BRIN Uji Klinis Suplemen Herbal untuk COVID-19
Tanggal Posting : Sabtu, 19 Februari 2022 | 08:45
Liputan : Redaksi JamuDigital.com - Dibaca : 2094 Kali
BRIN Uji Klinis Suplemen Herbal untuk COVID-19
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan PT Bintang Toedjoe melakukan uji klinis terhadap salah satu produk suplemen.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan PT Bintang Toedjoe melakukan uji klinis terhadap salah satu produk suplemen yang berbahan herbal asli Indonesia.

Tahapan awal uji klinis, yaitu site initiation visit, dilakukan pada Rabu, 16 Februari 2022, yang bertujuan untuk melihat efektivitas penggunaan suplemen herbal sebagai terapi pendamping bagi pasien yang terinfeksi Covid-19 dengan gejala ringan.

Berawal saat virus corona muncul di Indonesia tahun 2019, banyak masyarakat yang memanfaatkan obat herbal untuk menjaga daya tahan tubuh. Bahan herbal asli Indonesia ramai dibicarakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, di antaranya jahe merah, sambiloto, empon-empon dan lainnya.

PT Bintang Toedjoe, yang memproduksi jamu berbahan herbal, berinisiatif untuk melakukan penelitian terhadap pasien Covid-19. Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat efektivitas penggunaan suplemen herbal sebagai terapi pendamping bagi pasien yang terinfeksi Covid-19 dengan gejala ringan.

  • Berita Terkait: Persingkat Karantina Pasien COVID-19, Ini Alasan WHO
  • Berita Terkait: NOSTEO dan NOKILIR Dukung Final AFF 2020: TIMNAS INDONESIA vs THAILAND
  • Berita Terkait: Khasiat Tanaman Salam untuk Kesehatan

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mendukung upaya PT Bintang Toedjoe yang membuat produk bermanfaat bagi kesehatan yang berbasis dari kearifan lokal. "Persiapan dan proses kerja sama uji klinis dengan Bintang Toedjoe sudah dimulai sejak akhir 2020 di tengah pandemi," kata Handoko.

"Kerja sama ini menunjukkan upaya BRIN untuk penguatan riset obat berbasis biodiversitas lokal dan hilirisasinya untuk menjadi produk yang memenuhi standar dan regulasi yang berlaku," tambahnya.

Plt. Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi, Mego Pinandito, mengatakan uji klinis ini dilakukan untuk mengetahui khasiat dan keamanan dari suplemen herbal. "Uji klinik acak, terkontrol, tersamar ganda, untuk mengevaluasi khasiat dan keamanan pemberian suplemen herbal sebagai terapi adjuvan terhadap pengobatan standar pasien Covid-19 gejala ringan yang rawat inap," kata Mego.

Kerja sama pelaksanaan uji klinis ini, menurut Mego, merupakan salah satu upaya penguatan ekosistem riset dan inovasi yang dilaksanakan oleh BRIN. Kegiatan ini juga merupakan salah satu dari delapan program utama dari BRIN untuk memberikan fasilitasi riset dan inovasi kepada seluruh stakeholder. 

"Salah satu kegiatan riil dari penguatan ekosistem riset dan inovasi adalah adanya pelaksanaan uji klinik ini. Uji klinik ini adalah yang pertama dari program uji klinik BRIN yang secara menyeluruh tahun pertamanya dilaksanakan pada tahun ini," tambah Mego.

Menurut Mego, keberhasilan pelaksanaan uji klinik ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya dari PT Bintang Toedjoe, CRO, rumah sakit, tim dokter yang bertugas sebagai peneliti uji klinik dan dukungan penuh dari periset-periset unggul di Indonesia.

Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe, Fanny Kurniati, memaparkan bahwa, "Sudah 10 tahun Bejo Jahe Merah turut serta menjaga kesehatan masyarakat Indonesia. Harapannya dengan uji klinis ini, Bejo Jahe Merah dapat berkontribusi lebih bagi dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia bahkan di dunia internasional." (Sumber Berita: https://tekno.tempo.co/read/1561797/brin-dan-bintang-toedjoe-uji-klinis-produk-suplemen-herbal-covid-19/full&view=ok ) Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2024. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: