Kesimpulan Forum Diskusi Herbal Indonesia untuk COVID-19
Tanggal Posting : Jumat, 1 Mei 2020 | 11:46
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 1181 Kali
Kesimpulan Forum Diskusi Herbal Indonesia untuk COVID-19
Para stakeholders herbal Indonesia mengadakan Forum Diskusi Herbal Indonesia untuk COVID-19, Jumat, 1 Mei 2020.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Forum Diskusi Herbal Indonesia untuk Covid-19 (Akademisi, Penggiat dan Produsen Produk Herbal Indonesia) menghasilkan sejumlah kesimpulan, antara lain: memberikan masukan perihal produk-produk obat herbal Indonesia untuk pengobatan Covid-19, terutama untuk pasien dengan gejala ringan dan sedang.

Demikian kesimpulan diskusi virtual yang dipandu oleh Prof. Dr.apt Agung Endro Nugroho (Dekan Farmasi UGM) pada Jum’at, 1 Mei 2020 yang diikuti 26 peserta, antara lain: Prof. Dr. apt Zullies Ikawati (Dosen Farmasi UGM, Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinik), dr Inggrid Tania, M.Si (Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia), Drs. Karyanto, MM (Founder JamuDigital, PT. Global Medisina Indonesia), Dr. rer nat. apt. Nanang Fakhrudin (Dosen Farmasi UGM, Departemen Biologi Farmasi), Jony Yuwono (Wakil Ketua Umum GP Jamu Indonesia), Drs. apt. Sri Wahyono (Pengurus GP Jamu Ketua Bidang Penelitian, Pendidikan, Pengembangan Jamu, Pengobatan Jamu, Standarisasi dan Saintifikasi Jamu), Drs. apt .Bambang Priyambodo (GM Manufacture PT. Air Mancur), Drs. apt. Victor S Ringoringo, SE. M.Sc (PT Deltomed), Prof. Dr. apt. Suwidjiyo Pramono (Dosen Farmasi UGM, Departemen Biologi Farmasi).

Kesimpulan Forum Diskusi Herbal Indonesia untuk COVID-19:

  1. Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman terbesar nomor 3 di dunia (setelah Brazil dan Kolombia), termasuk tanaman obat.
  2. Forum Diskusi Herbal Indonesia untuk Covid-19 (Akademisi, Penggiat dan Produsen Produk Herbal Indonesia) memberikan masukan perihal produk-produk obat herbal Indonesia untuk pengobatan Covid-19 terutama untuk pasien dengan gejala ringan dan sedang.
  3. Produk Herbal Indonesia mempunyai potensi lebih besar dibandingkan Produk Herbal Asing, untuk mendukung terapi supportif/komplementer dan simtomatik pada Covid-19 misalnya meredakan flu/demam dan meningkatkan sistem imun. Ada beberapa catatan: Prosedur Pendaftaran Obat Herbal Indonesia perlu penyederhanaan dan percepatan, Protokol Uji Klinik Obat Herbal Indonesia jangan disamakan dengan Protokol Uji Klinik Obat Konvensional.
  4. Jamu Indonesia perlu strategi branding yang lebih baik dan efektif.
  5. Terdapat Produk Herbal Indonesia yang khasiatnya sepadan dengan Produk Herbal Asing baik dalam bentuk Produk maupun Komponen Penyusunnya (Tanaman Obat).
  6. Mengupayakan Produk Herbal Indonesia bisa masuk ke sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: