah menetapkan langkah-langkah pencegahan.
  5. Risiko mengimpor kasus baru dapat dikelola.
  6. Masyarakat sepenuhnya dididik, dilibatkan, dan diberdayakan untuk hidup di The New Normal.

Beberapa aturan yang diberlakukan adalah penerapan jarak sosial pada badan-badan usaha seperti hotel. Kemudian membuka sekolah secara perkala, dalam arti tidak semua sekolah langsung dibuka secara bersamaan.

Kemudian, badan usaha seperti restoran dapat mulai membuka tokonya, tetapi batas tamu tidak boleh lebih dari 30 persen. Ini berlaku juga untuk tempat-tempat ibadah dan bioskop. Penerapan jarak dua meter juga akan diterapkan pada toko-toko. (Sumber Berita: https://www.halodoc.com/pedoman-the-new-normal-dari-who-corona). Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: