70 Tahun RS Ortopedi Soeharso Berkembang Berbasis Humanisme
Tanggal Posting : Sabtu, 13 November 2021 | 04:16
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 834 Kali
70 Tahun RS Ortopedi Soeharso Berkembang Berbasis Humanisme
RSO Soeharso optimis menatap masa depan, berbekal spirit humanisme Prof. Soeharso. Direktur Utama RSO Soeharso, Doktor Pamudji Utomo (duduk) bersama jajaran direksi RSO Soeharso.

JamuDigital.Com- Media Jamu, Nomor Satu. Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57, pada Jum’at, 12 November 2021, menjadi istimewa bagi Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso, Surakarta, Jawa Tengah. Keistimewaan apakah gerangan?

"Ya, tahun 2021 ini, RSO Soeharso genap 70 tahun!" Demikian Direktur Utama Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta, Dr. dr. Pamudji Utomo, Sp.OT(K) di ruang kerjanya saat berbincang dengan Tim JamuDigital.Com pada Jum’at siang, 12 November 2021- tepat pada HKN 2021, sembari memberikan buku "70 Tahun RSO Soeharso, Berkembang Di Era Pandemi."

Menteri Kesehatan RI., Budi Gunadi Sadikin ketika memimpin upacara Hari Kesehatan Nasional ke-57, di Auditorium Siwabessy, Kemenkes Jakarta, menyebutkan program Kemenkes yaitu fokus pada 6 pilar transformasi kesehatan, yakni: transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan dan transfromasi teknologi kesehatan.

Sejalan dengan ini, Doktor Pamudji Utomo menjelaskan bahwa dalam memperingati 70 tahun- hari jadi Rumah Sakit Ortopedi (RSO) Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta dijadikan momentum untuk menggelorakan kembali dan merawat semangat the founding father, Prof. Soeharso.

"Semangat itu adalah membangun pusat unggulan pengembangan bidang ortopedi di Tanah Air bahkan dunia," ungkapnya dalam sambutan pada buku "70 Tahun RSO Soeharso."  

Salah satu tantangan, ketika terjadi pandemi COVID-19- yang melanda dunia, termasuk Indonesia, telah mengubah tatanan, pola interaksi, dan perilaku yang memerlukan kreativitas dan inovasi.

Merespon hal ini, lanjut Pamudji Utomo, bahwa pandemi yang mempercepat pergeseran paradigma dari analog ke serba digital, maka perlu penyesuaian dalam pengelolaan rumah sakit.

"Misalnya terwujudnya beberapa program seperti sistem pendaftaran online, melalui Sistem Integrasi Rawat Jalan (Siraja). Platform ini memberikan kemudahan bagi pasien untuk memilih dokter, waktu periksa, tanpa harus mengantre di loket. Harapannya, pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih prima," tambahnya.

Berikutnya, RSO juga mengembangkan platform paper less dan touchless untuk sirkulasi informasi khususnya data rekam medis. Apabila, semula data ini harus disimpan dalam ruang besar dengan rak-rak menjulang, kini cukup disimpan dalam server dengan ruang yang lebih sempit.

Digitalisasi rekam medis mempermudah akses data. Kini, mencari data cukup dengan mengetik nomor rekam medis dan semua akan keluar di monitor. Sebelumnya, petugas harus membuka satu per satu yang tentu menyita waktu banyak, apabila dilakukan kepada 300-400 pasien per hari.

Kemajuan ini meningkatkan efisiensi, meski pada tahap awal biaya investasinya cukup besar Namun, pada pengembangan berikutnya investasi ini mendukung RSO mengembangkan sistem mahadata untuk meningkatkan pelayanan dan terapeutik.

Tak hanya itu, RSO terus berbenah dengan mendekatkan diri pada khalayak melalui berbagai platform digital lainnya, seperti: fasilitas webinar, podcast. Youtube, dan lainnya. Ada pula layanan telemedicine yang memungkinkan pasien berkonsultasi jarak jauh.

Menurut Pamudji Utomo, manajemen rehabilitasi ortopedi juga makin maju. Kini, RSO mengembangkan teknik penggantian tulang dengan memanfaatkan tulang sapi yang disterilisasi dan dikombinasikan dengan sumsum. Selain itu, tulang pengganti juga dapat dibuat dari cangkang telur yang sumbernya tersedia melimpah di Indonesia.

RSO Soeharso juga mendorong, agar bangsa Indonesia dapat mengurangi ketergantungan impor alat kesehatan dengan memproduksi sendiri di dalam negeri. Sebagai contoh, alat untuk memperpanjang tulang bisa diproduksi di sini.

Pada usianya yang 70 tahun, RSO Soeharso diharapkan menjadi pusat unggulan atau center of excellence ilmu ortopedi di Tanah Air dan di kancah global, Pamudji Utomo menegaskan.

Gedung RSO Soeharso

Semangat Humanisme Prof. Soeharso

Soeharso merupakan sosok yang bersahaja dan peduli dengan orang-orang di bawahnya. Hal ini masih terekam jelas dalam ingatan dr. Sutopo, yang pernah mengikuti co-ass bareng Soeharso bahkan bekerja bersama selama beberapa tahun.

Dr. Sutopo mengisahkan dr. Soeharso selalu mengedepankan keselamatan dan masa depan pasien yang ditanganinya. Apabila melihat seseorang menjadi cacat akibat kecelakaan, Soeharso tak cukup hanya mengobati fisik. la bahkan ikut memulihkan mental, membina, dan membimbing serta membantu penempatan kerja pasien tersebut.

Tak jarang dr. Sutopo melihat Soeharso mendatangi atasan para pasiennya agar pasien diberi kesempatan kembali bekerja. Ia menjelaskan pasien tersebut kini menjadi difabel dan menjelaskan kemampuan yang dimilikinya.

Pamudji dan Karyanto

Keterangan Foto: Direktur Utama, RSO Soeharso, Doktor Pamudji Utomo menyerahkan buku ’70 Tahun RSO Soeharso’ kepada Karyanto, Founder JamuDigital.Com

Soeharso meminta kepada mereka, agar pasien jangan dikeluarkan. Menurut Soeharso, perusahaan atau pemilik usaha sebaiknya tidak melihat cacatnya tetapi melihat kemampuan pasien. Atas jasanya nama Prof. Dr. Soeharso diabadikan menjadi 10 nama lembaga di Indonesia.

RS Ortopedi juga terus mengikuti perkembangan ilmu ortopedi. RS Ortopedi senantiasa terus mengirimkan delegasi dalam setiap kongres ortopedi setiap dua tahun sekali. Pengiriman delegasi juga rutin dilakukan pada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan keilmuan ortopedi.

Hal inilah yang membuat RS Ortopedi Soeharso terus berkembang, baik dari segi sumber daya manusia maupun keilmuannya. RS Ortopedi kian optimistis menatap masa depan mengihidupkan kembali semangat Soeharso 70 tahun silam untuk mengembangankan layanan ortopedi yang terbaik bagi umat manusia. Demikian dikutip dari buku "70 Tahun RS Ortopedi Soeharso".

Selamat berkarya RSO Soeharso, menyehatkan masyarakat Indonesia. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: