Uji Klinis Herbal untuk Pasien COVID-19 Dimulai
Tanggal Posting : Jumat, 12 Juni 2020 | 06:17
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 249 Kali
Uji Klinis Herbal untuk Pasien COVID-19 Dimulai
Uji Klinis Herbal untuk Pasien COVID-19 dimulai pada 8 Juni 2020, diharapkan selesai pada Agustus 2020.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Uji klinis obat herbal biodiversitas Indonesia sebagai imunomodulator untuk penanganan pasien COVID-19, yaitu Cordyceps militaris, dan kombinasi ekstrak jahe merah, meniran, sambiloto dan sembung, dimulai pada Senin, 8 Juni 2020.

Uji klinis dikoordinasi oleh Konsorsium COVID-19 Ristek/BRIN, diperkirakan akan selesai di Agustus 2020. "Kami melakukan kajian literatur terhadap produk herbal unggulan yang memiliki efektivitas, keamanan, dan memiliki nilai konten lokal serta ketersediaan bahan baku," jelas Sie Djohan, Direktur Kalbe Farma dalam keterbukaan informasi, Kamis, 11 Juni 2020.

Diharapkan, lanjut Sie Djohan, produk herbal itu bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam membantu memperkuat imunitas tubuh dan bermanfaat agar tetap produktif di saat new normal.

Berita Terkait:

Juni 2020: Uji Klinis Vaksin COVID-19 di Indonesia

Jamur Cordyceps dipercaya dapat menjaga sistem kekebalan tubuh dan mengobati gangguan pernapasan. Sebagai tanaman obat tradisional, Cordyceps mengandung banyak nutrisi, seperti protein, asam amino esensial, peptida, vitamin (B1, B2, B12, E, K), asam lemak, dan mineral serta zat aktif cordycepin dan adenosine.

Produk lain yang diujikan dalam uji klinis itu berasal dari kombinasi herbal yang berbahan dasar ekstrak jahe merah, meniran, sambiloto dan sembung. Bahan-bahan herbal alami Indonesia itu yang telah dipercaya mampu menjaga daya tahan tubuh tubuh. 

Uji klinis ini merupakan kerjasama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kalbe, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI). LIPI sebagai koordinator uji klinik obat Herbal Indonesia- bekerja sama dengan Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk melaksanakan uji klinik di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet dengan didukung oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Puskes TNI dan Litbangkes Kemenkes. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: