RUU Praktik Kefarmasian Mendesak Disahkan. PBNU Dukuh Penuh
Tanggal Posting : Sabtu, 5 Juni 2021 | 09:35
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 213 Kali
RUU Praktik Kefarmasian Mendesak Disahkan. PBNU Dukuh Penuh
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj saat menerima perwakilan Masyarakat Farmasi Indonesia Bersatu (FIB) di Kantor Pusat PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta pada Jum’at sore, 4 Juni 2021.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung penuh disahkannya UU Praktik Kefarmasian pada tahun 2022, karena sangat penting dan mendesak, agar Praktik Kefarmasian memiliki payung hukum.

Hal diatas ditegaskan oleh Ketua Umum PBNU, KH. Said Agil Siroj pada saat menerima delegasi Masyarakat Farmasi Indonesia Bersatu (FIB) pada Jum’at sore, 4 Juni 2021 di Kantor Pusat PBNU, Kramat Raya, Jakarta.

Pada kesempatan ini, Brigjen Mufti Djusnir, Apt.- mewakili Masyarakat Farmasi Indonesia Bersatu (FIB) menyerahkan langsung Draft RUU Tentang Praktik Kefarmasian yang telah disusun oleh Tim FIB kepada Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siroj.

Tampak hadir pada kesempatan ini, antara lain: Prof. apt. Mahdi Jufri, M.Si., Presidium FIB (apt. Fidi Setyawan, apt. Hasan Ismail, apt. Makrufik), Drs. Karyanto,  apt. Robby Sondakh, apt. Iswantoro.

Pada saat diskusi, KH. Said Aqil Siroj menjelaskan bahwa Tim PBNU nanti akan mengkaji terlebih dahulu. Ada lembaga kesehatan, lembaga hukum yang kebetulan lembaga hukum kami adalah Staf Khusus Wapres RI. dan seorang pengacara.

"Semoga dari sini dapat berhasil Insya Allah. Insya Allah kita dukung 100 persen," tegas Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siroj memberikan dukungan.

Kita juga akan kontak dengan teman-teman PKB, lanjut KH. Said Aqil Siroj, masukan dari NU pasti didukung. Nah dengan demikian, maka ke depan kita berupaya apa yang tidak kita punya agar otptimal dimanfaatkan untuk masyaakat. Negara kita kaya raya sumber bahan alam.

"Nah ini perlu sinergi dari semua pihak, kepada pemerintah harus kita sampaikan dengan transparan, dengan indah dan konsep yang matang," tuturnya memberikan nasehat.

"Potensi kekayaan alam berhubungan dengan kefarmasian sangat luar biasa. Yang saya tahu, misalnya Kumis Kucing mujarab sekali itu untuk melancarkan kencing. Juga yang lainnya, seperti Beras Kencur, Kunyit, Temulawak, Temu Ireng dan lain sebagainya. Itu luar biasa," ungkap orang nomor satu di PBNU ini.

Nah itu semuanya, perlu dimanfaatkan atau dieksplorasi, tetapi syaratnya harus ada dukungan dari pemerintah. Kalau tidak didukung pemerintah ya... tidak mungkin, KH. Said Aqil Siroj mengingatkan.

Pada kesempatan ini, Karyanto, Founder JamuDigital menyerahkan eBook "Tumbuhan Obat dalam AlQuran, Perspektif Sains Islam Bidang Farmakognosi" kepada KH. Said Aqil Siroj. "Ini ide bagus. Ini terobosan baru," kata  KH Said Aqil Siroj usai menerima eBook dari Karyanto.

"Sampeyan asalnya dari mana?" "Saya dari Madiun Jatim Pak Kiai," jawab Karyanto membalas pertanyaan KH Said Aqil Siroj.

RUU Kefarmasian

Urgensi dan Mendesak: RUU Praktik Kefarmasian!

Farmasis Indonesia Bersatu (FIB) mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) Praktik Kefarmasian sebagai pengganti RUU Kefarmasian (Omnibuslaw).

FIB bersikap untuk mengambil alih legal drafter RUU Kefarmasian ini yang merupakan tindak lanjut dari hasil Mukernas III FIB yang berlangsung Januari 2021.

"FIB telah membentuk tim Adhoc RUU Praktik Kefarmasian yang menyiapkan naskah akademik dan draf RUU Praktik Kefarmasian," ungkap Ketua Dewan Presidium Nasional FIB, Fidi Setyawan.

Keberadaan UU Praktik Kefarmasian yang memiliki keluasan cakupan praktek kefarmasian akan meningkatkan keselamatan pasien (patient safety) dan juga perlindungan masyarakat akibat penggunaan perbekalan farmasi yang serampangan pada hewan maupun tumbuhan.

Hasan Ismail, Dewan Presidium Nasional FIB menjelaskan saat ini, kita perlu dukungan dari seluruh elemen masyarakat, khususnya yang terkait dengan penyusunan undang-undang. "Hari ini kami melakukan audiensi dengan PBNU untuk mendapatkan dukungan, agar RUU Praktik Kefarmasian dapat disahkan pada tahun 2022 mendatang," jelasnya penuh semangat.

Birgjen Mufti Djusnir dan Prof. Mahdi Jufri juga sepakat, agar RUU Praktik Kefarmasian dapat segera diberlakukan, supaya ada kepastian hukum dalam praktik kefarmasian yang sangat diperlukan dalam proses pengobatan dan menyehatkan masyarakat Indonesia.

Alasan Utama Urgensi Undang-Undang Praktik Kefarmasian:

  • Pertama, regulasi yang mengatur praktik kefarmasian yakni Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian dinilai tidak saja harus disesuaikan dengan perkembangan keilmuan, kebutuhan masyarakat dan perubahan sosial, melainkan pengaturan hukumnya masih menginduk pada Pasal 63 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan yang sudah berumur 30 tahun dan tidak berlaku lagi.
  • Kedua , Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 108 ayat (1) yang mengatur praktik kefarmasian belum pernah dibuat peraturan pelaksanaannya secara tegas hingga saat ini.
  • Ketiga, Perkembangan praktik kefarmasian berfokus pada pasien (Pharmaceutical care) belum bisa diimplementasikan secara legal menjangkau persoalan-persoalan yang terjadi dimasyarakat.
  • Keempat, semakin maraknya peredaran perbekalan farmasi illegal (diluar sarana kefarmasian, online dan diluar kontrol Apoteker).
  • Kelima, agar terjadi harmonisasi dengan UU pengawasan yang saat ini sedang digodok di DPR, sehingga implementasi UU Pengawasan akan diimbangi dengan implementasi UU Praktik.

Hasil Mukernas ke III FIB pada Januari 2021, menyebutkan agar RUU Praktik Kefarmasian dapat segera masuk mensubtitusi RUU Kefarmasian (omnibus law) dan masuk prolegnas prioritas tahun 2022, sehingga terbuka harapan pengakuan legal dari negara terhadap keberadaan praktik profesi Apoteker di Indonesia.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI., Emanuel Melkiades Laka Lena telah resmi menerima Draft Naskah Akademik dan Draft Rancangan Undang-Undang (RUU) Praktik Kefarmasian dari Farmasis Indonesia Bersatu (FIB) pada Senin, 1 April 2021 di Gedung DPR RI., Senayan, Jakarta.

Melki menyambut baik dan siap mengawal RUU Praktik Kefarmasian. Sebagai pimpinan di Komisi IX, dia siap meneruskan usulan yang telah di terima kepada teman-teman Badan Legislasi  dan  anggota Komisi IX  untuk dipersiapkan dan dibahas lebih lanjut. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: