Tanggapan Echinacea dan Propolis Kontra Indikasi COVID19
Tanggal Posting : Rabu, 25 Maret 2020 | 06:50
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 792 Kali
Tanggapan Echinacea dan Propolis Kontra Indikasi COVID19
Tanggapan dan analisa terhadap informasi bahwa Echinacea dan Propolis Kontra Indikasi COVID19.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. DR. (Cand.) Dr. Inggrid Tania, M.Si. (Herbal), Ketua Umum PDPOTJI (Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia) menuliskan tanggapan dan himbauan terhadap beredarnya "Image/Pesan Gambar yang Menyatakan Echinacea dan Propolis sebagai Kontra-indikasi COVID-19," yang sempat viral pada Selasa, 24 Maret 2020.

Kabar ini, sontak membuat masyarakat kembali resah akibat pesan gambar tersebut, dan  menjadi takut mengkonsumsi suplemen Echinacea dan Propolis.

Euchinea3

Keterangan Foto: Info yang beredar di berbagai media sosial.

Berikut ini tanggapan dan analisa DR. (Cand.) Dr. Inggrid Tania, M.Si. (Herbal) yang diterima Redaksi JamuDigital.Com:

Berdasarkan pesan gambar di atas, maka saya akan kembali membuat siaran pers berupa penjelasan singkat tertulis secara komprehensif dalam bentuk poin-poin, dengan harapan memberikan informasi yang objektif, mengurangi kegaduhan dan keresahan masyarakat yang terjadi akibat disebarkannya pesan gambar tersebut di berbagai media sosial. Beberapa hal yang penting untuk disampaikan kepada masyarakat luas adalah sebagai berikut:

1. Pesan gambar/ image di atas tidak memiliki sumber yang jelas. Pada penelusuran ke website resmi Nutrigenetic Research Institute dan Fanpage Facebook resminya yang saya lakukan pada tanggal 24 Maret 2020 pukul 10.00 tidak ditemukan image, content maupun pernyataan yang sejalan dengan postingan pesan gambar di atas. Oleh karena itu, postingan tak bersumber jelas dan tak bertanggung jawab seperti di atas menjadi tak layak disebarkan, kecuali jika sang pembuat pesan gambar menunjukkan sumber yang otentik dan valid.

2. Suplemen Kesehatan, termasuk suplemen herbal Echinacea dan Propolis yang mempunyai izin edar Badan POM telah melalui pengujian keamanan, sehingga secara umum dinyatakan aman dikonsumsi masyarakat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

3. Echinacea secara pengalaman empiris telah digunakan selama ratusan tahun oleh masyarakat dunia, terutama masyarakat Barat, untuk memelihara kesehatan, meningkatkan kekebalan tubuh, meredakan nyeri dan mengurangi gejala common cold (selesma) dan flu (empirical experiential evidence).

4. Berbagai penelitian in-vitro dan praklinis di dunia terhadap Echinacea menunjukkan bahwa Echinacea bersifat anti-inflamasi (antiperadangan), antioksidan dan imunomodulator (scientific evidence).

5. Penelitian dan uji klinis terhadap Echinacea menunjukkan perannya sebagai imunomodulator (clinical evidence). Walaupun ada hasil penelitian dan uji klinis yang menyimpulkan bahwa Echinacea tak berdampak signifikan terhadap pengobatan common cold dan hanya mengurangi durasi gejala common cold.

6. Propolis merupakan senyawa/ zat seperti resin yang dihasilkan oleh lebah madu dari campuran saliva and lilin lebah dengan eksudat yang dikumpulkan dari sumber tumbuhan seperti aliran getah atau tunas pohon, yang secara pengalaman empiris digunakan masyarakat untuk mengobati luka, luka bakar, sariawan, penyakit herpes labialis dan genitalis (empirical experiential evidence).

7. Berbagai penelitian in-vitro dan praklinis di dunia terhadap Propolis menunjukkan bahwa Propolis bersifat anti-inflamasi, antioksidan, imunomodulator, antivirus, antibakteri dan antijamur (scientific evidence).

8. Penelitian dan uji klinis terhadap Propolis menunjukkan perannya sebagai anti-inflamasi (antiperadangan) terutama pada peradangan gusi dan rongga mulut, juga menunjukkan perbaikan gejala sariawan, herpes labialis dan genitalis serta perbaikan fungsi ginjal pada penyakit ginjal kronis (clinical evidence), walaupun penelitian dan uji klinisnya belum multi-center dan belum melibatkan subjek dalam jumlah besar.

9. Mengenai COVID-19, Pada pneumonia akibat COVID-19 terjadi peningkatan mediator proinflamasi termasuk IL-6, yang mana hiperinflamasi ini terkait dengan fatalitas.

10. Pada pesan gambar di atas, disebutkan bahwa Echinacea meningkatkan IL-6. Padahal, hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa Echinacea menghambat/ menurunkan mediator-mediator proinflamasi, termasuk IL-6. Sedangkan tentang propolis, memang ada inkonsistensi dari hasil-hasil penelitiannya; ada penelitian yang menujukkan bahwa Propolis meningkatkan kemampuan sel imun dengan cara meningkatkan IL-6 dan ada pula penelitian yang menunjukkan bahwa Propolis meredakan inflamasi dengan menurunkan IL-6. Tentunya diperlukan penelitian-penelitian lanjutan yang bersifat konfirmasi dan pembuktian lebih lanjut.

11. Karena belum ada studi tentang hubungan antara COVID-19 dengan konsumsi Echinacea dan Propolis, maka penarikan kesimpulan tentang kontra-indikasi COVID-19 yang terlalu dini, oversimplifikasi dan jump to conclusion perlu dihindari.

12. Sebaiknya penyebaran pesan gambar yang tak jelas apa dan siapa sumbernya itu dihentikan, mengingat besarnya dampak keresahan masyarakat yang ditimbulkan. Demikian siaran pers ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya secara bertanggung jawab. Terima kasih atas kerjasamanya dan semoga kita mampu melalui ujian pandemic global COVID-19. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: