5 Langkah Gotong Royong COVID-19
Tanggal Posting : Minggu, 26 April 2020 | 08:09
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 1057 Kali
5 Langkah Gotong Royong COVID-19
Mari bersama-sama gotong royong hadapi COVID-19. Foto: Infografis covid19.go.id.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto menegaskan Virus Corona hanya dapat dicegah dengan kedisiplinan yang kuat dan semangat gotong royong yang dilakukan oleh seluruh elemen bangsa secara terus menerus tanpa terputus.

"COVID-19 hanya dapat dicegah dengan kedisiplinan yang kuat dan semangat gotong royong. Mari gunakan masker, mari disiplin jaga jarak, mari disiplin hindari kerumunan. Ini harus dilakukan secara bersama-sama dan terus menerus tidak boleh terputus," kata Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto melalui keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin, 20 April 2020.

Berita Terkait: Potensi POSYANDU dan Penyuluh KB, Edukasi COVID-19

Berita Terkait: Tips Cegah Psikosomatik Saat Pandemi COVID-19

Yurianto mengajak seluruh masyarakat untuk melawan Virus Corona dengan meningkatkan imunitas diri, tetap sabar dan tenang juga tidak panik, istirahat yang cukup dan teratur, jaga jarak, menggunakan masker, serta mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir.

Dia juga menekankan pencegahan Virus Corona harus dilakukan secara gotong royong mulai dari pemerintah pusat sampai ke desa, ke tingkat RT/RW, dan di keluarga. Para tokoh agama dan tokoh masyarakat punya peran penting untuk mengajak masyarakat bergotong royong serta mengikis diskriminasi terhadap pasien ataupun jenazah pasien COVID-19. Berikut ini 5 langkah yang bisa diterapkan:

  • Membuat grup messenger khusus warga setempat untuk bertukar info.
  • Mengajak warga tak antipasti pada pasien ataupun jenazah pasien positif COVID-19.
  • Melakukan cek-ricek info beredar untuk hindari hoaks/kabar bohong.
  • Membantu warga untuk toleransi dan gotong royong membantu sesama mengindetifikasi warga bergejala atau beresiko tinggi terkena COVID-19.
  • Menyegerakan langkah prosedural terkait pencegahan dan isolasi mandiri.

Beberapa daerah telah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang harus dipatuhi oleh setiap warga. Tujuan dilakukannya PSBB adalah untuk menghentikan penyebaran virus agar tidak semakin banyak dan semakin luas dikarenakan penularan lokal yang masih terjadi sampai saat ini.

Oleh karena itu, diperlukan adanya penegakan hukum dengan dibantu oleh aparat negara yang ditujukan supaya masyarakat disiplin dan mematuhi PSBB secara baik dalam rangka membendung penyebaran Virus Corona agar dapat dihentikan.

Menurut Yurianto, masyarakat sekarang ini sudah makin banyak yang memahami bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. Dia mengapresiasi aksi solidaritas masyarakat dengan menolong sesama pada masa kesulitan seperti saat ini.

Masyarakat tidak hanya peduli dalam mengatasi kesehatan untuk pencegahan Virus Corona. Tapi juga peduli terhadap dampak yang ditimbulkan oleh Virus Corona dengan memastikan agar roda perekonomian di masyarakat tetap bergerak.

"Sikap gotong royong sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti saat ini. Bilamana ada warga bergejala COVID-19 dan melakukan isolasi diri, kita berharap saling bantu dan tidak mengucilkannya. Juga membantu tetangga dengan membeli produk yang dijual. Keberhasilan ini tergantung peran serta masyarakat, kerja sama RT/RW, desa," kata dia.

Yurianto berharap warga di tingkatan RT/RW memberikan dukungan apabila ada tetangganya yang melakukan isolasi mandiri baik perorangan atau secara berkelompok. (Sumber Berita: https://www.covid19.go.id/?s=5+langkah+giatkan+gotong+royong+hadapi+Covid-19). Redaksi JamuDigital.Com.

 


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: