Geliat Uji Klinis Herbal untuk Pasien COVID-19
Tanggal Posting : Minggu, 14 Juni 2020 | 06:02
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 504 Kali
Geliat Uji Klinis Herbal untuk Pasien COVID-19
Sambutan Cendekia Sri Murwani, Direktur Registrasi Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, Badan POM saat pelatihan informed consent sebelum uji klinis dimulai.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Tim periset Uji klinis obat herbal biodiversitas Indonesia sebagai imunomodulator untuk penanganan pasien COVID-19, dr. Inggrid Tania, M.Si (Herbal) menjelaskan geliat uji klinis di RS Wisma Atlet, Jakarta sudah dimulai pada 8 Juni 2020 diharapkan sudah selesai pada Agustus 2020.

Uji klinis yang dikoordinasi oleh Konsorsium COVID-19 Ristek/BRIN ini, akan melakukan uji klinis Cordyceps militaris, dan kombinasi ekstrak Jahe merah, Meniran, Sambiloto dan sembung. Sebelum pelaksanaan, dilaksanakan serangkaian kegiatan persiapan selama sepekan, meliputi pelatihan Informed consent untuk para investigator lapangan oleh PDPOTJI dan Badan POM.

"Juga sosialisasi dan briefing beberapa kali, serta rapat dengan Data Safety Monitoring Board (DSMB), di samping komunikasi dengan Komite Etik Penelitian Kesehatan FKUI, Badan POM dan Komisi Etik RSDC Wisma Atlet," kata Inggrid Tania- Ketua Perhimpunan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) kepada Redaksi JamuDigital.Com.

Tampak hadir, Cendekia Sri Murwani, Direktur Registrasi Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, Badan POM memberikan sambutan saat pelatihan informed consent.

Berita Terkait: Uji Klinis Herbal untuk Pasien COVID-19 Dimulai

Uji Klinis Pasien Covid

Sie Djohan, Direktur Kalbe Farma dalam keterbukaan informasi, Kamis, 11 Juni 2020- mengharapkan  produk herbal tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, memperkuat imunitas tubuh, agar tetap produktif di saat new normal. "Kami melakukan kajian literatur terhadap produk herbal unggulan yang memiliki efektivitas, keamanan, dan memiliki nilai konten lokal serta ketersediaan bahan baku," jelasnya.

Uji klinis ini merupakan kerjasama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kalbe, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI). LIPI sebagai koordinator uji klinik obat Herbal Indonesia- bekerja sama dengan Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk melaksanakan uji klinik di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet dengan didukung oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Puskes TNI dan Litbangkes Kemenkes. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: