Akupuntur dan Bahan Alam untuk Imunitas
Tanggal Posting : Senin, 22 Juni 2020 | 10:28
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 280 Kali
Akupuntur dan Bahan Alam untuk Imunitas
Akademi Akupunktur Surabaya mengadakan webinar bertajuk Akupuntur dan Obat Bahan Alam dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh- dilaksanakan pada Minggu, 21 Juni 2020.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Webinar Akademi Akupunktur Surabaya bertajuk "Akupuntur dan Obat Bahan Alam dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh" dilaksanakan pada Minggu, 21 Juni 2020. Menampilkan empat pembicara yang kompeten.

Mereka adalah: 1. dr. Harjanto Widyaatmaja, M.Ac., dengan tema "Dasar Pemikiran Immunologi pada TCM", 2. Prof. Koosnadi Saputra, dr.Sp. Rad., dengan tema "Immune System on Acupunture", 3. Raymond R. Tjandrawinata, Ph.D, D.Sc, dengan tema "Peran Immunomodulator dan Antiviral Antioxidan dalam Penanganan COVID-19", 4. dr. Fenny Yunita, M.Si., Ph.D, dengan tema "Chinese Herba for Immune System".

Raymond R. Tjandrawinata- Molecular Pharmacologist Dexa Group pada kesempatan ini, antara lain membahas tentang OMAI (Obat Modern Asli Indonesia) dari Meniran. Ekstrak tanaman Phyllanthus niruri L (Meniran) yang memiliki khasiat sebagai immunomodulator.

"Satu-satunya immunomodulator alami yang mendapatkan sertifikasi FITOFARMAKA, sehingga diklasifikasikan sebagai OMAI. Sudah teruji klinis pada pasien Indonesia baik untuk uji pencegahan sampai terapi pengobatan," Raymond Tjandrawinata menjelaskan.

Selanjutnya dijelaskan mekanisme kerja OMAI-Meniran. Imunitas tubuh itu dibagi menjadi tiga yaitu: 1. Barrier fisik/kimia (Kulit, Lapisan Mukosa, Enzim, Flora Mikroba Alami), 2. Sistem imun nonspesifik (Fagositosis (Sel NK, Granulosit, Makrofag, Neutrofil), Sistem Imun Spesifik (Antibodi IgG, IgM, Limfosit Sel T Sel B).

Stimuno sudah teruji klinis untuk beberapa kasus, antara lain: Kasus TB paru, ISPA (infeksi saluran pernapasan bagian atas), Hepatitis B, Herpes zoster,  Kandidiasis vagina, Infeksi varicella.

Profil Keamanan: Toksisitas sub-kronis- Penggunaan selama 12 minggu pada dosis anjuran tidak menunjukkan kelainan patologis & histopatologis pada organ-organ vital, Toksisitas kronis- Penggunaan selama 6 bulan pada dosis anjuran tidak menunjukkan kelainan patologis & histopatologis pada organ-organ vital, Hasil uji klinik- Pemberian selama 6 bulan pada pasien TB tidak menimbulkan efek samping yang bermakna dibandingkan obat kontrol aktifnya. Ini hasil uji klinik immunomodulator yang datanya paling lama, Raymond Tjandrawinata mengisahkan.

Dalam ringkasan materinya, Raymond Tjandrawinta, memaparkan sebagai berikut:

  • COVID-19 adalah penyakit dari virus SARS-COV-2 yang sangat virulen
  • Untuk mengatasi COVID-19 yang tidak parah bisa digunakan immunomodulator dan antioxidant antiviral.
  • Pemilihan Immunomodulator harus didasari dengan bukti yang jelas dan terpublikasi
  • Mekanisme kerja: Uji Klinis, Aspek keamanan, Pastikan mutu produk yang dibeli dibuat oleh pabrikan yang bersertifikat CPOB dari BPOM.

Sementara itu, Dr. Fenny Yunita, M.Si., Ph.D. mengawali presentasinya dengan menjelaskan strategi terapi dalam TCM, kemudian dijelaskan berbagai formula TCM yang digunakan untuk pencegahan COVID-19.

Hal menarik yang dikemukakan Dr. Fenny Yunita antara lain, sejumlah saran:

  • Menyingkirkan Penghalang Kesembuhan: Manajemen Stres: Olahraga, Meditasi, Seni, Hubungan dengan keluarga dan teman, Alam.
  • Memperbaiki Kualitas Tidur: Kurangi kafein, makanan yang merangsang & pedas, Mandi air hangat sebelum tidur, Minum teh yang menenangkan: chamomile, chrysanthemum, skullcap, lavender, lemonbalm, licorice.
  • Gerakkan Tubuh untuk Menggerakkan Aliran dan Sistem Limfatik dalam Tubuh, Olahraga ringan 30 menit sehari

Makanan yang menyehatkan dan Mengharmoniskan limpa lambung. Makan Teratur: Porsi kecil, teratur dapat memperkuat Qi limpa, Mengatur kadar gula, mengurangi stres pada sistem dan pencernaan.

Jangan Berlebihan: Makan berlebihan dapat memberatkan sistem pencernaan yang menyebabkan stagnasi dan lembap, Makan hanya disiapkan 1 porsi, tidak tambah,  Kunyah yang lama minimal 30 kali, Bernafas Panjang untuk menenangkan.

Hindari Makanan yang Sulit Dicerna: Makanan mentah dan dingin, makanan langsung dari kulkas dapat melemahkan api lambung dan fungsi pencernaan, perlu Qi lambung lebih untuk mencerna. 

Makanan yang menyehatkan dan mengharmoniskan limpa lambung:

  • Hindari makanan yang mencetuskan hangat dan lembap, pedas, amis, berlemak (saos, eskrim), produk olahan susu, udang, gula & pemanis buatan, alkohol.
  • Perhatikan cara masak: Hindari menggoreng, memanggang, penggunaan lemak hewan berlebihan.
  • Konsumsi makanan yang mudah dicerna: Sop, sayuran, bubur.
  • Konsumsi makanan yang bersifat netral atau sedikit hangat: Gandum, kacang-kacangan (beans, nuts), polong, biji, wortel , labu, jamur. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: