Pangan Sehat Bergizi Selama Isolasi Mandiri
Tanggal Posting : Senin, 26 Juli 2021 | 09:25
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 335 Kali
Pangan Sehat Bergizi Selama Isolasi Mandiri
Berikut ini tips konsumsi pangan sehat bergizi selama isolasi mandiri.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Melakukan karantina mandiri atau isolasi mandiri perlu didukung konsumsi pangan bergizi seimbang. Pangan gizi seimbang tersebut dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga dapat mencegah atau mempercepat penyembuhan COVID-19. 

WHO telah menerbitkan panduan baru tentang cara konsumsi pangan secara sehat selama karantina mandiri COVID-19 untuk membantu menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat. Dokumen ini memberikan tips konsumsi pangan sehat saat dianjurkan untuk tinggal di rumah dan mungkin kurang memiliki kesempatan untuk mengkonsumsi makanan segar dan beraktifitas fisik.

1. Bijak dalam perencanaan pembelian makanan – Beli sesuai kebutuhan

Perilaku panic buying akan merugikan banyak pihak seperti konsumsi makanan yang berlebihan, distribusi produk yang tidak merata termasuk kenaikan harga pangan. Oleh karena itu sebelum membeli pangan penting untuk mempertimbangkan kebutuhan Anda sendiri dan anggota keluarga lain. 

Anda mungkin merasa perlu membeli pangan dalam jumlah besar, tetapi pastikan untuk mempertimbangkan dan memanfaatkan apa yang sudah ada di dapur rumah Anda, terutama pangan dengan umur simpan yang pendek. Dengan cara ini Anda dapat menghindari pemborosan makanan (food waste) dan memberikan peluang orang lain memperoleh pangan yang mereka butuhkan.

2. Prioritaskan konsumsi pangan segar

Utamakan konsumsi pangan segar terlebih dahulu seperti buah-buahan, sayuran, dan produk susu dibandingkan pangan lainnya. Buah-buahan dan sayuran merupakan sumber vitamin, serat dan mineral alami yang penting bagi tubuh. Tubuh Anda sangat membutuhkan mineral dan serat untuk kesehatan dan fungsi kekebalan tubuh yang normal. Usahakan untuk konsumsi sekitar 400 gram buah dan sayuran setiap hari. 

3. Berkreasi dengan berbagai resep masakan rumahan

Ritme kehidupan kota besar seringkali membuat banyak orang tidak memiliki waktu untuk menyiapkan makanan rumahan dan terjebak pada makanan instan dan makan di luar. Selama pandemi COVID-19, banyak orang mengisi kesibukannya dengan kembali ke dapur dan menyalurkan hobi memasak, dengan mencoba berbagai aneka resep makanan. 

Manfaatkan kekayaan informasi yang tersedia, dan bereksperimenlah dengan bahan-bahan yang dapat Anda akses, tetapi ingatlah untuk mengingat prinsip-prinsip gizi seimbang dengan membatasi makanan dan minuman yang tinggi lemak, gula dan garam. 

4. Batasi konsumsi gula, garam dan lemak

Pangan olahan dapat menjadi alternatif apabila terdapat kesulitan akses pangan segar. WHO merekomendasikan batasan konsumsi garam, gula dan lemak. Konsumsi garam direkomendasikan kurang dari 5 gram per hari (setara 1 sendok teh). Anda juga dapat mempertimbangkan untuk membilas makanan kaleng seperti sayuran dan kacang-kacangan, untuk menghilangkan risiko kelebihan garam. 

Di banyak negara, 50-75% asupan garam berasal dari makanan yang kita makan, bukan dari garam yang kita tambahkan. Bereksperimenlah dengan bumbu dan rempah segar atau kering untuk menambah rasa. WHO merekomendasikan konsumsi gula bebas adalah 5% dari total asupan energi untuk orang dewasa (sekitar 4 sendok makan ̴ 50 gram). 

Jika Anda mendambakan sesuatu yang manis, buah segar harus selalu menjadi pilihan utama. Buah-buahan beku, buah-buahan kalengan dalam jus daripada sirup, dan buah-buahan kering tanpa tambahan gula juga merupakan pilihan yang baik.

WHO juga merekomendasikan untuk membatasi asupan lemak total hingga kurang dari 30% (atau sekitar 67 gram setara 5 sendok makan minyak) dari total asupan energi. Untuk mencapai hal ini, pilihlah metode memasak yang membutuhkan lebih sedikit atau tanpa lemak, seperti mengukus, memanggang, atau menumis daripada menggoreng makanan. 

Pilihlah makanan yang mengandung sumber lemak tak jenuh, yang lebih sehat, seperti ikan dan kacang-kacangan. Batasi konsumsi lemak jenuh seperti sumber lemak dari daging, jeroan dan konsumsilah ayam atau bebek tanpa kulit.

Badan POM telah menerbitkan Peraturan Badan POM No.31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan terkait kewajiban pencantuman Informasi Nilai Gizi (ING) pada label pangan olahan dan Peraturan BPOM No.22 Tahun 2019 tentang Informasi Nilai Gizi Pada Label Pangan Olahan dimana terdapat logo.

Pilihan Lebih Sehat untuk membantu konsumen memilih produk pangan yang lebih sehat dibandingkan dengan produk sejenis yang dikonsumsi dalam jumlah wajar. Pencantuman logo ini ditetapkan secara bertahap dan telah tersedia untuk minuman siap konsumsi, pasta instan dan mi instan.

5. Manfaatkan opsi layanan pengiriman online

Meskipun konsumsi pangan yang dimasak sendiri harus diprioritaskan, saat ini tersedia banyak opsi layanan pengiriman bahan pangan danpangan siap saji secara online.  Layanan inimendukung tindakan karantina mandiri dan isolasi karena tidak memerlukan kontak dan interaksi manusia. Untuk pengiriman dan transportasi pangan, penting untuk menjaga pangan pada suhu yang aman (di bawah 5 °C atau di atas 60 °C).

6. Kontrol ukuran porsi

Mengontrol porsi makanan Anda yang tepat ternyata mampu menyeimbangkan energi dan menghindari konsumsi pangan yang berlebihan. Panduan Kementerian Kesehatan tentang porsi pangan gizi seimbang “Isi Piringku” terdiri dari setengah porsi piring makan, terdiri dari sayur dan buah-buahan dengan beragam jenis dan warna. 

Seperempat piring makan diisi dengan sumber protein, yang dapat berupa telur, ikan, ayam atau kacang-kacangan. Seperempat piring makan dipenuhi dengan karbohidrat dari biji-bijian utuh, nasi merah, gandum utuh, atau pasta. Konsumsi air putih yang cukup (minimal 8 gelas sehari). Susu dapat dikonsumsi hingga 2 gelas per hari, jus sekitar satu gelas per hari, dan hindari minuman dengan kandungan gula tinggi.

7. Terapkan 5 kunci keamanan pangan

Keamanan pangan merupakan prasyarat untuk ketahanan pangan dan pola konsumsi pangan yang sehat. Saat menyiapkan pangan untuk diri sendiri dan orang lain, penting untuk mengikuti praktik kebersihan makanan yang baik untuk menghindari kontaminasi makanan dan penyakit bawaan makanan. Prinsip 5 kunci keamanan pangan meliputi menjaga kebersihan tangan, dapur, dan peralatan masak Anda. 

Kedua, Memisahkan makanan mentah dan matang, terutama daging mentah dan produk segar. Ketiga, masak makananmu dengan matang. Keempat menyimpan pada suhu yang aman, baik di bawah 5 °C atau menyajikan di atas 60 °C. Kelima menggunakan air dan bahan baku yang aman. (Sumber Berita: https://www.pom.go.id/new/view/more/berita/22900/Pangan-Sehat-Bergizi-selama-Isolasi-Mandiri.html). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: