Vaksinasi Upaya Negara Lindungi Masyarakat
Tanggal Posting : Rabu, 25 November 2020 | 06:57
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 153 Kali
Vaksinasi Upaya Negara Lindungi Masyarakat
Vaksinasi sangat penting untuk anak dan orang dewasa. Vaksin menjaga kita, agar tetap sehat dan produktif.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Pakar kesehatan terus mengkampanyekan vaksinasi/imunisasi kepada masyarakat, karena merupakan  cara paling ampuh mencegah penyebaran penyakit menular dan berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan terus meyakinkan masyarakat agar tidak takut divaksin, karena vaksin sudah melewati uji klinis dan pemastian keamanan serta kemanjurannya. Namun, masih ada sebagian kecil masyarakat yang masih enggan divaksin dan masih mendapatkan informasi yang kurang tepat tentang vaksin.

Dokter Spesialis Anak, dr. Endah Citraresmi, Sp.A (K), dari Yayasan Orang Tua Peduli  mengatakan, "Pada prinsipnya, vaksinasi akan membuat seseorang memiliki kekebalan tubuh sehingga tidak perlu melalui fase sakit saat diserang virus atau bakteri tertentu. Hal ini tentu berbeda dengan kekebalan alami tubuh yang muncul setelah seseorang diserang penyakit."

Pada kondisi tersebut, lanjutnya, perlu ada fase sakit dulu sampai akhirnya sembuh dan kebal, urainya pda ’Dialog Produktif bertema Imunisasi Aktif: Mewujudkan Kualitas Hidup yang Lebih Baik’, yang digelar Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa, 24 November 2020.

dr. Endah menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi tidak benar mengenai vaksin dan imunisasi. Vaksin yang sudah beredar telah ipastikan keamanannya.

Karena proses produksi vaksin telah melalui tahapan-tahapan yang sesuai prosedur keamanan, dimulai dari pra uji klinik pada hewan, dilanjutkan dengan tiga tahap uji klinik pada manusia, hingga akhirnya mendapat izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Berita Terkait: Pemerintah Siapkan Sistem Satu Data Vaksinasi COVID-19 

Berita Terkait: Info Lengkap Obat Modern Asli Indonesia

Saat vaksin beredar di masyarakat, BPOM dan Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) tetap dan terus memantau vaksin tersebut. Sebagai contoh pemantauan, laporan KIPI dari catatan vaksinasi MR fase 1 tahun 2018 memperlihatkan, sangat sedikit sekali kejadian ikutan pasca imunisasi yang terkait langsung dengan pemberian vaksin.

"Laporan KIPI hanya 255 dari 35 juta dosis vaksin, dan ternyata setelah diperiksa hanya 18 kasus yang berhubungan langsung dengan imunisasi, yang lainnya adalah kebetulan", terang dr. Endah.

dr. Endah menyebutkan, kejadian ikutan yang paling umum terjadi pasca imunisasi adalah eaksi ringan seperti nyeri dan bengkak di sekitar lokasi penyuntikan. Reaksi ini alamiah dan bisa  sembuh dalam waktu singkat. Dibandingkan dengan reaksi ringan tersebut, manfaat vaksin jauh lebih besar.

"Penyakit berat yang bisa mengakibatkan kecatatan dan kematian, kita buat vaksinnya. Itulah kenapa angka kematian balita di Indonesia jauh menurun dibandingkan sebelum ditemukan vaksin. Misalnya pada kasus pneumonia di Indonesia yang turun karena sudah ditemukan vaksinnya, dan itu adalah penyakit yang paling banyak menimbulkan kematian pada balita", ungkap dr. Endah.

dr. Endah pun menegaskan. "Pada intinya, tidak ada pemerintah manapun yang mau mengorbankan warga negaranya. Semua negara baik negara maju maupun negara berkembang membuat vaksin. Sebenarnya negara sudah menjamin keamanan vaksin. Bahkan negara tetap aktif memantau keamanan vaksin untuk melindungi warga negaranya".

"Vaksin ini sangat penting, tidak hanya untuk anak tapi juga bagi orang dewasa dan lansia. Dengan vaksin kita menjaga agar kita tetap sehat dan produktif, dan untuk anak-anak kita, vaksin berguna agar tumbuh kembangnya menjadi lebih baik", tutup dr. Endah. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL, MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: