Ramuan 5 Bumbu Dapur Tingkatkan Imunitas Tubuh
Tanggal Posting : Rabu, 5 Februari 2020 | 06:30
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 2700 Kali
Ramuan 5 Bumbu Dapur Tingkatkan Imunitas Tubuh
Tim JamuDigital saat membuat Ramuan 5 Bumbu Dapur untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Ketika musim pancaroba- peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, atau pada saat ada anggota keluarga yang sedang batuk, pilek dan atau pada kondisi lain, misalnya adanya potensi paparan bakteri/virus, maka tubuh kita perlu ditingkatkan daya tahan tubuhnya, ditingkatkan imunitasnya. Ternyata, ada banyak Bumbu Dapur yang dapat membantu mendongkrak imunitas tubuh. Masya Allah..!

Berikut ini, diuraikan tentang cara membuat Ramuan 5 Bumbu Dapur Versi JamuDigital, untuk Meningkatkan Imunitas/Daya Tahan Tubuh. Bumbu dapur yang digunakan adalah: Jahe, Bawang Putih, Temulawak, Kunyit, dan Jeruk Lemon.

Bahan/Bumbu Dapur yang diperlukan (untuk satu orang, di minum 2 kali- pagi dan sore):

  • Jahe: satu jari kelingking tangan
  • Bawang Putih: satu siung sedang
  • Temulawak: satu iris tipis
  • Kunyit: satu jari kelingking tangan
  • Jeruk Lemon: satu iris
  • Madu: dua sendok makan/secukupnya
  • Air mendidih: 100 ml

Persiapan menyediakan Bahan/Bumbu Dapur:

  • Jahe, Temulawak, Kunyit: dicuci dengan air bersih yang mengalir, ditiriskan, kemudian dikupas kulitnya
  • Bawang Putih: Kupas-buang kulit luarnya, dan ambil satu siung sedang
  • Jeruk Lemon: Cuci dengan air bersih mengalir, tiriskan, kemudian potong satu iris
  • Didihkan air bersih secukupnya sesuai kebutuhan

Proses Mengolah Ramuan 5 Bumbu Dapur versi JamuDigital untuk Meningkatkan Imunitas:

  • Masukkan irisan Jahe, Temulawak, Kunyit dan Bawang Putih ke dalam mesin blender
  • Masukkan air mendidih 100 ml ke dalam mesin blender
  • Hidupkan mesin blender sekitar 3 menit
  • Kemudian saring ke dalam gelas, dan buang ampasnya
  • Peras Jeruk Lemon, dan tambahkan madu 2 sendok makan (sesuai selera)
  • Diminum untuk dua kali: masing-masing sekitar 50 ml. Diminum saat masih hangat, lebih segar!

Jika tidak memiliki mesin blender, bahan-bahan tersebut diatas dapat ditumbuk sampai halus, aduk dengan air mendidih, kemudian disaring!

Berita Terkait: Mengusir Kelelawar, agar Terhindar Virus Corona

5 Bumbu Dapur

Informasi Kandungan & Manfaat
1. Jahe (Zingiber officinale Rosc.) memiliki komponen antimikroba/antibakteri. Jahe mengandung pati, minyak atsiri, serat, protein, vitamin, mineral, dan enzim proteolitik yang disebut zingibain. Rimpang Jahe mengandung minyak atsiri 2-3% (terdiri dari zingiberin, kemferia, limonen, bomeol, sineol, zingeberal, linalool, geraniol, kabikol, zingiberol, gingerol, feladren dan shogaol).

Jahe bermanfaat untuk: 1. Respiratory conditions (memiliki efek menghangatkan dan melegakan saat batuk, demam, flu, dan masalah pernafasan lainnya). 2. Circulatory Stimulant (Merangsang sirkulasi peredaran darah, sehingga penting untuk pengobatan bengkak dan gatal serta memperbaiki sirkulasi darah. 3.Untuk masalah pencernaan (untuk keluhan pencernaan, mual kembung, motionsickness-mabuk perjalanan, dan morning sickness- mual awal kehamilan.

Menurut hasil riset tahun 2011 yang dimuat di Journal of Microbiology and Antimicrobials, Jahe memiliki efektifitas meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jahe meningkatkan fungsi pernafasan dan imunitas tubuh, mencegah infeksi akibat bakteri.

Jahe dikenal memiliki sifat diaphoretic- memicu keluarnya keringat, sangat bermanfaat saat sedang demam, flu, sebagai proses detoksifikasi.

2. Bawang Putih (Allium sativum L). Bawang putih adalah sumber antioksidan, meningkatkan daya tahan tubuh, dikenal sebagai antibiotik alami. Zat yang terkandung dalam bawang putih ini dapat membantu mencegah perkembangan bakteri, jamur dan virus di dalam tubuh.

Bawang putih mengandung senyawa Allicin berfungsi sebagai zat anti bakteri, selain sebagai salah satu komponen biologis aktif yang paling esensial dan sangat besar kandungannya di dalam bawang putih.

Bawang putih juga dikenal sebagai anti bakteri yang baik bagi tubuh. Kandungan kimia dari Allium sativum L. yang memiliki aktivitas biologi dan bermanfaat dalam pengobatan adalah senyawa organosulfur, mengandung antara lain:

Senyawa S-ak(en)-il-L-Sistein sulfoksida (ACSOs), contohnya alliin dan γ-glutamilsistein, senyawa yang paling banyak terdapat dalam bawang putih. Alliin bertanggung jawab pada bau dan citarasa bawang putih, asam amino yang mengandung sulfur, dan digunakan sebagai prekusor allicin. Alliin dan senyawa sulfoksida yang lain, kecuali sikloalliin, segera berubah menjadi senyawa thiosulfinat, seperti allicin, dengan bantuan enzim alliinase ketika bawang putih segar dicincang, dipotong, maupun dikunyah secara langsung. Alliin memiliki potensi sebagai antibakteri.

3. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb). Mengandun Phelandren membantu melancarkan pengeluaran toksin dari tubuh melalui air kencing, Turmerol membantu melancarkan proses metabolism, Borneol membantu memulihkan kesehatan tubuh akibat penyakit.

Temulawak mengandung antioksidan yang mampu menghambat proses oksidasi terhadap molekul lainnya. Bahan aktif (anti-oksidan dan anti-edemic) dari kurkuminoid (kurkumin, dicinnamoyl - metana, bis - demethoxy - kurkumin, demethoxy curcumin) mendorong empedu dan mencegah pembentukan batu empedu.

Disamping itu temulawak juga memiliki sifat anti - inflamasi sehingga baik untuk mendukung penyembuhan hepatitis atau radang hati.

Rimpang temulawak mengandung kurkuminoid, minyak atsiri, pati, protein, lemak, selulosa, dan mineral. Pati merupakan komponen terbesar dalam rimpang temulawak. Pati biasanya berwarna putih kekuningan karena mengandung kurkuminoid.

Kurkuminoid adalah zat pemberi warna kuning pada temulawak dan kunyit. Dalam temulawak terkandung: juga ada tiga zat aktif yang terkandung dalam rimpang temulawak, yaitu: Germakron, antiradang dan menghambat pembengkakan, P-toluilmetillkarbinol dan seskuiterpen d-kamper, meningkatkan produksi dan empedu, Tumeron, antimikroba.

4. Kunyit (Curcuma longa Linn.) Turmeric dalah salah satu bahan makanan yang memiliki warna dan cita rasa yang khas. Selain digunakan sebagai bumbu, kunyit dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk mengatasi masalah kesehatan.

Kandungan zat-zat kimia yang terdapat dalam rimpang Kunyit: 1. Zat warna kurkuminoid- suatu senyawa diarilheptanoid 3-4% terdiri dari Curcumin, dihidrokurkumin, desmetoksikurkumin dan bisdesmetoksikurkumin. 2. Minyak atsiri 2-5% terdiri dari seskuiterpen dan turunan fenilpropana turmeron, kurlon kurkumol, atlanton, bisabolen, seskuifellandren, zingiberin, aril kurkumen, humulen. 3. Arabinosa, fruktosa, glukosa, pati, tanin dan dammar. 4. Mineral yaitu magnesium besi, mangan, kalsium, natrium, kalium, timbal, seng, kobalt, aluminium dan bismuth.

Kandungan kurkumin di dalam kunyit bisa mengganggu membran sel jamur dan dapat digunakan bersamaan dengan obat jamur lainnya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Manfaat kunyit yang paling populer adalah kemampuannya untuk melawan bakteri. Memiliki efek antibakteri yang kuat, kunyit bisa mencegah pertumbuhan beberapa bakteri penyebab penyakit.

Kurkumin adalah antioksidan kuat yang dapat menetralkan radikal bebas karena struktur kimianya. Selain itu, kurkumin meningkatkan aktivitas enzim antioksidan tubuh. Dengan cara itu, kurkumin memberikan perlawanan terhadap radikal bebas secara langsung, kemudian merangsang pertahanan antioksidan tubuh.

Manfaat tumbuhan. Bagian yang sering dimanfaatkan sebagai obat adalah rimpang; untuk, antikoagulan, antiedemik, menurunkan tekanan darah, obat malaria, obat cacing, obat sakit perut, memperbanyak ASI, stimulan, mengobati keseleo, memar dan rematik. Kurkuminoid pada kunyit berkhasiat sebagai antihepatotoksik (Kiso et al., 1983) enthelmintik, antiedemik, analgesic. Selain itu kurkumin juga dapat berfungsi sebagai antiinflamasi dan antioksidan.

5. Jeruk Lemon (Citrus limon). Buah ini dikenal dengan kandungan vitamin C-nya yang cukup tinggi. Meningkatkan daya tahan tubuh. Mengapa lemon bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh? Karena buah berwarna kuning ini mengandung vitamin C dengan jumlah yang tinggi dan flavonoid. Flavanoid merupakan salah satu antioksidan yang dapat melindungi tubuh kita dari bahaya radikal bebas

Sama halnya dengan buah citrus, lemon kaya akan vitamin C. Kandungannya bahkan lebih tinggi dibandingkan jeruk nipis, yakni dapat memenuhi memenuhi 88% kebutuhan harian per 100 gram. Asam sitrat merupakan asam organik yang paling melimpah di dalam lemon, dengan jumlahnya mencapai 47 gram/liter dalam sari buahnya.

Buah yang umumnya berwarna kuning segar ini juga mengandung senyawa fitokimia seperti: polifenol, terpenes, naringin, naringenin, hesperidin, diosmin, eriositrin, dan d-limonene. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: