Samarium-153-EDTMP. Obat Nyeri untuk Kanker Tulang Metastase
Tanggal Posting : Rabu, 5 Januari 2022 | 02:47
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 3578 Kali
Samarium-153-EDTMP. Obat Nyeri untuk  Kanker Tulang Metastase
Produk T Bone KaeF ini mampu mengurangi rasa sakit tulang berkisar antara 60% hingga 80% bagi penderita kanker.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Pasien kanker dengan status terjadinya penyebaran sel kanker di tulang atau metastase seringkali mengalami rasa nyeri yang hebat. Pada umumnya pasien akan meminum obat pereda rasa nyeri untuk meredamnya. Kini ada terapi paliatif pereda nyeri bernama Samarium-153-EDTMP.

Pada umumnya pasien kanker stadium lanjut, akan terjadi penyebaran sel kanker ke tulang. Pasien akan merasakan nyeri yang sangat kuat dan biasanya dihilangkan dengan pain kliller berupa obat analgetik dari golongan narkotika seperti morfin. Itu sifatnya sementara, dan terkadang pasien jadi ketergantungan pada obat analgetik.

Menurut hasil penelitian dari Richard A. Holmes dan kemudian oleh W. F. Ooeckeler dan kawan-kawan (tahun 1980-an), bahwa Samarium-I 53 yang memancarkan sinar beta (energi 810, 710 dan 640 KeV) dan sinar gamma (103 KeV) dengan waktu paruh 46 jam.

Apabila direaksikan dengan senyawa ligand EDTMP maka akan membentuk senyawa kompleks. Dan sediaan tersebut memiliki sifat sebagai sediaan terapi kanker tulang metasis yang lebih baik dari senyawa-senyawa dengan radionuklida- -radionuklida lainnya. Ligand adalah senyawa kimia yang mempunyai satu atom donor elektron yang dapat digunakan untuk membentuk ikatan koordinasi dengan atom logam.

Sedangkan Etilen Diamin Tetra Metilen Phosphonate (EDTMP) adalah senyawa organofosfor yang diketahui secara selektifterkumpul dalam tulang dan dapat ditandai dengan Sm-153. Sm-153-EDTMP sebagai radioterapi masa kini untuk penanganan paliatif kanker tulang metastasis telah mendekati kriteria sediaan parenteral yang ideal, dikarenakan sifat-sifatnya antara lain stabilitas radionuklida Sm-153 (sebagai obat) dan EDTMP (sebagai pembawa).

Senyawa kompleks tersebut cukup stabil dan terjaga secara perjalanannya dan secara in-vivo tidak menimbulkan toksisitas serta mencapai target sasaran. Hasil riset dan inovasi yang dikembangkan oleh Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) BRIN (sebelumnya bernama PTRR BATAN) ini sudah diserap oleh industri yakni PT Kimia Farma (Persero) Tbk dan sudah dikomersialisasi dengan nama T Bone KaeF.

Lahirnya T Bone KaeF ini setelah hasil riset sediaan radiofarmaka Sm-153-EDTMP memenuhi persyaratan dalam Cara Pembuatan Obat yang Baik mencakup seluruh aspek. Baik dari persyaratan kejernihan, pH, kemurnian radiokimia, kemurnian radionuklida, konsentrasi radioaktivitas, steril dan bebas pirogen.

Kesimpulannya pengobatan dengan Samarium-153-EDTMP memberikan efek paliasi yang cukup memuaskan. Sediaan tersebut dapat mengurangi intensitas dan kuantitas lesi metastatik pada pasien dengan karsinoma yang bermetaste. Saat ini sudah ada empat rumah sakit di Indonesia yakni tiga rumah sakit di Jakarta dan satu rumah sakit di Bandung yang sudah menggunakan T Bone KaeF untuk pembebas rasa nyeri pasien kanker.

T Bone KaeF yang berbahan dasar Samarium 153 (Samarium-Ethylene Dlamine Tetra Methylene Phosphonic Acid) bisa digunakan untuk pengganti morfin kepada penderita kanker yang sudah menyebar ke tulang. Pemberian pereda nyeri umumnya hanya manjur satu hingga dua hari atau paling lama satu minggu. Bagi penderita kanker yang menggunakan T Bone KaeF sebagai solusi terapi paliatif akan terhindar dari rasa nyeri hingga satu sampai dua bulan.

"Produk T Bone KaeF ini mampu mengurangi rasa sakit tulang berkisar antara 60% hingga 80% bagi penderita kanker sehingga bisa meringankan biaya pengobatan yang berulang"

Pasien yang telah menggunakan radiofarmaka Samarium-153-EDTMP dalam testimoninya mengatakan merasa lebih nyaman dan bisa lebih banyak beraktivitas karena rasa nyeri bisa dikendalikan. Bahkan pasien tersebut tetap menemani anaknya yang sedang melangsungkan pernikahan. (Sumber Artikel: INOVESIA MAJALAH INOVASI INDONESIA, TRIWULAN III / JULI-SEPTEMBER 2021, Hal. 13). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2024. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: