![]() |
| Kaki pengkor pada anak dapat disembuhkan, berikut ini cara menangani kaki pengkor pada anak. |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Kaki Pengkor alias Congenital Talipes Equino Varus (CTEV) alias clubfoot adalah salah satu penyebab terbesar kelainan muskuloskeletal pada anak. Angka kasus ini terbilang tinggi karena prevalensinya mencapai satu hingga dua pada 1.000 kelahiran.
Jika tidak segera mendapat penanganan medis akan menyebabkan kaki nyeri atau sakit saat dewasa. Hal itu disebabkan posisi kaki yang tidak normal. Akibatnya, sendi rusak atau terjadi pengapuran sejak dini.
Kaki penderita juga relatif kaku sehingga menyebabkan kecacatan permanen sehingga mengurangi kualitas hidup penderitanya.
Dokter spesialis ortopedi pediatri Rumah Sakit Ortopedi (RSO) Prof. Dr. R. Soeharso Solo, dr. Hendra Cahya K, Sp.OT(K) M.Kes, saat diwawancara, Jumat, 11 Juni 2021 mengatakan "Sederhananya hidupnya jadi tidak normal. Padahal kalau ditangani sejak dini penyakit ini bisa sembuh. Di luar negeri bahkan ada yang bisa jadi tentara".
- Berita Terkait: Ketahui Cara Tepat Mencegah Tulang Rapuh
- Berita Terkait: Ahli Farmasi Apresiasi Inovasi NOSTEO: Solusi Sehatkan Tulang, Otot dan Sendi
- Berita Terkait: Digitalisasi Jamu
Dikutip melalui majalah Media Ortopedi Rumah Sakit Ortopedi (RSO) Prof. Dr. R. Soeharso Solo, penanganan kaki pengkor sedini mungkin bisa meningkatkan peluang mengembalikan bentuk kaki mendekati normal tanpa operasi ataupun dengan operasi minimal.
Penanganannya bahkan bisa dilakukan saat bayi masih usia sepekan. "Lebih cepat lebih mudah penanganannya. Kalau sudah terlanjur dewasa ya masih bisa ditangani. Tapi akan lebih kompleks dan rumit," kata dr. Hendra.
Karenanya dr. Hendra berpesan kepada orang tua bayi jika mulai melihat kelainan pada kaki si anak harus segera memeriksakannya ke dokter. Lebih baik lagi dilakukan pengecekan kepada dokter ortopedi. Dari situ akan ada rekomendasi penanganan lanjutan.
Mengingat deteksi dininya lebih mudah ketimbang jenis penyakit lainnya seperti kelainan panggul bawaan. "Tapi sekarang ini tenaga medis seperti bidan atau dokter sudah mulai mengenali. Kalau ada laporan langsung didiagnosa dan dirujuk ke kami," katanya.
Kaki pengkor merupakan kelainan bentuk kaki yang posisinya bengkok. Maka treatment yang perlu dilakukan adalah memperbaikinya agar mendekati normal. Tindakan pertama yang dilakukan adalah pemasangan gips pada kaki. Pemasangan dilakukan selama empat hingga enam pekan.
Sepekan sekali gips diganti dan dilakukan pengecekan oleh dokter spesialis. Setelah itu diberi sepatu khusus dengan nama sepatu koreksi. Sepatu ini dilengkapi dengan penopang untuk mengoreksi bentuk kaki. Pada tiga sampai empat bulan pertama sepatu harus selalu dipakai kecuali saat mandi.
Sementara setelah itu hanya dipakai saat tidur sampai usia empat tahun. Treatment tersebut tak boleh terputus demi hasil maksimal. "Kunci dari CTEV ini memang pada kerja sama orang tua. Orang tua harus ada komitmen rutin dan mau disiplin. Saya mengucapkan terima kasih pada komunitas CTEV yang selalu saling memotivasi untuk disiplin mejalani treatment sampai anak usia empat tahun," ujarnya.
Antisipasi
Mitos kaki pengkor sebagai kutukan adalah tidak benar. Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti kelainan tersebut. Namun berdasarkan analisanya ada dua jenis penyebab CTEV yakni idiopatik dan sindromik.
CTEV idiopatik artinya tidak diketahui penyebabnya dan berdiri sendiri. Sementara sindromik merupakan jenis sindrom yang disertai dengan penyakit lain, misalnya Artrogryposis, Spina bifi da, dll.
"Tapi yang paling banyak adalah yang tidak diketahui penyebabnya. Tidak jelas ada faktor keturunan, kehamilannya juga baik, tapi pas melahirkan baru diketahui CTEV," kata dr. Hendra. Sementara untuk sindromik bisa disebabkan karena beberapa hal misalnya ada kelainan saat kehamilan, mengonsumsi obat-obatan yang bisa merusak janin, janin kurang gizi, atau faktor keturunan.
Antisipasi CTEV bisa dilakukan dengan melakukan kontrol rutin ke dokter saat mengandung. Dokter kandungan yang peka biasanya mudah mendeteksi kelainan bayi meski masih dalam kandungan.
Selanjutnya jangan lupa konsumsi nutrisi yang cukup. Edukasi terkait kaki pengkor sejauh ini juga masih minim. Maka dr. Hendra meminta para orang tua agar lebih sensitif. Kalau mengetahui kelainan pada bayi harus segera diperiksakan ke tenaga medis atau dokter spesialis. Beberapa kasus yang ditangani terbilang terlambat karena baru dibawa ke RSO Solo ketika penderita sudah dewasa. Redaksi JamuDigital.Com










