Pemberdayaan Masyarakat dan Penanggulangan Kemiskinan dengan Pemanfaatan Tanaman Obat dan OT
Tanggal Posting : Rabu, 22 September 2021 | 05:58
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 185 Kali
Pemberdayaan Masyarakat dan Penanggulangan Kemiskinan dengan Pemanfaatan Tanaman Obat dan OT
B2P2TOOT menyelenggarakan Sarasehan Pemberdayaan Masyarakat Dan Penanggulangan Kemiskinan Dengan Pemanfaatan Tanaman Obat dan Obat Tradisional pada Senin, 20 September 2021.

JamuDigital.Com- Media Jamu, Nomor Satu. Pemberdayaan Masyarakat merupakan upaya untuk memberikan dorongan peningkatan kapasitas dan perlindungan masyarakat. Tujuan pemberdayaan masyarakat adalah keadaan yang ingin dicapai baik dari suatu perubahan sosial yang mana menjadi masyarakat yang lebih berdaya, memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Berbekal dari hal tersebut, B2P2TOOT menyelenggarakan Sarasehan Pemberdayaan Masyarakat Dan Penanggulangan Kemiskinan Dengan Pemanfaatan Tanaman Obat dan Obat Tradisional.  Sarasehan yang diselenggarakan secara luring di Aula RM. Santoso B2P2TOOT dan secara daring melaui tautan zoom diikuti oleh koordinator, sub koordinator, peneliti, litkayasa dan pegawai administrasi manajemen B2P2TOOT pada Senin, 20 September 2021. 

“Berbicara mengenai penanggulangan kemiskinan masyarakat, beberapa penelitian yang kami lakukan mengarah ke sana. Kami sebagai lembaga penelitian melaksanakan salah satunya adalah pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan petani. Intervensi ini dilakukan di wilayah Sragen dan Purwodadi dengan sasaran ibu rumah tangga dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk ditanami tanaman obat yang bermanfaat untuk swamedika dan sebagian dijual. Program ini diharapkan dapat bergulir dan dilaksanakan lebih lanjut di wilayah lain.” jelas Kepala B2P2TOOT dalam pembukaan sarasehan.

B2P2TOOT mengemban tugas dalam pencapaian Fitofarmaka.  Terkait dengan hal tersebut B2P2TOOT dan Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK) berada dalam satu konsorsium percepatan Fitofarmaka. B2P2TOOT dan BBKK perlu bersinergi untuk keberhasilan capaian program tersebut, dimana B2P2TOOT melaksanakan kegiatan hulu dan BBKK melaksanakan kegiatan di bagian hilir. Dalam sarasehan tersebut terdapat tiga materi paparan yaitu:

  • Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat, Bappenas – Menggali Daya Ungkit Ekonomi Tanaman Obat dan Jamu Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Untuk Penanggulangan Kemiskinan
  • Kepala Balai Besar Kimia dan Kemasan, Kemenperin – Pengembangan Fitofarmaka di Kemenperin
  • Fanie Indrian Mustofa, B2P2TOOT – Pemberdayaan Masyarakat melalui Intervensi Pemanfaatan Tanaman Obat

Diskusi dilakukan setelah paparan sebagai sinergi tindak lanjut pembahasan dan perencanaan penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat Sarasehan juga dihadiri oleh Direktur Pengembangan Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi – Bappenas, Direktur Perencanaan Makro dan Analis Statistik - Bappenas, Direktur Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif - Bappenas, serta Perencana, Pembina Industri, dan Staf Teknis Bappenas. (Sumber Berita: https://www.b2p2toot.litbang.kemkes.go.id/?page=postcont&postid=281&content=Sarasehan+Pemberdayaan+Masyarakat+dan+Penanggulangan+Kemiskinan+dengan+Pemanfaatan+Tanaman+Obat+dan+Obat+Tradisional). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: