Uji Klinis Jamu Indonesia kepada Pasien COVID-19
Tanggal Posting : Rabu, 20 Mei 2020 | 23:42
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 1348 Kali
Uji Klinis Jamu Indonesia kepada Pasien COVID-19
Menristek/Kepala BRIN, Bambang PS Brodjonegoro saat peluncuran produk inovasi bertajuk Kebangkitan Inovasi Indonesia, Rabu, 20 Mei 2020.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Inilah program Uji Klinis Formula Imunomodulator-Jamu Indonesia kepada Pasien COVID-19 di Rumah Sakit Wisma Atlet, Jakarta- yang merupakan salah satu dari sembilan produk inovasi untuk penanganan COVID-19- yang diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Jamu untuk imunomodulator yang akan diuji klinis terdiri dari empat simplisia, yaitu: Jahe merah, Sambiloto, Meniran dan Daun Sembung. Jika proses uji klinisnya lancar, maka diharapkan akan selesai pada Agustus 2020.

Pada Rabu, 20 Mei 2020, Presiden Joko Widodo meluncurkan 55 produk inovasi COVID-19 dari Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional (Ristek/BRIN)- sebagai momentum kebangkitan ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia.

Terdapat sembilan produk inovasi untuk penanganan COVID-19, yaitu: PCR Test Kit (alat tes PCR untuk diagnosa Covid-19), Rapid Test Kit (alat tes cepat untuk deteksi awal Covid-19), Ventilator karya BPPT, ITB, UI, UGM, PT Dharma, dan PT Poly Jaya, Produk Imunomodulator, Plasma Convalesence, Mobile Lab BSL-2, Artificial Intelligence untuk Deteksi Covid-19, Autonomous UVC Mobile Robot (AUMR), Purifying Respirator.

Berita Terkait: Presiden Jokowi Luncurkan 55 Produk Inovasi COVID-19

Berita Terkait: DPR MENDORONG OMAI untuk Kemandirian Obat Nasional

Menurut Masteria Yunovilsa Putra, Koordinator Kelompok Penelitian Drug Discovery and Development LIPI, kegiatan ini termasuk dalam Konsorsium COVID-19 Ristek/BRIN yang mana fokus pada peningkatan sistem imun pasien COVID-19.

"Saat ini untuk proses uji klinik akan kami fokuskan dulu untuk Rumah Sakit Wisma Atlet di Jakarta. Sedangkan untuk produksinya nanti akan diserahkan ke Kalbe Farma. Brand dari formula tersebut diberi nama Obat Tradisional Fatigon Promuno," jelasnya saat dihubungi Redaksi JamuDigital.Com pada Rabu malam, 20 Mei 2020.

Informasi yang diperoleh Redaksi JamuDigital.Com dari narasumber yang lain menyebutkan, bahwa karena PT. Kalbe Farma tidak memiliki fasilitas produksi obat tradisional, maka proses produksi Fatigon Promuno nantinya akan dimaklonkan (toll manufacturing) kepada PT Phytochemindo.

Model Riset Jamu untuk Pasien COVID-19

Bagaimanakah riset ramuan imunomodulator tersebut dilakukan?Redaksi JamuDigital.Com menghubungi salah satu anggota Tim Riset yang akan melakukan uji klinis, yaitu: apt. Prof. Dra. Zullies Ikawati, PhD.

"Disainnya adalah on top, di mana subyek yang memenuhi kriteria yaitu positif COVID-19 akan dibagi ke dalam tiga kelompok. Semuanya mendapat terapi standar, tetapi Kelompok 1 akan mendapat obat uji A + terapi standar, Kelompok 2 mendapat obat uji B + terapi standar, dan Kelompok 3 akan mendapat placebo dan terapi standar," jelasnya.

Paparan obat uji dilakukan selama 14 hari, lanjut Prof. Zullies Ikawati- yang merupakan Ketua Program Studi Magister Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi UGM ini, kemudian dilihat outcome-nya berupa kesembuhan.

Menristek/Kepala BRIN, Bambang PS Brodjonegoro menjelaskan bahwa peluncuran produk inovasi ini diharapkan jadi momentum menekan ketergantungan impor produk kesehatan. Makanya, diperlukan kolaborasi mulai dari kementerian, lembaga penelitian, perguruan tinggi, industri, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta.

Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 menggelar peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2020 dengan mengadakan acara peluncuran sejumlah hasil inovasi berupa produk yang akan digunakan untuk penanganan pandemi virus corona, bertajuk "Kebangkitan Inovasi Indonesia". Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: