![]() |
| Untuk OTG COVID-19 dapat melakukan isolasi mandiri di rumah. Orang yang bergejala ringan ditandai ada panas, batuk tetapi saturasi bagus. |
JamuDigital.Com- Media Jamu, Nomor Satu. Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Apt. Keri Lestari, M.Si menjelaskan pedoman isolasi mandiri (ISOMAN) bagi OTG (Orang Tanpa Gejala) COVID-19. Anjurannya layak diperhatikan, dan mudah dilakukan. Simak yuks!
Prof. Keri Lestari menyampaikan hal tersebut pada saat "Program Ngobrol Bareng" Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI)- yang dipandu oleh apt. Dra. Tresnawati, pada Rabu, 7 Juli 2021.
Berikut penjelasan profesor farmasi dari Universitas Padjadjaran tersebut:
Jadi sekarang isolasi mandiri sedang mengemuka. Sebetulnya isolasi mandiri sudah dikenal sejak tahun yang lalu. Tapi karena tahun lalu fasilitas kesehatan cukup untuk memampung pasien COVID-19, maka isolasi mandiri dianggap belum diperlukan seperti sekarang.
Namun pada saat sekarang. ketersediannya kamar dirumah sakit sudah penuh hingga 100%, maka sekarang disarankan yang datang ke rumah sakit itu pasien COVID-19 dalam keadaan sedang ataupun berat. Sementara untuk OTG dan yang ringan diharapkan isolasi mandiri di rumah.
Cuma ada yang dimasalahkan, jika isolasi mandiri di rumah tidak mengikuti tata cara yang pas, maka itu akan menjadi claster baru, yaitu claster keluarga yang sekarang sedang mengemuka. Namun, tentu saja ini bukan hal yang sulit untuk isolasi mandiri di rumah. Yang penting kita mengetahui prinsip-prinsip dari COVID-19 ini. Sehingga kita dapat melakukan secara profesional, tidak perlu takut, khawatir yang berlebihan.
Pertama: yang kita ketahui COVID-19 ini disebabkan oleh virus. Artinya kalau daya tahan tubuh kita kuat, kita tidak akan terpapar. Ataupun kalau kita terpapar, kita dapat memulihkan dengan sendirinya tanpa perlu ada perawatan yang khusus. Sehingga PR-nya adalah bagaimana kita menjaga daya tahan tubuh kita.
Sekarang untuk menjaga daya tahan tubuh kita itu tidak perlu makan nutrisi macam-macam, minum banyak vitamin segala rupa, tapi kita juga harus menjaga mood. Sehingga WHO menyatakan untuk menjaga daya tahan tubuh pada masa COVID-19 ini, jangan terlalu banyak membaca informasi yang kurang kondusif yang membuat mood kita menjadi buruk pada saat isolasi mandiri.
Karena menjaga mood itu adalah salah satu kunci dalam isolasi mandiri. Karena didalam tubuh kita memiliki beberapa sistem kesatuan. Karena dalam kepercayaan kita, dalam Surah At-Tin disebutkan karena didalam tubuh kita diciptakan dengan sempurna. Karena didalam tubuh kita memiliki antivirus sendiri. Tapi manakala kita tidak dapat menggunakan tubuh kita dengan baik, maka kita akan sakit.
Artinya dari banyak sekian ribu masyarakat yang terjangkit COVID-19, masih banyak sekian juta masyarakat yang tidak terjangkit.
- Berita Terkait: Antioksidan dan Antiinflamasi Alami yang Potensial
- Berita Terkait: Waspadai Anak Terpapar COVID-19. STIMUNO Tingkatkan Imun Teruji Klinis
- Berita Terkait: Pioner Digitalisasi Jamu
Kedua: apabila kita sudah terkena COVID-19 yang pertama kita tidak boleh panik. Mengapa kita tidak boleh panik, karena banyak juga yang sembuh. Apabila terjadi keparahan atau kematian itu adalah karena telat dalam penanganan atau kurangnya disiplin dalam meminum obat atau sebagainya.
Jadi pada saat kita terkena, kita tetap optimis dan melihat kemampuan tubuh kita. Yang terpenting adalah perhatikan temperatur tubuh dan saturasi oksigen. Kalau temperatur dan saturasi oksigennya normal diatas 95, maka itu aman untuk isolasi mandiri di rumah.
Kita pergi kerumah sakit apabila terjadi desaturasi. Jika saturasinya sudah turun dibawah 90, maka dianjurkan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan pertama. Untuk mendapatkan pertolongan tersebut ada aplikasi bernama Sistem Aplikasi Rawat Inap (SIRANAP).
Apabila kita diharuskan untuk isoman, maka ruang yang kita tempati harus terisolir dari anggota keluarga dirumah. Kalau tidak memungkinkan, sekarang banyak fasilitas isoman yang disediakan oleh pemerintah. Dan untuk yang masuk dalam fasilitas isoman adalah orang yang bergejala ringan atau orang yang tidak bergejala. Dan untuk yang bergejala sedang diharuskan kerumah sakit.
Dan untuk orang yang OTG dapat melakukan isolasi mandiri di rumah. Dan untuk orang yang bergejala ringan itu ditandai dengan apa, ada panas, batuk tapi saturasi bagus. Itu silahkan lakukan isolasi mandiri di rumah saja.
Dan kalau untuk gejala sedang, batuk ada panas ada dan ditunjukan dengan adanya desaturasi. Dan kalau ada desaturasi dibawah 90 itu yang masuk ke rumah sakit. Ditambah lagi, bagi yang tidak dapat bernafas itu termasuk dalam keadaan berat dan itu harus berada di rumah sakit untuk dimasukan kedalam ICU.
Dan untuk isoman kita harus menyiapkan diri agar pasif dalam 10 hari. Dan siapkan juga bekal dalam 10 hari untuk diam di tempat. Pertama alat untuk mengukur temperatur dan saturasi itu harus ada, itu harus dicek pagi dan sore. Kedua untuk menyiapkan kebutuhan hobi, agar kita dapat menghabiskan waktu dengan hobi kita.
Untuk pelaku isoman harus istirahat yang cukup, menjaga mood, melatih pernafasan dan berjemur. Dan untuk berjemur itu kita langsung terpapar dengan sinar matahari. Karena dari berjemur ini menghasilkan UV B untuk meningkatkan vitamin D pada tubuh kita. Dan untuk mendapatkan UV B ini dalam kurun waktu jam 10 pagi sampai jam 2 siang. Lebih baik lagi tepat pada jam 12 siang dan waktu berjemurnya hanya 10 menit.
Upayakan bagi pelaku isoman yang ingin berjemur diluar, agar keadaan tubuhnya bersih diharuskan mandi terlebih dahulu dan menggunakan masker ketika berjemur. Agar apabila bertemu dengan orang lain tidak terpapar.
Dan untuk makanan bagi pelaku isoman boleh untuk memakan apa saja. Tetapi saya sarankan batasi karbohidrat atau gula. Karena COVID-19 yang harus dikendalikan adalah inflamasi. Untuk daya tahan tubuh kita atau peradangan. Jadi perbanyaklah protein, agar tubuh kita kuat dalam melawannya.
Jadi untuk nutrisi yang sehat adalah banyak protein, karbohidrat dibatasi, kemudian sayuran dan buah boleh sebanyak-banyaknya. Lalu pada saat isoman yang terbaik adalah banyak minum air putih. Dan jangan sampai putus kontak dengan keluarga atau tetangga.
Dan untuk peralatan makan atau pakaian pelaku isoman dianjurkan agar direndam terlebih dahulu dengan air sabun agar bekas dropletnya mati oleh air sabun. Redaksi JamuDigital.Com









