Ini Dia Hasil Uji Klinis Kombinasi Obat COVID-19
Tanggal Posting : Kamis, 20 Agustus 2020 | 08:42
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 285 Kali
Ini Dia Hasil Uji Klinis Kombinasi Obat COVID-19
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI, Andika Perkasa menyerahkan laporan hasil uji klinik obat COVID-19 kepada Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito, pada Rabu 19 Agustus 2020.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Ada tiga kepatuhan yang harus diikuti saat menjalankan uji klinik. Yaitu: 1. Kepatuhan protokol yang disetujui komite etik dan Badan POM. 2. Kepatuhan uji klinik yang baik sesuai standar internasional.3. Kepatuhan pada etika penelitian kedokteran.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI, Andika Perkasa menyerahkan laporan hasil uji klinik obat COVID-19- hasil kerjasama TNI AD, BIN, dan UNAIR kepada Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito, pada Rabu 19 Agustus 2020.

Terhadap hasil uji klinik tersebut akan dilakukan evaluasi untuk dapat menyimpulkan, apakah uji klinik tersebut valid atau tidak, dan mengetahui apakah obat kombinasi tersebut lebih baik daripada obat standar yang digunakan.

Badan POM telah dan akan terus mendampingi seluruh tahapan uji klinik yang dilakukan. "Badan POM bertindak tegas dalam mempertimbangkan aspek kesahihan dan validitas hasil uji klinik" tegas Kepala Badan POM, sebagaimana dimuat di website Badan POM.

"Aspek kredibilitas perlu dibangun karena setiap keputusan Badan POM adalah keputusan publik. Badan POM sangat mengutamakan evidence khususnya dalam menilai suatu obat karena itu sangat berisiko bagi kesehatan masyarakat," ungkapnya lebih lanjutnya.

Badan POM menyambut baik atas usaha bersama untuk segera mengatasi krisis pandemi COVID-19. "Melindungi bangsa adalah prioritas Kami. Kredibilitas Badan POM dalam melakukan pengawasan Obat dan Makanan juga telah diakui internasional," tegas Kepala Badan POM.

Berita Terkait: Penjelasan Badan POM Tentang Hasil Uji Klinik Obat COVID-19 

Ka.BPOM dan KASAD

Harapan Berbagai Pihak

Jenderal TNI, Andika Perkasa menegaskan komitmennya untuk mengawal pengembangan obat COVID-19. Beliau menjelaskan bahwa TNI AD telah menerima hasil uji klinik pada 15 Agustus 2020 dan siap untuk mengikuti seluruh arahan dan koreksi Badan POM terkait pengembangan obat ini.

Sejalan dengan KSAD, Sekretaris Utama BIN, Bambang Sunarwibowo menyatakan apresiasi kepada Badan POM yang telah melakukan pendampingan dari awal hingga akhir dalam pengembangan obat ini.

Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19, Ali Ghufron menjelaskan bahwa inisiatif pengembangan obat ini perlu mendapatkan apresiasi. Beliau menjelaskan bahwa segala rekomendasi Badan POM untuk perbaikan akan dilakukan, baik perbaikan critical, substansial, maupun superfisial.

Sedangkan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena berharap Badan POM dapat memberikan jalan keluar terkait pengembangan obat COVID-19 ini.

Anggota Komnas Penilaian Obat, Rianto Setiabudi mengatakan bahwa harus mengikuti tiga kepatuhan dalam menjalankan uji klinik. Yaitu: Kepatuhan protokol yang disetujui komite etik dan Badan POM, Kepatuhan uji klinik yang baik sesuai standar internasional, dan Kepatuhan pada etika penelitian kedokteran.

Rianto Setiabudi menambahkan bahwa setiap pihak perlu memperhatikan keselamatan subjek dalam melakukan uji klinik- yang berarti juga menjaga keselamatan warga negara.

Sejalan dengan hal tersebut, Tim Pakar Medis Satgas COVID-19 BNPB, Akmal Taher menuturkan, bahwa jika uji klinik megikuti aturan tersebut, dipastikan akan mendapatkan hasil yang valid. Redaksi JamuDigital.Com. 


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: