Badan POM Fasilitasi Rempah Nusantara Mendunia Era Digital
Tanggal Posting : Sabtu, 11 Januari 2020 | 07:05
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 276 Kali
Badan POM Fasilitasi Rempah Nusantara Mendunia Era Digital
Kepala Badan POM, Penny K. Lukito di stand pameran Transformasi Rempah Nusantara di Era Industri 4.0 bersama Karyanto, Founder JamuDigital.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Badan POM terus melakukan pendampingan hilirisasi riset melalui simplifikasi proses sertifikasi dan registrasi, percepatan perizinan Obat dan Makanan, pendampingan UMKM untuk mendorong ragam pemanfaatan rempah agar mampu bersaing di pasar nasional dan global.

Demikian ditegaskan Kepala Badan POM, Penny K. Lukito terkait kehadiran Badan POM mengikuti pameran "Bangun Komitmen Indonesia Berdikari" dalam rangka HUT ke- 47 PDI Perjuangan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2020 di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta pada 10-12 Januari 2020.

HUT PDI Perjuangan ke-47 dibuka oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Tampak hadir: Presiden RI., Joko Widodo, Wakil Presiden RI., Ma’ruf Amin, dan sejumlah mantan Wakil Presiden RI.: Try Sutrisno, Jusuf Kalla dan Boediono.

Tampak hadir di booth Badan POM, antara lain: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI., Bintang Puspayoga, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto dan sejumlah politisi senior PDI Perjuangan lainnya.

Pameran Badan POM8

Keterangan Foto: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI., Bintang Puspayoga saat berkunjung di Stand Pameran Badan POM dengan tema: "Transformasi Rempah Nusantara, Mendukung Daya Saing Industri 4.0: Peran Badan POM melalui Hilirisasi dan Digitalisasi"

Indonesia sebagai Mother of Spices- julukan Indonesia sebagai negara paling dominan se-Asia Tenggara karena memiliki 275 spesies rempah dari 400-500 spesies di dunia berdasarkan data Negeri Rempah Foundation. Data Food and Agriculture Organization (FAO) tahun 2016 juga menyatakan Indonesia sebagai negara penghasil rempah ke-empat terbesar di dunia dengan total produksi 113.649 ton dan total ekspor mencapai USD 652,3 juta.

Pameran Badan POM5

Keterangan Foto: Suasana Stand Pameran Badan POM dengan tema: "Transformasi Rempah Nusantara, Mendukung Daya Saing Industri 4.0: Peran Badan POM melalui Hilirisasi dan Digitalisasi"

Kekayaan ragam rempah ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan dan memanfaatkan rempah-rempahnya bagi kemandirian dan daya saing bangsa. Ragam pemanfaatan rempah nusantara kini semakin berkembang seiring kemajuan teknologi dan upaya hilirisasi penelitian. Rempah tidak hanya digunakan sebagai bumbu masak, minuman kesehatan, dan kecantikan saja, namun sudah merambah ke berbagai komoditas lain.

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menuturkan bahwa jamu, obat herbal berstandar, dan fitofarmaka merupakan salah satu transformasi pemanfaatan rempah dalam komoditas obat tradisional modern. "Tak hanya itu, rempah juga merambat pada pangan olahan dan kosmetik modern yang dapat memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia," ujarnya sebagaimana yang disampaikan pada siaran pers Badan POM.

Pameran Badan POM10

Keterangan Foto: Suasana Stand Pameran Badan POM dengan tema: "Transformasi Rempah Nusantara, Mendukung Daya Saing Industri 4.0: Peran Badan POM melalui Hilirisasi dan Digitalisasi"

Berita Terkait: Badan POM Dukung Rempah Menjadi Produk Unggulan

Seiring dengan ragam pemanfaatan rempah, berbagai terobosan dilakukan Badan POM dalam mendampingi dan mendukung potensi rempah nusantara untuk meningkatkan kemandirian dan daya saing industri dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Penny K. Lukito menyebutkan bahwa hingga tahun 2019 terdapat 129 industri obat tradisional dan 672 UMKM obat tradisional.

"Berdasarkan hasil pengawasan dan analisa Badan POM, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi pelaku usaha, antara lain pemenuhan persyaratan mutu produk dan Cara Produksi yang Baik, permodalan dan penguasaan teknologi, pengembangan dan hilirisasi produk, serta pemasaran produk terutama di kalangan generasi muda," ungkap Penny K. Lukito.

Untuk membantu pelaku usaha menghadapi tantangan tersebut, Badan POM telah melakukan pendampingan hilirisasi riset melalui simplifikasi proses sertifikasi dan registrasi, percepatan perizinan Obat dan Makanan, dan pendampingan UMKM baik UMKM obat tradisional, kosmetik, maupun pangan. "Hal ini merupakan komitmen Badan POM dalam mendorong ragam pemanfaatan rempah agar mampu bersaing di pasar nasional dan global," tambahnya.

Transformasi pemanfaatan rempah perlu didukung dengan ketersediaan hasil riset dan produk yang dapat dihilirisasi serta memenuhi persyaratan untuk didaftarkan di Badan POM. "Badan POM mendukung dengan pembentukan Satuan Tugas Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu dan Fitofarmaka yang melibatkan 14 Kementerian/Lembaga, asosiasi pelaku usaha, organisasi profesi, dan Perguruan Tinggi," jelas Penny K. Lukito lebih lanjut. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: