Disrupsi Membuka Potensi Masa Depan Herbal Indonesia
Tanggal Posting : Kamis, 17 Februari 2022 | 05:50
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 507 Kali
Disrupsi Membuka Potensi Masa Depan Herbal Indonesia
Disrupsi merubah perilaku dan gaya hidup masyarakat dunia. Penggunaan bahan alam untuk obat adalah potensi besar untuk dimanfaatkan Indonesia sebagai negara mega biodiversitas.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Masyarakat dunia saat ini sedang menghadapi disrupsi tiga hal sekaligus, yaitu: Pemanasan Global, Revolusi Industri 4.0, dan Pandemi COVID-19. Akibat pandemi ini, memaksa seluruh masyarakat dunia beradaptasi dan memunculkan perubahan gaya hidup secara global. Salah satunya, pemanfaatan bahan alam untuk menopang kesehatan masyarakat dunia.

"Tentu ini peluang besar untuk kemajuan herbal Indonesia di masa depan. Biodiversitas Indonesia, jika yang ada di atas tanah dijumlahkan dengan biota laut maka akan menjadi yang terbesar di dunia. Dan ini potensi besar sebagai bahan baku obat yang alami," urai Karyanto, Direktur PT Global Jamu Indonesia. 

Hali di dia sampaikan pada saat knowledge sharing "Kursus Online Bekam & Medis" yang dipandu oleh Trainer Internasional Bekam &  Medis, dr. Ine Martanti, pada Rabu, 16 Februari 2022.

Karyanto diundang oleh dr. Ine Martanti untuk berbagi informasi dan ilmu tentang herbal di Indonesia, dan prospeknya di masa depan. "Para tenaga kesehatan, para terapis sudah sewajarnya menguasai dan mendapat up date tentang pemanfaatan herbal dan prospeknya ke depan, karena produk herbal tentunya bagian yang tidak terpisahkan didalam pelayanan kesehatan secara umum dan tradisional," jelas dr. Ine Martanti mengawali diskusi.

Dihadapan 110 peserta Kursus Bekam & Medis dari Indonesia, Malaysia dan Brunei ini, Karyanto menambahkan bahwa Obat Herbal Indonesia memiliki multi dimensi, yang seharusnya menjadi nilai tambah Indonesia. Ada 4 Dimensi, yatu: Dimensi Kesehatan, Dimensi Teknologi Farmasi, Dimensi Ekonomi, dan Dimensi Sosial Budaya.

"Empat dimensi ini jika digali dan terus dikembangkan akan menjadi kekuatan daya saing bangsa Indonesia untuk menyehatkan rakyat Indonesia dan potensinyanya menyehatkan masyarakat global," tanda Karyanto.

Sudah banyak dokter dari berbagai negara yang meresepkan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI)- produk obat herbal yang sudah melalui uji klinis, dan juga sudah banyak masyarakat dunia yang mengkonsumsi OMAI.

"Ini artinya produk herbal Indonesia sudah mampu menembus kepercayaan para dokter di manca negara dan masyarakat pasar global," imbuh Karyanto sambil menceritakan pertemuannya dengan sejumlah dokter di negara ASEAN yang menggunakan produk herbal Indonesia untuk pasiennya.

Pandemi COVID-19 yang belum ditemukan obat spesifiknya hingga saat ini, diyakini Karyanto, alumni Farmasi UGM ini, dapat menjadi daya dorong untk kemajuan herbal Indonesia.

"Konsumsi Jamu, OHT dan OMAI meningkat pesat selama pandemi COVID-19, khususnya untuk produk imunititas tubuh," tutur Founder JamuDigital ini lebih lanjut.

Bahkan, lanjut dia, ada sebuah produsen Jamu Nasional, pada tahun 2021 mencatatkan laba Rp. 1,26 Triliun. Peluang Jamu mendunia sangat besar, dan potensi ekonomi kerakyatannya juga sangat besar. "Karena produksi herbal akan melibatkan multi pihak dari hulu hingga hilir," terangnya.

Pada kesempatan ini, Karyanto mengingatkan para tenaga kesehatan dan para terapis untuk terus meng-update ilmu tentang farmagkognosi tentang farmalologi produk herbal agar dapat memberikan pilihan yang tepat kepada pasien-pasiennya.

Dr. Ine Martanti sepakat ke depan modul herbal akan dijadikan bagian dari proses pembelajaran para tenaga kesehatan tradisional, agar kompetensinya terus meningkat dalam rangka ikut mendukung meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Redaksi JamuDgital.Com 


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: