Megarustamakan Pengobatan Tradisional Indonesia
Tanggal Posting : Sabtu, 29 Februari 2020 | 10:25
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 1443 Kali
Megarustamakan Pengobatan Tradisional Indonesia
Dr. dr. Ina Rosalina Dadan, Sp.A(K), M.Kes, Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional, Kemkes RI., berbincang dengan Founder JamuDigital, Karyanto di Kantor Kemkes- Jakarta.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Potensi Pengobatan Tradisional dan Obat Tradisional Indonesia dapat terus dikembangkan, agar menjadi keunggulan daya saing bangsa, tidak hanya untuk memenuhi aspek kesehatan, tetapi juga memberikan daya saing dalam aspek ekonomi, dan aspek sosial-budaya.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang hal diatas, Founder JamuDigital, Karyanto berbincang dengan Dr. dr. Ina Rosalina Dadan, Sp.A(K), M.Kes, M.H.Kes, Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional, Kementerian Kesehatan RI., di Kantor Kemkes Jakarta, pada Jumat, 28 Februari 2020.

Apasih sebenarnya Kesehatan Tradisional itu? Menurut WHO, pengertian Pelayanan Kesehatan Tradisional  (Traditional Medicine) adalah: Gabungan pengetahuan, keterampilan dan praktik yang berdasarkan pada teori, keyakinan, dan pengalaman dari kebudayaan tertentu, baik yang dapat dijelaskan maupun tidak, yang digunakan dalam pemeliharaan kesehatan serta pencegahan, diagnosis, perbaikan atau pengobatan penyakit fisik dan mental

Berdasarkan YANKESTRAD (UU NO.36/2009 Tentang Kesehatan): Pengobatan dan/atau perawatan dengan cara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun- temurun secara empiris yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.

Jenis Pelayanan Kesehatan, dapat dibagi menjadi dua, yaitu: Konvensional (mainstream) dan Non Konvensional: Tradisional, dan Non Tradisional. Sedangkan Tradisional, dapat dibagi lagi menjadi: Empiris, Komplementer dan Integrasi.

Berita Terkait: Diseminasi Hasil Penelitian Obat Tradisional

Berita Terkait: Menkes Dukung Pengobatan Tradisional dan Jamu

Pengobatan tradisional di Indonesia tentunya, juga harus disinergikan dengan Program Indonesia sehat, yang memiliki  tiga  komponen, yaitu:  1. Paradigma sehat;  2. Penguatan  Pelayanan Kesehatan;  3. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Kami dipusat, harus merangkul semua SDM yang berkerja dilingkungan kesehatan tradisional. Baik Hatranya yang pendidikannya tidak konvensional. Baik yang Nakestrad pelayanan kesehatan tradisional. Dan semua pihak yang terkait kita libatkan," ungkap Dokter Ina Rosalina Dadan.

Terkait dengan tema Rapat Kerja Kesehatan Nasional Tahun 2020: "Promotif Preventif Membentuk SDM Unggul, Indonesia Maju 2045" yang dibuka oleh Menteri Kesehatan RI., pada 17-21 Februari 2020 d Jakarta, dr. Ina Rosalina Dadan menjelaskan bahwa potensi para tenaga kesehatan tradisional Indonesia dan obat tradisional Indonesia memiliki peluang dan potensi yang besar.

Yuk semua pihak duduk bersama, lanjut dr. Ina Rosalina Dadan, apa yang dapat kita lakukan. Kami juga ingin tahu, apa yang dilakukan oleh para pengobat tradisional, apa program-programnya.

Bagaimana para dokter yang sudah belajar herbal, bagaimana peracik Jamunya, bagaimana Naskestradnya, bagaimana Farmasisnya, dapat bersama-sama mengembangkan pengobatan tradisional Indonesia, harap dr. Ina Rosalina Dadan.

Dr. Ina Kemkes

Keterangan Foto: Dr. dr. Ina Rosalina Dadan, Sp.A(K), M.Kes, M.H.Kes, Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional, Kemkes RI. berbincang dengan Founder JamuDigital, Karyanto membahas tentang Pengobatan Tradisional Indonesia.

Merujuk pada Rencana   Pembangunan   Jangka   Panjang   Nasional   (RPJPN)   Tahun   2005-2025 mengarahkan  pada  prioritas  upaya  promotif  dan preventif. Dalam  Rencana  Strategis Kementerian  Kesehatan  Tahun  2015-2019  terdapat  Program  Indonesia  Sehat, yaitu Paradigma  Sehat,  Penguatan Pelayanan  Kesehatan,  dan  Jaminan Kesehatan  Nasional.

Hal diatas sebagai upaya untuk mewujudkan masyarakat Indonesia berperilaku sehat, hidup dalam lingkungan  sehat,  mampu  menjangkau pelayanan  kesehatan  yang  bermutu  untuk mencapai   derajat   kesehatan   yang setinggi-tingginya.  

Program   Indonesia   Sehat merupakan  upaya promotif  dan  preventif melalui  kegiatan  Program  Indonesia  Sehat dengan  Pendekatan  Keluarga  (PIS-PK)  dan Gerakan  Masyarakat untuk  Hidup Sehat (Germas). 

Direktorat  Pelayanan  Kesehatan  Tradisional  merupakan  salah-satu  unit  kerja  yang berada  di  bawah  Direktorat  Jenderal  Pelayanan  Kesehatan yang sebagian  besar kegiatannya mengarah   kepada   tujuan   pencapaian   Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.

Berdasarkan  hasil  Riskesdas Tahun  2013,  proporsi  rumah  tangga  yang memanfaatkan  pelayanan kesehatan tradisional sebesar 30,4% dengan jenis pelayanan yang  paling  banyak  digunakan adalah  keterampilan  tanpa  alat sebesar 77,8% dan ramuan sebesar 49%, keterampilan dengan alat 7,1%, dan keterampilan dengan pikiran 2,6%.

Kondisi ini menggambarkan bahwa pelayanan kesehatan tradisional mempunyai potensi  yang cukup  besar  dan  perlu  mendapat  perhatian  yang  serius  sebagai  bagian dari pembangunan kesehatan nasional.

Semua pihak yang terkait dengan pelayanan Kesehatan Tradisional harus saling bersinergi untuk mengarustamakan potensi ini, agar bermanfaat untuk menyehatkan bangsa, dan berdampak pula pada aspek ekonomi dan sosial-budaya. Potensi pasar obat tradisional, kini terbuka luas, seiring dengan gaya hidup back to nature dari masyarakat global. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: