Badan POM: Jamu Jaya di Negeri Sendiri dan Potensial Diekspor
Tanggal Posting : Rabu, 15 Juli 2020 | 19:21
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 162 Kali
Badan POM: Jamu Jaya di Negeri Sendiri dan Potensial Diekspor
Kepala Badan POM, Penny K. Lukito saat memberikan arahan FGD dan Bimtek Jamu, pada Rabu, 15 Juli 2020.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Badan POM memastikan produk Jamu yang diedarkan memenuhi aspek keamanan, khasiat, dan mutu. "Kita juga ingin meningkatkan, agar Jamu tidak hanya berjaya di tuan rumah sendiri, tetapi juga diekspor ke luar negeri," kata Kepala Badan POM saat memberikan arahan pada Focus Group Discussion (FGD) dan Bimbingan Teknis Jamu secara daring, pada Rabu, 15 Juli 2020.

Kegiatan ini dalam rangka pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta Usaha Jamu Gendong untuk meningkatkan keamanan dan mutu produk Jamu di masa pandemi COVID-19. Diikuti oleh peserta dari UMKM Jamu dan Usaha Jamu Gendong yang berada di Jawa Tengah, Yogyakarta, Banten, dan DKI Jakarta.

Kepala Badan POM RI., Penny K. Lukito saat membuka kegiatan ini- dari ruangan Badan POM Command Center menegaskan pelaku usaha Jamu Gendong dan UMKM Jamu perlu didukung secara optimal, karena menyangkut banyak aspek, diantaranya aspek budaya, ekonomi, sosial, dan kesehatan.

Aspek Budaya. Jamu merupakan bagian dari budaya yang harus dilestarikan. Para pelaku usaha Jamu Gendong adalah pahlawan kekinian, karena mereka berada di hilir untuk mengedarkan dan menyajikan Jamu, sehingga mendorong peningkatan permintaan dan menumbuhkan kesenangan masyarakat untuk minum jamu Indonesia.

Aspek Ekonomi. Pelaku usaha Jamu Gendong adalah bagian dari UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, terutama pada masa pandemi ini. Pemerintah menggalakkan program bangga buatan Indonesia yang bertujuan untuk mendukung pelaku usaha UMKM, agar berkembang dan dapat bergerak lebih luas, sehingga dapat berdampak pada ekonomi lokal dan mendukung ekonomi nasional.

Aspek Sosial. Usaaha Jamu akan mendukung kemandirian perempuan, karena sebagian besar pelaku usaha jamu gendong adalah perempuan. "Perempuan adalah aset bangsa yang dapat berkontribusi bagi negara. Sedangkan pada aspek kesehatan, pandemi ini menyadarkan pentingnya menjaga kesehatan dan menjaga daya tahan tubuh. Telah terbukti secara empiris bahwa herbal dapat meningkatkan efek daya tahan tubuh," tegas Kepala Badan POM sebagaimana dimuat di website Badan POM.

Terkait empat aspek tersebut, maka pelaku usaha Jamu dan UMKM Jamu membutuhkan dukungan berbagai pihak terkait. Badan POM memastikan produk Jamu yang diedarkan memenuhi aspek keamanan, khasiat, dan mutu. "Kita juga ingin meningkatkan, agar Jamu tidak hanya berjaya di tuan rumah sendiri tetapi juga diekspor ke luar negeri," harap Kepala Badan POM.

Berita Terkait: BPOM Adakan BimTek Jamu, Digitalisasi Pemasaran Jamu 

Pegembangan Jamu dan OMAI

Jamu adalah warisan budaya yang dibuat dengan memadukan keanekaragaman hayati, budaya, dan kearifan lokal. Jamu adalah kekayaan Indonesia yang perlu terus dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan. Peningkatan dari permintaan Jamu harus dikawal dengan memastikan produk Jamu memenuhi persyaratan keamanan, mutu, label dan iklan.

Pemerintah sangat peduli terhadap pengembangan obat herbal, yakni membuat Jamu menjadi Obat Modern Asli Indonesia (OMAI). Dalam hal ini, Badan POM berperan mendampingi riset dan hilirisasi produk secara bertahap, sehingga Jamu menjadi obat yang terbukti secara klinis. Tugas Badan POM menjadikan Jamu dapat diproduksi, didistribusi, dan dikonsumsi dalam kondisi baik dengan aman dan bermutu.

Pada tahun 2018 lalu, Badan POM telah menginisiasi program Orang Tua Angkat Jamu. Enam Industri Obat Tradisional yang telah berkomitmen menjadi Orang Tua Angkat bagi UMKM Jamu, berperan dalam melakukan pembinaan, fasilitasi sarana dan fasilitas, serta bantuan permodalan. Berlanjut pada Maret 2019, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bersama Kepala Badan POM telah melakukan "Pencanangan Kabupaten Sukoharjo Menuju Destinasi Wisata Jamu Indonesia".

Kabupaten Sukoharjo memiliki Sentra Jamu yang meliputi seluruh tahapan supply chain jamu dari hulu sampai ke hilir. Pada tahun 2020 ini, dalam rangka meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM Jamu, termasuk UMKM Jamu Gendong, Badan POM melaksanakan diskusi kelompok terpumpun, bimbingan teknis dan pendampingan usaha jamu gendong, serta stikerisasi dan penyerahan sertifikat bagi pelaku UMKM jamu yang telah mengikuti bimbingan teknis.

"Terus pertahankan kualitas, mutu, dan keamanan serta aspek higienis dan kebersihan. Apalagi dalam suasana pandemi ini. Ingat selalu untuk pakai masker, jaga jarak, sering cuci tangan, serta menggunakan sarung tangan dalam memproduksi dan menyajikan jamu." pesan Penny K. Lukito. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: