Obat Masih Impor, Wamenkes: Fitofarmaka dari Bahan Alami Jadi Solusi
Tanggal Posting : Kamis, 11 November 2021 | 07:38
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 217 Kali
Obat Masih Impor, Wamenkes: Fitofarmaka dari Bahan Alami Jadi Solusi
Wakil Menteri Kesehatan RI., Dante Saksono Harbuwono saat membuka Forum Nasional Kemandirian dan Ketahanan Industri Sediaan Farmasi, Senin, 08 November 2021.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Indonesia masih mengimpor bahan baku obat dari luar negeri selama ini. Era pandemi COVID-19 mendorong Indonesia semakin gencar menggali potensi bahan alami dari dalam negeri dalam bentuk obat fitofarmaka.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Herbuwono menegaskan pengembangan fitofarmaka menjadi fokus utama dalam mengatasi impor obat. Menurutnya pengembangan gitofarmaka juga sejalan dengan transformasi sistem kesehatan nasional.

’’Ini akan menjamin keamanan kita dalam melakukan transformasi kesehatan di masa depan,” kata Dante pada webinar Forum Nasional Kemandirian Farmasi dan Alat Kesehatan dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional, baru-baru ini.

Apa itu fitomarmaka?

Fitofarmaka merupakan obat dari bahan alami yang telah melalui proses uji klinis sehingga memiliki khasiat setara dengan obat. Dante kemudian menyebut beberapa fitofarmaka yang telah dikembangkan dan diproduksi di Indonesia yakni untuk immunomodulator, obat tukak lambung, antidiabetes, antihipertensi, obat untuk melancarkan sirkulasi darah, dan obat untuk meningkatkan kadar albumin.

Selain itu ada pula Fitofarmaka yang akan dikembangkan yakni obat pelancar ASI, antihiperlipidemia-kolesterol, hepatoprotektor, pengobatan nyeri sendi, diare, peningkatan fungsi kognitif, percepatan penyembuhan luka, mengurangi nyeri haid, serta obat untuk meredakan gejala batuk dan pilek.

“Prosesnya tentu tidak sederhana, butuh proses analisis, proses penelitian dan ini akan melibatkan berbagai macam sektor untuk bekerja sama secara sinergis. Baik dengan peneliti, industri, perguruan tinggi, dan Kemenkes,” ujar Dante.

Dante kemudian memaparkan bagaimana obat berbahan baku kimia yang digunakan saat ini pun awalnya dikembangkan dari bahan alam. Dokter spesialis penyakit dalam ini menjelaskan perkembangan awal obat diabetes yang berasal dari tanaman.

“Beberapa obat yang saat ini menjadi obat-obat kimiawi, sebenarnya dasarnya adalah fitofarmaka. Saya ambil contoh bidang saya misalnya, obat diabetes Metformin, semua orang pasti tahu Metformin. Metformin tersebut dulunya adalah obat yang berasal dari daun yang diproduksi sebagai fitofarmaka di Prancis. Ternyata Metformin tersebut sudah bisa kita gunakan sebagai obat yang diekstrak unsur kimiawinya secara spesifik,” papar Dante.

Sekretaris Perusahaan Indofarma Wardjoko Sumedi mengatakan potensi pengembangan Fitofarmaka di Indonesia terbuka lebar di tengah upaya untuk memasukan kategori produk farmasi ini dalam Formularium nasional (Fornas). Potensi fitofarmaka diupayakan masuk ke dalam Fornas sebagai upaya pengobatan promotif dan preventif.

“Dukungan terus diberikan untuk pengembangan fitofarmaka. Contohnya dengan membuat kebijakan dan regulasi untuk percepatan pengembangan dan pemanfaatan fitofarmaka,” kata Wardjoko.

Ke depannya, kata dia, fitofarmaka bisa menjadi produk farmasi asli Indonesia yang digunakan dalam layanan kesehatan formal dan yang mampu dijangkau oleh banyak kalangan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan dan penyembuhan pasien. “Agar dapat digunakan dalam pelayanan kesehatan formal untuk meningkatkan derajat kesehatan dan penyembuhan pasien,” jelasnya.

Hal senada dijelaskan Direktur Pengembangan Bisnis dan Saintifik Dexa Group, Raymond Tjandrawinata. Menurutnya fitofarmaka bisa mengantisipasi terjadinya supply shock seperti yang sempat dialami industri farmasi di Indonesia pada awal pandemi COVID-19.

“Itulah kata kunci yang harus disepakati bahwa urgensi untuk membangun kemandirian ini tidak bisa ditawar lagi, urgensi ini bisa dibangun bersama. Sebagian produk ini juga telah diekspor ke mancanegara dan diresepkan oleh para dokter di mancanegara. Sekarang justru dalam keadaan COVID-19 ini, sekarang kita memikirkan lebih lanjut untuk kemandirian bahan baku obat,” tegas Raymond. (Sumber Berita: jawapos.com/kesehatan/09/11/2021/obat-masih-impor-wamenkes-fitofarmaka-dari-bahan-alami-jadi-solusi/?page=3). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: