Wamenkes Dr. Dante Saksono Harbuwono: Kawal Obat dengan GLP, GMP, GCP
Tanggal Posting : Kamis, 1 April 2021 | 08:12
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 140 Kali
Wamenkes Dr. Dante Saksono Harbuwono: Kawal Obat dengan GLP, GMP, GCP
Dr. Dante Saksono Harbuwono yang lahir di Temanggung, Jawa Tengah ini menjabat Wakil Menteri Kesehatan RI. sejak 23 Desember 2020.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Obat-obatan yang beredar di masyarakat,  baik obat yang berbasis kimia dan herbal, harus memenuhi Good Laboratory Practice (GLP), Good Manufacturing Practice (GMP), dan Good Clinical Practice (GCP).

Wakil Menteri Kesehatan RI., dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D. menjelaskan bagaimana kita mengawal produk obat-obatan, agar dapat dipercaya oleh masyarakat, itu sebagai dasarnya.

"Dasarnya adalah kita melakukan pendampingan dalam hal satu: mempunyai Good Laboratory Practice (GLP), kedua: Good Manufacturing Practice (GMP), dan ketiga: Good Clinical Practice (GCP)," ungkapnya saat menjadi panelis Webinar Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI), pada Kamis, 25 Maret 2021.

Panelis lain yang tampil adalah: Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Nasional (Menristek/BRIN), Bambang PS Brodjonegoro dan Presiden Direktur PT. Dexa Medica, Ferry Soetikno.

"Jadi kalau tiga tersebut sudah kita lakukan pendampingan, maka sesungguhnya tidak ada keraguan untuk menyamakan produk obat tersebut dengan obat-obat yang lain.

Persis seperti yang disampaikan Pak Bambang (Menristek -Red.) tadi, bahwa bagaimana keberpihakan kita setelah kita melakukan tiga hal tersebut: keberpihakan kita menggunakan obat-obat tersebut.

Dan obat-obat tersebut harus ada dalam list katalog JKN dan Formularium obat-obatan, sehingga dengan begitu pemakaiannya akan lebih baik," ungkap dr. Dante lebih lanjut.

dr. Dante dan Vaksinasi

Keterangan Foto: Wamenkes RI., dr. Dante Saksono Harbuwono saat divaksinasi COVID-19.

Sebagai "orang nomor dua" di Kementerian Kesehatan RI., dr. Dante tentu kini sangat sibuk ikut menangani program-progam pengendalian pandemi COVID-19, khususnya vaksinasi. Vaksinasi perdana COVID-19 dilakukan pada Rabu, 13 Januari 2021- diikuti oleh Kepala Negara, Pejabat, Tokoh agama, Organisasi profesi, Perwakilan masyarakat.

Selanjutnya dilakukan secara serentak dan bertahap bagi 1,4 juta tenaga kesehatan di 34 provinsi di Indonesia. Ini merupakan ikhtiar dari pemerintah untuk membentuk kekebalan, bagi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanganan pandemi COVID-19.

Kemudian, di RSUPN Cipto Mangunkusumo menggelar vaksinasi pertama bagi tenaga kesehatan pada Kamis, 14 Januari 2021 di Poliklinik Madya, vaksinasi COVID-19 juga diikuti oleh Wakil Menteri Kesehatan, dr. Dante Saksono Harbuwono.

Usai disuntik, Wamenkes mengaku tidak merasakan gejala maupun reaksi pasca vaksinasi. Ia mengaku baik-baik saja. ’

’Saya rasanya biasa-biasa saja, tidak ada rasa sakit, rasa pegal, ketakutan tidak ada, kita tetap observasi untuk menjaga efek samping setelah vaksinasi (KIPI),’’ kata Wamenkes dr. Dante sebagaimana dirilis di web Kemkes.

Pihaknya menegaskan, kekebalan tubuh tidak langsung terbentuk pada penyuntikan pertama. Kekebalan baru akan tercipta dalam 2-6 minggu pasca penyuntikan kedua. Untuk itu, dirinya berharap pelaksanaan vaksinasi COVID-19 harus berjalan beriringan dengan penerapan protokol kesehatan 3M guna memberikan perlindungan optimal.

’’Mudah-mudahan dengan dilaksanakan kegiatan vaksinasi ini, kita bisa mencapai herd immunity setelah 70% dari penduduk divaksinasi, yang targetnya oleh Bapak Presiden selesai dalam waktu 12 bulan,’’ tutur dr. Dante.

Wamenkes berharap dengan diprioritaskannya tenaga kesehatan sebagai penerima vaksinasi, diharapkan dapat memberikan perlindungan dan keamanan saat mereka bertugas serta memberikan contoh yang baik bagi masyarakat agar tidak ragu untuk mengikuti vaksinasi COVID-19.

Sekilas Wamenkes, dr. Dante Saksono Harbuwono

Dr. Dante lahir di Temanggung, Jawa Tengah. Menjabat sebagai Wakil Menteri Kesehatan RI. sejak 23 Desember 2020. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala Klaster Diabetik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Kencana sejak 2018.

Wamenkes ini pernah menjabat sebagai Ketua Divisi Metabolik Endokrin pada Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada 2017-2020, selanjutnya sebagai Koordinator Divisi Pengembangan Bisnis FKUI 2013-2014.

Pernah ditunjuk sebagai Anggota Panel Ahli Dokter Kepresidenan sejak 2014 sampai saat ini. Sejak 2017 sampai saat ini, menjabat sebagai Kepala Klaster Metabolic Disorder, Cardiovascular and Aging IMERI FKUI.

S-3 ditempuh d University of Yamanashi Jepang tahun 2008. Sedangkan gelar dokter spesialis penyakit dalam diraih dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL, MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: