Webinar PDBI FKUI dan PDHMI: Herbal dan COVID-19
Tanggal Posting : Selasa, 19 Mei 2020 | 06:54
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 526 Kali
Webinar PDBI FKUI dan PDHMI: Herbal dan COVID-19
Sebagian peserta Webinar Herbal Series Ke-2 Special Update COVID-19, Senin, 18 Mei 2020.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Ikatan Alumni Program Doktor Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran UI (ILUNI PDBI FKUI) & Perkumpulan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI) pada Senin, 18 Mei 2020 mengadakan "Webinar Herbal Series Ke-2 Special Update COVID-19" diikuti sekitar 300 orang. Sebagai moderator: Dr. dr. Reza Yuridian Purwoko, SpKK, menampilkan dua orang narasumber.

Kedua narasumber tersebut adalah:

  • Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH., MMB, FINASIM, membahas: Peran Fakultas di Bidang Pendidikan dan Penelitian Biomedis dalam Menunjang Penanganan Penyakit akibat COVID-19.
  • Dr. dr. Swandari Paramita M.Kes, membahas: Peran Mikronutrien dan Hepatoprotektor pada Pasien COVID-19.

Tampak hadir Dr. Moh Adib Khumaidi, SpOT. (Presiden Elect IDI 2021 - 2024), dr.Hardhi Pranata, Sp.S, MARS. (Ketua Umum PDHMI-Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia), Dr. Raymond Tjandrawinata (Direktur Eksekutif Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences -DLBS).

Berita Terkait:  Badan POM Luncurkan Buku Informatorium OMAI

Dr. Moh Adib Khumaidi, SpOT (Presiden Elect IDI 2021 - 2024) dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Perkumpulan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI) yang sudah menyelenggarakan acara ini dan mendorong serta mengapresiasi terhadap dokter-dokter yang megembangkan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) untuk kemajuan kemandirian bangsa Indonesia, terkait pelayanan kesehatan dan obat-obatan Indonesia.

Paparan Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH., MMB, FINASIM:
Genom SARS CoV2: Coronavirus merupakan virus RNA yang termasuk kedalam family Coronaviridae, tersebar pada manusia, hewan, mamalia, unggas, dan menyebabkan penyakit paru, saluran pencernaan, hepar, dan saraf.

Pada 10 genome, lebih dari 99-98% kesamaan sekuen sequence, 2019-nCov mempunyai kesamaan 88% dengan severe acuate respiratory syndrome (SARS)-like coronaviruses, bat-SL-CoVzC45 and bat-SL-CoVZXC21 yang diisolasi pada 2018 di Zhoushan, eastern China, tetapi berbeda dari SARS-CoV (sekitar 79%) dan MERS-CoV (sekitar 50%).

Peran Ilmu Biomedik dalam Penanganan COVID-19: 1. Pemetaan Genom Virus SARS Cov-2. 2. Pengembangan Diagnostic Kit: Rapid Test Kit dan Molekular Test RT-PCR. 3. Pengembangan Metode Pencegahan: Obat herbal dan Vaksinasi. 4. Pengembangan Obat Terapi: Sel Punca/Stem cell dan Plasma konvalesen. 5. Konstribusi Sosial dan Ilmu: Pembuatan Hand Sanitizer dan Riset-Riset Biomedik.

Penelitian Antibodi Immunosorbent Enzyme-linked (ELISAs): Untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi SARS CoV 2 atau tidak berdasarkan kenaikan titer antibodi pada fase akut dan konvalesen. Positif: 1. Jika pada fase akut negative dan pada konvalesen. 2. Jika terjadi kenaikan titer antibodi fase akut dan fase konvalesen minimal 4 kali.

Penelitian RIBA (Recombinant ImmunoBlot Assay): Untuk mengetahui antibodi pasien terhadap beberapa jenis antigen SARS CoV2 dan atau antigen Common Corona Virus. Penelitian mekanisme kerja vaksi DNA dan RNA pengekspresi VLP.

Untuk obat herbal, analisis big data dengan Metode Machine Learning, Pemetaan Farmakofor dan Penambatan Molekuler untuk Penemuan Kandidat Senyawa Potensial Antivirus SARS-CoV2 dari Bahan Alam.

Kandidat senyawa herbal yang dihasilkan diantaranya: Daun Kelor, Jambu biji dan Kulit jeruk. Ini merupakan hasil penelitian kawan-kawan kita yang sudah dipublikasikan secara luas. Dan kita berharap disupport untuk komplemen dan suplemen kemudian disatukan secara molukuler, diteliti lebih lanjut, agar bisa digunakan untuk Virus COVID-19.

Paparan Dr. dr. Swandari Paramita M.Kes:
Kami disini ingin memperkenalkan diri dari Pusat Unggulan Ipteks Obat dan Kosmetik di Universitas Mulawararman, bahwa kami memiliki dukungan peneliti multi-disiplin multi-fakultas dalam topik riset bahan alam. Jadi kita sudah punya Integrated Laboratory Building untuk riset kolaborasi antar fakultas.

Saat ini kami memiliki capaian lebih dari 60 publikasi jurnal internasional terindeks dan lebih 30 granted patent hasil riset bahan alam dalam 3 tahun terakhir. Dan kami sendiri adalah 21 Pusat Unggulan IPTEKS Perguruan Tinggi (PUI-PT).

Saya coba sekilas menunjukan data terakhir virus Corona di dunia sudah menembus 4 juta lebih, dengan angka kematian lebih dari 300 ribu dan ini data terakhir yang saya ambil pada tanggal 14 Mei 2020. Dan ini, data situasi terkini Covid di Indonesia yang berjumlah 16 ribu lebih data yang saya ambil juga sama pada tanggal 14 Mei 2020.

Untuk penangan COVID-19 itu adalah aspeknya multi disiplin: Medis, peran para medis, psikologi dan nutrisi. Sehingga presentasi pada hari ini saya akan bagi menjadi tiga bagian yang pertama adalah:

Pertama, Jaga Imun dengan mengkonsumsi mikronutrien spesifik termasuk diantaranya vitamin (A, D, E, B6, B12 dan asam folat). Kedua, Jaga Hati dengan menkonsumsi kurkumin yang diperoleh dari bahan alam diantaranya kunyit dan temulawak yang bersifat preventif. Ketiga, Jaga Diri dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi semibang yang nutrisinya cukup.

Dan saran untuk mencegah COVID-19: Menkonsumsi Buah dan Sayuran lokal karena mengandung mikronutrien dan vitamin yang lengkap. Kemudian dengan kuliner lokal-mengandung kurkumin. Mengkonsumsi jamu asli Indonesia juga dapat mencegah COVID-19 diantaranya: Kunyit Asem, Temulawak, Kunyit Sirih, dan Sinom. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: