Balai Bioteknologi Berikan Pelatihan Perbanyakan Tanaman Jati Secara Ex Vitro di Yogyakarta
Tanggal Posting : Rabu, 17 November 2021 | 08:23
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 167 Kali
Balai Bioteknologi Berikan Pelatihan Perbanyakan Tanaman Jati Secara Ex Vitro di Yogyakarta
Acara Bakti Inovasi Teknologi Perbanyakan Tanaman Jati Secara Ex Vitro bekerja sama dengan Komisi VII DPR RI., Minggu, 14 November 2021.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Berupaya mengangkat potensi pertanian dan perkebunan yang ada di Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul Jawa Tengah, Balai Bioteknologi melalui Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (OR PPT BRIN) gelar Bakti Inovasi Teknologi Perbanyakan Tanaman Jati Secara Ex Vitro bekerja sama dengan Komisi VII DPR RI., Minggu, 14 November 2021.

Anggota Komisi VII DPR RI., Gandung Pardiman yang hadir dalam acara tersebut menyambut baik upaya Balai Bioteknologi yang mendukung bidang pertanian di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di Kecamatan Imogiri.

“Saya berterima kasih BRIN melalui Balai Bioteknologi telah menghadirkan inovasi yang dibutuhkan masyarakat melalui teknologi ex vitronya. Disini yang hadir banyak dari kalangan anak muda karena kita ingin melahirkan inovator milenial dan menjadi petani milenial. Saya harap dari pelatihan perbanyakan tanaman hari ini, akan ada milenial yang berhasil menerapkan teknologi ex vitro tidak hanya pada tanaman jati saja, tapi pada tanaman lainnya”, ungkapnya.

Di kesempatan yang sama Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BIRN, Mego Pinandito mengatakan bakti inovasi ini merupakan bentuk pertanggungjawaban dan sosialisasi kepada masyarakat.

Inovasi dan layanan teknologi merupakan luaran utama dan ukuran kinerja BRIN dalam rangka kontribusi pada pembangunan nasional. Dengan keberhasilan Balai Bioteknologi OR PPT BRIN yang mengembangkan teknik perbanyakan tanaman ex vitro ini, upaya ini diharapkan dapat menjadi penyumbang peningkatan perekonomian masyarakat sekitar.

“Kita mulai dengan jati sebagai tanaman yang memiliki nilai tinggi dari segi ekonomi maupun budaya bagi masyarakat Jawa, melihat umumnya bangunan utama di Jawa dibuat dari kayu jati. Namun apabila ada kayu jenis lain asli dari Kabupaten Bantul, kami siap dukung dalam perbanyakannya”, tuturnya.

Sementara itu Penanggungjawab Bidang Kesehatan dan Pangan OR PPT BRIN Soni Solistia Wirawan mengatakan Teknik perbanyakan tanaman secara ex vitro memiliki cara kerja yang dapat dianalogikan seperti mesin foto copy.

“Dianalogikan seperti mesin foto copy artinya bisa membuat bibit dengan sifat seperti induknya dalam waktu yang relatif pendek, murah, dan mudah. Tidak hanya untuk tanaman jati saja sebetulnya, tapi juga bisa untuk beberapa jenis tanaman kehutanan lain seperti jabon dan eucalyptus, tanaman hortikultura seperti kentang, jahe merah, satoimo, tanaman buah, serta tanaman perkebunan seperti lada dan kopi”, sebutnya.

Pada kegiatan ini, selain memberikan pelatihan teknik dan cara perbanyakan tanaman Jati secara ex vitro kepada masyarakat sekitar yang berjumlah 50 orang, Balai Bioteknologi juga memberikan benih tanaman jati dengan total 500 tanaman, serta 50 paket formulasi ex vitro berupa hormon pemacu pertumbuhan akar dan tunas, vitamin untuk pertumbuhan bibit tanaman, hingga pupuk hayati berbahan aktif mikoriza arbuscular.

Diharapkan dari kegiatan ini masyarakat yang hadir dapat menciptakan startup bisnis di bidang pertanian yang mampu menghadirkan benih tanaman unggul dengan berbasis teknologi perbanyakan tanaman secara ex vitro. (Sumber Berita: https://www.bppt.go.id/berita-bppt/balai-bioteknologi-brin-berikan-pelatihan-perbanyakan-tanaman-jati-secara-ex-vitro-di-yogyakarta). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: