Tanaman Penghasil Atsiri untuk COVID-19
Tanggal Posting : Minggu, 28 Juni 2020 | 06:20
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 200 Kali
Tanaman Penghasil Atsiri untuk COVID-19
Prof. Dr. Ervizal AM Zuhud, MS saat memaparkan presentasinya di Webinar Departemen Silvikultur IPB (Seri 1) “Tanaman/Pohon Penghasil Atsiri untuk Melawan COVID-19”, Kamis, 25 Juni 2020.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Biodiversitas hayati Indonesia memiliki potensi yang besar dalam berkontribusi sebagai komponen-komponen uji dalam mencari obat yang tepat untuk menanggulangi COVID-19. Hal ini mendorong Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan IPB University menyelenggarakan diskusi dengan tema "Tanaman/Pohon Penghasil Atsiri untuk Melawan COVID-19", Kamis, 25 Juni 2020 melalui Goggle Meet dan live streaming Youtube.

"Usaha pencegahan COVID-19 diantaranya dengan social distancing, cuci tangan, masker dan menyehatkan jalur pernafasan. Pemanfaatan minyak atsiri untuk aromaterapi dalam menyehatkan saluran pernafasan termasuk diantaranya adalah berperan sebagai anti ngorok. Aromaterapi yang terkandung pada minyak atsiri dapat memecah ikatan protein pada dahak sehingga dahak lebih encer dan mudah dikeluarkan serta dapat pula membantu adanya penyumbatan hidung, nyeri sinus, mampet, penumpukan lendir (mukosa) dan jaringan hidung yang bengkak," ujar Prof. Dr. Supriyanto, dosen IPB University dari Departemen Silvikultur.

Dikatakannnya, secara fisiologi, setiap tanaman memiliki bahan aktif yang merupakan hasil metabolisme sekunder yang dapat menghasilkan minyak atsiri. Minyak atsiri mengandung bahan aktif yang tersusun atas komponen, kandungan dan bahan aktif yang mampu berfungsi sebagai anticovid atau pencegahan COVID-19 dalam peningkatan imunitas atau pencegahan. Adapun pengaplikasian minyak atsiri dapat dengan melalui tiga metode yaitu hirup (inhalasi), pijat (spa), dan difusi (ruangan).

Berita Terkait: Potensi Minyak Atsiri Untuk COVID-19

"Selama vaksin COVID-19 belum ditemukan, maka diperlukan usaha pencegahan dengan memanfaatkan sumberdaya alam di sekitar kita. Banyak tumbuhan Indonesia yang berpotensi untuk pencegahan melalui aromaterapi," tambah Prof. Supriyanto.

Sementara itu, menurut Prof. Dr. Ervizal AM Zuhud, MS dosen IPB University dari Fakultas Kehutanan, Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumberdaya alam dan memiliki peluang besar dalam upaya preventif COVID-19.

"Kemungkinan belum ada vaksin COVID-19 dalam satu tahun ini. Menurut para pakar virus bahwa virus COVID-19 ini bukan satu jenis, banyak sekali variannya. Jadi kalau ditemukan vaksinnya dan vaksin itu diberikan untuk general orang, maka tidak mungkin. Malah dapat mengakibatkan mal vaksin. Dengan sumberdaya alam yang kita miliki, peluang kita sangat besar sekali untuk melawan COVID-19 melalui tindakan preventif maupun dengan meningkatkan kekebalan tubuh," terangnya.

Prof. Dr. Irmanida Batubara, dosen IPB University dari Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menjelaskan efek yang terjadi jika berbagai bahan alam yang mengandung minyak atsiri dipadukan, apakah saling menguatkan atau mengurangi khasiat bahan alam tersebut.

"Efek ini tidak bisa dikatakan bahwa semua tumbuhan langsung sinergi atau semua tumbuhan akan antagonis. Semuanya bergantung pada jenisnya. Contoh minyak atsiri kita adalah akar wangi, yang senyawanya terkenal memiliki antioksidan dan efek antibakteri. Kemudian cengkeh punya efek exciting. Kayu putih memiliki kemampuan dengan senyawa sineolnya dilaporkan mampu menghambat pekembangan virus dan sudah ada paten-paten yang menyatakan ini mampu menjadi anti virus corona," jelas Kepala Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) IPB University ini. (Sumber Berita: https://ipb.ac.id/news/index/2020/06/departemen-silvikultur-ipb-university-bedah-tanaman-penghasil-atsiri-untuk-lawan-covid-19/111c5ef06930bba63d7b3361e060f5e8). Redaksi JamuDigital.Com.

 


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: