Uji Klinis Obat Tradisional, Apa Bedanya dengan Uji Klinis Obat Kimia
Tanggal Posting : Senin, 7 Oktober 2019 | 07:22
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 149 Kali
Uji Klinis Obat Tradisional, Apa Bedanya dengan Uji Klinis Obat Kimia
Uji Klinis Obat Tradisional, Apa Bedanya dengan Uji Klinis Obat Kimia. Simak workshopnya.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & APLIKASI JAMU INDONESIA. Dalam upaya membuktikan khasiat tanaman obat secara ilmiah untuk suatu penyakit, perlu dilakukan ujik klinis obat tradisional. Ada perbedaan mendasar uji klinis obat tradisional dan obat kimia/obat modern.

Ingin mengetahui perbedaannya, dan tahapan uji klinisnya secara detil? Sebuah workshop yang akan membahas Uji Klinis Obat Tradisional dan Herbal: Landasan Filosofis serta Perbandingan dengan Obat Modern, akan dilaksanakan di Depok, Jawa Barat pada 19-20 Oktober 2019.

Menurut M. Sopiyudin Dahlan (MSD)- Pembicara Utama pada Workshop Good Clinical Practice (GCP), Kupas Tuntas Kesalahan-Kesalahan dalam Penelitian Uji Klinik: Trik Bagaimana Mencegah dan Mengatasinya, menjelaskan bahwa kesalahan terjadi bahkan pada sesuatu yang dianggap mudah. Sampai-sampai, peneliti tidak menyadari telah melakukan kesalahan. Oleh karena itu, sangat penting bagi peneliti untuk mengenali potensi-potensi kesalahan ini, urainya kepada Redaksi JamuDigital.Com, Minggu, 6 Oktober 2019.

Materi Workshop yang akan dibahas: The Principles of ICH GCP, Independent Ethics Committee, Investigator, Sponsor, Clinical Trial Protocol and Protocol, Investigator’s Brochure, Essential Document for the Conduct of a Clinical Trial.

Pemateri Workshop:

Pembicara Utama: M. Sopiyudin Dahlan, dr.,M.Epid.,M.Fil, Founder Metode MSD dan CEO PT. Epidemiologi Indonesia. Penulis buku "Membaca dan Menelaah Jurnal Uji Klinik"

Pembicara Tamu: Inggrid Tania, DR (Cand.) dr.M.Si, Konsultan Herbal Independen, Ketua II ADSII (Asosiasi Dokter Saintifikasi Jamu Indonesia).

M. Sopiyudin Dahlan (MSD) adalah ahli statistik di Indonesia yang telah berpengalaman membantu lebih dari seribu penelitian sejak 2004, menulis seri Buku Statistik Sopiyudin, membuat E-learning Statistik dan memberikan Workshop Statistik di berbagai tempat di Indonesia.

Mohamad Sopiyudin Dahlan (Yudin, MSD), lahir di Garut tahun 1976. MSD menyelesaikan pendidikan dasar di Sekolah Dasar Negeri Ciarog (1982-1988) dan Sekolah Menengah Pertama Kersamanah Garut (1988-1991). Pendidikan menengah atas diperoleh di Sekolah Menengah Atas Negeri Tiga Bandung (1991-1994).

Kemudian, suami dari Widianingsih S.Psi ini melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (1994-2000), Magister Epidemiologi Klinik Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (2004-2007) dan Magister Humaniora Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara (2005-2016).

Pendaftaran Workshop: Silakan kontak: 0818938120 (Widia) atau Pendaftaran Online, Akses llink: https://www.sopiyudin.com/workshop-good-clinical-practice/

Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2019. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: