Manfaat Daun Sendok Sebagai Antibakteri
Tanggal Posting : Jumat, 5 November 2021 | 07:30
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 2740 Kali
Manfaat Daun Sendok Sebagai Antibakteri
Daun Sendok banyak tumbuh liar sebagai gulma di kebun teh dan karet yang memiliki manfaat sebagai antibakteri.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Daun Sendok memiliki nama latin (Plantaginis Majorit Folium). Manfaat Daun Sendok untuk kesehatan tubuh ternyata sangat banyak, salah satunya adalah sebagai antibakteri.

Daun Sendok dibeberapa daerah dikenal dengan, Sumatera: Daun urat, daun urat-urat, daun sendok, ekor angin, kuping menjangan (Melayu); Jawa: Ki urat, deuli, deuli uncal (Sunda), meloh kiloh, otot-ototan sangkabuwah, sangkubah, sangkuwah, sembung otot, suri panda; Sulawesi: Torongoat (Minahasa).

Daun Sendok merupakan tumbuhan berhabitus tema, tumbuh tegak 15-20 cm. Helaian daun tunggal berwarna hijau, tersusun dalam roset akar. Bentuk daun bulat telur sampai lanset melebar dengan ukuran 5-10 cm x 4-9 cm, tepi daun rata atau sedikit berlekuk.

Kedua permukaan helaian daun licin atau agak berambut, bertulang daun melengkung dan mempunyai tangkai daun yang panjang. Bunga tersusun dalam bulir yang panjangnya sekitar 30 cm. Bunganya kecil-kecil berwarna putih. Buah berbentuk lonjong, bulat telur, warnanya hitam apabila masak.

Daun tunggal, bertangkai, warna hijau keabu-abuan sampai hijau kecoklatan, helaian daun berkerut, berbentuk bulat telur sampai lanset melebar dengan ujung daun dan pangkal daun agak membulat, tepi daun rata; kedua permukaan daun licin atau agak berambut; tulang daun melengkung menuju ujung daun, menonjol pada permukaan bawah. Bau lemah, rasa agak kelat.

Daun Sendok tersebar luas di dunia. Di Indonesia banyak tumbuh liar sebagai gulma di kebun teh dan karet. Tumbuh baik mulai dataran rendah sampai dataran tinggi, pada daerah yang agak lembab. Berkembang biak dengan biji.

Daun Senok memiliki kandungan kimia Flavonoid: Baikalein, hispidulin, hispidulin 7-glukoronida, plantaginin, homoplantaginin, skutelarein, apigenin 7-glukosida, luteolin, luteolin 7-glukosida, luteolin 7-diglukosida, luteolin 6-hidroksi-4’-metoksi-7-galaktosida, nepetin-7-t glukosida; Terpenoid: Loliolid, asam oleanolat, asam ursolat, 18j3-asam glisiritspat, sitosterol; Alkaloid: Indikain, plantagonin.

Penyiapan dan Dosis: Dekokta Daun Sendok segar, dosis 60-120 mL setiap hari. (Sumber: Buku “Acuan Sediaan Herbal Volume Kelima Edisi Pertama”, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI., Tahun 2010, Halaman: 14-15). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2024. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: