Upaya Preventif Protektif: Epidemi Flu, Virus Corona dengan Bahan Alam
Tanggal Posting : Jumat, 7 Februari 2020 | 09:13
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 683 Kali
Upaya Preventif Protektif: Epidemi Flu, Virus Corona dengan Bahan Alam
Dokter Willie Japaries, Kepala Prodi S1 Kesehatan Tradisional Dharma Usada Kampus Nalanda Jakarta, saat mengikuti kegiatan IAKMI di Jakarta.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Saat ini seluruh dunia sedang cemas melihat perkembangan wabah NCoV- Corona Virus Baru yang disebabkan oleh virus varian baru yang berepisentrum di kota Wuhan, China, telah menyebar ke berbagai negara.

Dalam upaya preventif protektif terhadap potensi wabah flu ganas tersebut, berikut ini rekomendasi berbasis ilmu pengobatan tradisional komplementer yang disampaikan oleh Dokter Willie Japaries, Kepala Prodi S1 Kesehatan Tradisional Dharma Usada Kampus Nalanda Jakarta

Berita Terkait: Ramuan Bumbu Dapur Tingkatkan Imunitas Tubuh

Berita Terkait: Cara Megusir Kelelawar, Agar Terhindar Virus Corona

Rekomendasi ini mendayagunakan sumber daya hayati alam yang mudah diperoleh di seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian semoga dapat memberi manfaat bagi upaya pemeliharaan, pemberdayaan dan perlindungan kesehatan masyarakat luas.

Rekomendasi berdasarkan ilmu tradkom Indonesia ini bersifat umum. Sehingga untuk kasus-kasus individual harus disesuaikan dengan hasil pemeriksaan klinis dan mengikuti
anjuran terapis atau tenaga kesehatan yang menanganinya.

Penyakit flu koronavirus baru tersebut di atas menyerang sistem pernapasan (paruparu) melalui penularan droplet dan kontak dengan lendir mengandung virus. Gejalanya menyerupai wabah virus korona SARS yang terjadi di sekitar tahun 2003. Salah satu prinsip terapi dalam ilmu pengobatan tradisional komplementer (TCM) adalah bahwa penyakit berbeda, terapinya sama jika sindromnya sama; sebaliknya, penyakit yang sama terapinya berbeda jika sindromnya berbeda.

Oleh karena itu, prinsip terapi terhadap SARS dapat diterapkan terhadap flu baru ini, meskipun patogen virusnya berbeda. Salah satu dasarnya adalah herba yang digunakan pada umumnya memiliki efek berspektrum luas.

Dalam upaya preventif dan protektif terhadap potensi wabah flu terbaru, hendaknyamasyarakat memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Memperhatikan anjuran kesehatan yang dikeluarkan oleh jajaran Kementerian Kesehatan RI, khususnya anjuran yang dikeluarkan akhir-akhir ini terkait flu NCoV tersebut.
  • Masing-masing individu menjaga pola hidup berimbang dalam bekerja dan beristirahat, sehingga energi dan daya tahan tubuh terhadap penyakit dapat terjaga dengan baik.
  • Daya tahan tubuh dapat menurun di saat perubahan cuaca yang ekstrim, juga akibat beban pikiran (stress), khususnya bagi kelompok rentan, lansia, anak-anak, wanita hamil, nifas, dan penderita penyakit kronis perlu memperhatikan makanan sehat sesuai anjuran tenaga medis/kesehatan.
  • Bagi individu yang bertubuh lemah, dengan gejala antara lain lekas letih, mudah masuk angin/ flu, takut dingin, mudah berkeringat, tak nafsu makan, dapat meningkatkan kekuatan tubuhnya dengan memilih bahan makanan tonik antara lain ginseng, temulawak, kunyit, telur ayam/itik/puyuh, bidara, duren, buah anggur, jamur kayu/kuping, hioko/jamur jengkol, seledri, daging burung pipit/ayam/itik, dikonsumsi 2-3 jenis setiap hari secara berturutan, sampai gejalanya membaik.
  • Bagi individu yang sistem paru-paru/pernapasannya mudah terserang sesak napas,batuk, bersin, masuk angin, suara lemah, dapat meningkatkan kekuatan paruparunya dengan mengonsumsi bahan makanan tonik sistem pernapasan, yang pada umumnya bercita rasa agak pedas dan menimbulkan liur, antara lain lobak,oyong/blustru, wortel, belimbing manis, jeruk purut, madu, ubi jalar, labu parang, telur ayam/itik, buah delima, (minyak) kacang tanah, sawi, aprikot/ plum, buah biwa/lokwat, sampai gejalanya membaik.
  • Anjuran makanan hendaknya tidak dikonsumsi berlebihan. Jika keluhannya sudah lenyap, anjuran bahan makanan tersebut dapat dikonsumsi seminggu sekali atau dua kali saja. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: