![]() |
| Aliansi BEM DKI Jakarta Bersuara pada Konferensi Pers, di Jakarta pada Sabtu- 04 April 2020. Foto: Dok.KabarKampusCom. |
JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Ditengah Tenaga Medis berjuang mempertaruhkan nyawa merawat pasien Virus Corona, sejumlah mahasiswa yang mengaku dari Aliansi BEM Jakarta membuat pernyataan nyinyir yang mempersoalkan fasilitas hotel mewah untuk menginap Tenaga Medis yang kini berjibaku merawat pasien Corona.
Pada Sabtu, 4 April 2020, di Jakarta sejumlah mahasiswa yang mengaku tergabung dari "Aliansi BEM Jakarta Bersuara" menyampaikan pernyataan dan mengkritik kerja Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, para mahasiswa itu menganggap fasilitas hotel bintang lima untuk tenaga medis itu dianggap berlebihan.
Pernyataan yang disampaikan lewat konferensi pers dan dimuat di laman wartakotalive.com, dalam konferensi pers tersebut sejumlah perwakilan dari BEM Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), BEM Uhamka, BEM Kalbis Institute, BEM Jayabaya, BEM Esa Unggul, BEM Trilogi dan, BEM Stikes Binawan. Namun, sejumlah perguruan tinggi membantahnya, bahwa mahasiswa yang hadir tidak mewakili institusi dan BEM Mahasiswa.
Dalam pernyataannya Yazid Al Bustomi, Presiden Mahasiswa BEM STIKES Binawan menyoroti penggunaan Hotel Grand Cempaka milik Pemprov DKI digunakan sebagai tempat untuk menginap tim medis dan relawan. Mereka menganggap hal itu berlebihan.
"Fasilitas hotel bintang 5 untuk tim medis dinilaiberlebihan. Lantas apakah itu menjamin bahwa masyarakat Jakarta tidak terinfeksi virus Corona karena belum meratanya tindakan pencegahan dari Gubernur Jakarta terkait virus Corona di kalangan masyarakat menengah kebawah," ujar Yazid mewakili aliansi seperti yang ditulis Wartakota.
Selain itu, Yazid juga meminta Pemprov DKI Jakarta agar lebih fokus dalam hal pencegahan yakni dengan menggelar Rapid tes massal yang menjangkau lebih banyak orang. Selain itu juga meminta Pemprov DKI mencukupi keberadaan fasilitas kesehatan. Berita dikutip dari: http://kabarkampus.com/2020/04/sejumlah-bem-jakarta-bantah-ikut-menyoal-hotel-bintang-lima-untuk-tenaga-medis/
Klarifikasi BEM Universitas Binawan
Pada Senin malam, 6 April 2020, Redaksi JamuDigital.Com menerima PERNYATAAN SIKAP, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa, Universitas Binawan- yang intinya membantah tentang berita yang sempat viral di media sosial, dan banyak mendapat kecaman dari netizen. Karena pernyataan Aliansi BEM Jakarta itu, melukai akal sehat yang seharusnya menjadi pilar pergerakkan mahasiswa.
Bagaimana tidak menodai akal sehat, tenaga medis yang berjuang mempertaruhkan jiwa-raganya, dan juga resiko yang tinggi bagi keluarganya dipersoalkan, karena mendapat tempat yang layak untuk beristirahat, agar tidak berisiko kepada keluarganya seandainya mereka pulang ke rumah.
Berikut ini, Klarifikasi Ketua BEM Universitas Binawan, Yazit Albustomi: Sehubungan dengan pemberitaan yang beredar di media mengenai konferensi pers "Covid -19: Lockdown "Solusi atau Politisasi" Tanggal 4 April 2020. Saya Yazit Albustomi selaku Ketua BEM Universitas Binawan periode 2019/2020 memohon maaf yang sebesar- besarnya atas timbulnya keresahan pada tenaga kesehatan dan masyarakat Indonesia.
Pada kesempatan ini saya ingin melakukan klarifikasi:
1. Saya tegaskan TIDAK ADA BEM STIKes Binawan dilingkungan UNIVERSITAS BINAWAN, tetapi ada OKNUM YANG MENYUSUP DAN MENGAKU MEMAKAI NAMA BINAWAN dan ini tersebar di beberapa berita media online. Ini sangat keliru dan sangat merugikan.
2. Kehadiran saya dalam kegiatan tersebut merupakan inisiatif pribadi tidak mengatasnamakan institusi manapun. Saya juga tidak berkordinasi dengan internal BEM dan Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni almamater saya. Tidak ada undangan secara resmi dalam acara tersebut kepada BEM Universitas Binawan.
3. Pernyataan yang tertera di beberapa media dengan mengatas namakan saya bukan merupakan pernyataan Saya dan Lembaga juga. Saya tidak pernah mengatakan seperti yang disampaikan di media online yang tersebar, apalagi menggunakan kata STIKes, karena sejak 2017 tidak ada BEM STIKes Binawan.
Saya merasa diarahkan untuk menyampaikan narasi tertentu, namun saya lebih memilih menyampaikan tentang rapid test.
4. BEM Universitas Binawan bukan merupakan anggota aliansi tersebut seperti yang di sebutkan di artikel media yang tersebar.
Dengan adanya berita ini, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada:
- Tenaga Medis khususnya di Jakarta dan seluruh Indonesia umumnya. Rektor serta jajaran
- Pimpinan Universitas Binawan,seluruh Dosen dan Civitas Akademika Universitas Binawan.
- Pengurus BEM Universitas Binawan Periode 2019-2020.
- Mahasiswa/i Universitas Binawan.
- Para Senior saya ( Alumni Universitas Binawan ).
- Rekan seperjuangan untuk Kesehatan dan Kemanusiaan
- Para stakeholder dan lahan praktek. Redaksi JamuDigital.Com








