Panduan Menyusui Dalam Situasi Pandemi COVID-19
Tanggal Posting : Rabu, 22 April 2020 | 09:49
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 567 Kali
Panduan Menyusui Dalam Situasi Pandemi COVID-19
Jagalah ibu menyusui dari pandemi COVID-19. Foto: Infografis Kemenpppa.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Ibu hamil dan menyusui masuk dalam kategori yang rentan terhadap infeksi virus corona COVID-19. Salah satu penyebabnya ialah mereka memiliki imunitas yang rendah karena perubahan hormon selama hamil dan menyusui.

Oleh sebabnya, para ibu hamil maupun menyusui perlu mengetahui bagaimana perlindungan yang tepat selama pandemi ini terjadi. Sementara ini masih dilakukan berbagai penelitian terkait COVID-19. CDC menuliskan, ibu hamil memiliki perubahan pada tubuh yang dapat meningkatkan risiko beberapa infeksi penyakit termasuk Corona.

Berita Terkait: Panduan Aman Dari COVID-19 Untuk Lansia

Berita Terkait: Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Saat Pandemi COVID-19


Di sisi lain, ibu hamil terbukti tidak dapat menularkan infeksi COVID-19 yang dimilikinya kepada bayi yang ia lahirkan, demikian menurut penelitian dalam jurnal Frontiers in Pediatrics. Untuk melakukan perlindungan diri, Kemenpppa melalui akun resmi Instagramnya memberikan Panduan Menyusui Dalam Situasi Pandemi COVID-19 sebagai berikut:

Manfaat menyusui bagi bayi

  • Memenuhi kebutuhan gizi bayi secara keseluruhan, dan melindungi daya tahan tubuh bayi, serta melatih bayi lebih mandiri.
  • Cenderung secara motoric dan sensorik lebih bagus menerima rangsangan.
  • Tumbuh kembang bayi akan meningkat dan terbentuk ikatan batin antara ibu dan bayi.

Mengurangi berbagai risiko penyakit pada bayi, seperti:

  • Gangguan pencernaan/diare.
  • Infeksi di telinga, mata, pernafasan.
  • ISPA, pneumonia, infeksi pada paru-paru.
  • Diabetes.
  • Alergi.

Manfaat menyusui bagi ibu:

  • Merangsang kontraksi Rahim yang dapat mengurangi terjadinya anemia pada ibu setelah melahirkan.
  • Menghilangkan rasa nyeri.
  • Mengurangi risiko kanker payudara maupun rahim.
  • Mengurangi risiko penyakit diabetes, hipertensi.
  • Membakar kalori ibu cukup banyak sehingga dapat menurunkan berat badan lebih cepat.
  • Mengurangi gejala depresi akibat perubahan hormone kehamilan (perasaan lebih sensitive).

Positif/pasien dalam pengawasan (PDP)/ODP COVID-19 bolehkah menyusui?
Ibu dengan COVID-19 dapat menyusui jika menginginkannya. Jika kondisinya sedang lemah dan belum menginginkan, tidak apa-apa untuk menunda menyusui serta memberikan ASI dengan diperah.

Pada kondisi ibu dengan COVID-19 namun ingin menyusui bayinya, wajib menerapkan hal berikut:

  • Gunakan masker ketika menyusui.
  • Cuci tangan sebelum dan setelah sentuh bayi.
  • Rutin bersihkan permukaan yang disentuh dengan disinfektan.
  • Menerapkan etika batuk dan bersin:
  • Jika ibu PDP/OD/positif COVID-19 atau memiliki penyakit yang menghalangi saat merawat bayi, hindari menyusui secara langsung, dianjurkan:
  • Perah/pompa ASI.
  • Mendapatkan donor ASI.
  • Relaktasi.

Tidak dianjurkan memberikan susu selain ASI pada bayi. Minta bantuan orang lain yang sehat untuk beri ASI perahan pada bayi secara benar. (Sumber Berita: Infografis Kemenpppa). Redaksi JamuDigital.Com.

 


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: