Diseminasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Uji Klinik Jamu
Tanggal Posting : Selasa, 19 Mei 2020 | 12:14
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 396 Kali
Diseminasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Uji Klinik Jamu
Kepala B2P2TOOT, Akhmad Saikhu, M.Sc.PH. (kedua dari kiri) pada Diseminasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Uji Klinik Jamu.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. B2P2TOOT Kemenkes RI. mengadakan Webinar "Diseminasi Hasil Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Edisi 1: Uji Klinik Jamu" yang diikuti 290 peserta dari berbagai komunitas, menampilkan tiga kajian hasil uji klinik Jamu, pada Selasa, 19 Mei 2020.

Webinar dibuka oleh Plt. Kepala Badan Litbangkes, dr. Abdul Kadir, Ph.D, SP.THT, dan menurut rencana, webinar ini akan dilakukan secara serial dengan berbagai topik yang akan dibahas di masa datang.

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT), Akhmad Saikhu, M.Sc.PH. menjelaskan webinar Edisi pertama ini, akan disampaikan tiga hasil penelitian Klinik, yang telah dilaksanakan pada tahun 2019.

"Ketiganya yaitu: 1. Observasi Klinis Penderita Osteoartritis dengan Kapsul Ekstrak Jamu Osteoartritis 2. Studi Klinis Formula Jamu Rhinitis Alergi dibanding Loratadin 3. Khasiat dan Keamanan Kapsul Ekstrak Jamu Penurun Gula Darah. Masing-masing disampaikan oleh dr. Danang Ardiyanto, dr. Fajar Novianto dan dr. Ulfa Fitriani," kata Akhmad Saikhu saat menyampaikan laporan.

Penelitian-penelitian tersebut telah mendapatkan ijin Etik dari Komisi Nasional Etik Penelitian Badan Litbang Kesehatan, serta dilakukan untuk memastikan jamu yg diuji, aman digunakan oleh masyarakat serta tidak menimbulkan efek samping yang merugikan, Akhmad Saikhu menambahkan.

Webinar ini sangat menarik, karena selain ditampilkannya dua penanggap, yaitu:  Dr. Siswanto., MHP., DTM - Analis Kebijakan Ahli Utama Badan Litbangkes, dan Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kementerian Kesehatan RI., DR. Dra. Agusdini Banun S., Apt., M.A.R.S. Peserta juga dapat bertanya langsung, tentang metode, analisis, dan banyak hal yang terkait dalam riset ini.

Ini dapat menjadi model, untuk mengkritisi hasil riset oleh berbagai komunitas yang menjadi peserta webinar, sehingga hasil riset dari B2P2TOOT ini, ke depan dapat diwujudkan dalam program hilirasi, tentunya bekerjasama dengan berbagai pihak, seperti industri obat tradisional.

Akhmad Saikhu menambahkan, tujuan webinar ini adalah untuk menyampaikan hasil-hasil penelitian yang dilaksanakan oleh B2P2TOOT selama tahun 2019 lalu. Dan yang terpenting adalah hasil penelitian tersebut dapat bermanfaat bagi bangsa serta bagi kemajuan Iptek di bidang Tanaman Obat dan Obat Tradisional.

Berita Terkait: Menkes RI: Ayo Minum Jamu, Sehat dengan Jamu

B2P2TOOT

Dalam tanggapannya, Agusdini Banun S. kembali mengingatkan agar sinergi kolaborasi ABG-C terus ditingkatkan. Dan juga perlu dilakukan penetapan tanaman obat prioritas dan pemetaan lokasi budidaya tanaman, agar kegiatan budidaya tanaman obat lebih terfokus dan manfaatnya dapat lebih dimaksimalkan.

"Kedepannya perlu ada penelitian lebih lanjut terkait analisis farmakoekonomi: Analisa Cost Effectiveness," Agusdini Banun S. menambahkan. Hal ini, untuk mengetahui efektivitas biaya pada pasien hiperglikemia yang menggunakan ekstrak ramuan penurun gula darah, dibandingkandengan obat konvensional (obat generik) antidiabetes dan kombinasi keduanya.

Demikian juga untuk mengetahui efektivitas biaya pada pasien alergi yang menggunakan Formula jamu Rhinitis alergi dibandingkan  dengan obat konvensional (obat generik) misalnya: loratadine dan kombinasi keduanya.

Dan yang terakhir, untuk mengetahui efektivitas biaya pada pasien osteoartritis  yang menggunakan Ekstrak Jamu Osteoartritis (OA) dibandingkan  dengan obat konvensional (obat generik) misalnya: meloxicam dan kombinasi keduanya.

Sebagai penutup tanggapannya, Agusdini Banun S. menyampaikan tiga hal, yaitu:

  • Diperlukan kajian farmakoekonomi lebih lanjut
  • Perlu adanya mitra industri
  • Untuk para calon peneliti, perlu melihat juga pangsa pasarnya, start from the end, ketika hendak melakukan suatu penelitian. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: