Indonesia Perlu Miliki Indeks Biodiversitas Nasional
Tanggal Posting : Senin, 1 Februari 2021 | 06:22
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 636 Kali
Indonesia Perlu Miliki Indeks Biodiversitas Nasional
Tren penurunan keanekaragaman hayati, tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga terjadi di tingkat global.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati (biodiversitas) terbesar kedua di dunia. Namun, hingga kini Indonesia belum memiliki indikator nasional untuk mengukur aktivitas konservasi keanekaragaman hayati yang dimiliki.

Menurut Dekan Fakultas Biologi UGM, yang juga Ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI), Prof. Dr. Budi S. Daryono., M. Agr., Sc. bahwa Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI) sangat diperlukan untuk mengukur tren biodiversitas nasional. Data IBI ini dibutuhkan untuk mendorong pemerintah pusat dan daerah lebih  giat melakukan konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia.

Prof. Budi Daryono menjelaskan meskipun sebelumnya Indonesia menerapkan Convention on Biodiversity (CBD) dan Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai landasan aksi konservasi hayati. Namun, status dan tren penurunan populasi masih terus berlanjut dan kian memprihatinkan.

Kondisi itu terjadi akibat pertumbuhan penduduk dan peningkatan jumlah konsumsi serta perdagangan beragam tumbuhan dan satwa liar sebagai salah satu komoditas.

Tren penurunan keanekaragaman hayati, dikatakan Budi, tidak hanya terjadi di tanah air saja. Penurunan keanekaragaman hayati juga terjadi di tingkat global. Data Living Planet Index (LPI) tahun 1970 - 2016 menyebutkan bahwa persentase rerata penurunan populasi pada mamalia, burung, amfibi, reptil dan ikan mencapai 68 persen di dunia.

"Untuk itu penting menginisasi Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI) ini untuk mengukur tren biodiversitas nasional," tandasnya pada Selasa, 24 November 2021.

Indeks biodiversitas atau indeks keanekaragaman spesies merupakan indeks yang menyatakan susunan ekosistem dan komunitas penyusunnya serta kestabilan suatu ekosistem.  Indeks ini tidak hanya berupa makna, namun mengandung nilai dan konsep pelestarian keanekaragaman hayati di dunia.

Dunia internasional menyebutnya sebagai global living index yang merupakan hasil kolaborasi peneliti biodiversitas internasional dengan lembaga konservasi global.

Mengingat pentingnya menghimpun data keanekaragaman hayati nasional ini, KOBI melalui Komite Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI)  menginisiasi IBI. Upaya tersebut dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional pada 5 November 2020 lalu.

Budi menyebutkan perlunya dikembangkan Bioeconomy yaitu sistem ekonomi hayati yang berbasis pada produksi sumber daya hayati terbarukan. Selain itu, konversi sumber daya alam dan limbah produksinya menjadi suatu produk yang bernilai tinggi dengan menerapkan prinsip ekonomis sirkular untuk meminimalkan penggunaan sumber daya serta energy, agar diperoleh hasil yang optimal dan menekan kerusakan lingkungan.

Sumber Berita: https://ugm.ac.id/id/berita/20405-indonesia-belum-miliki-indeks-biodiversitas-nasional. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: