Training on ASEAN Guidelines on Stability, Shelf-Life of Traditional Medicines and Health Supplement
Tanggal Posting : Senin, 23 Agustus 2021 | 06:47
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 951 Kali
Training on ASEAN Guidelines on Stability, Shelf-Life of Traditional Medicines and Health Supplement
Badan POM akan mengadakan Pelatihan Pedoman ASEAN: Stabilitas dan Umur Simpan OTSK. Negara ASEAN perlu acuan bersama tentang hal ini.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Di ASEAN belum ada acuan resmi yang berlaku regional dalam menerapkan dan menilai uji stabilitas dan mutu produk OTSK-Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan. Maka perlu disusun "ASEAN Guidelines on Stability and Shelf-Life for Traditional Medicines and ASEAN Guidelines on Stability and Shelf-Life for Health Supplements."

Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM, Drh. Rachmi Setyorini, MKM dalam surat undangannya menyebutkan bahwa Badan POM akan mengadakan Training on ASEAN Guidelines on Stability and Shelf-Life of Traditional Medicines and Health Supplements, pada: Rabu-Kamis, 25-26 Agustus 2021.

Hal ini dalam rangka untuk meningkatkan pengetahuan atau pemahaman dan menjadi ajang diskusi antara regulator dan pelaku usaha di negara-negara ASEAN tentang bagaimana ASEAN Guideline on Stability and Shelf-Life for Traditional Medicines and the ASEAN Guideline on Stability and Shelf-Life for Health Supplements diimplementasikan.  Sebagai Narasumber: Prof.Dr.Suwidjiyo Pramono, DEA, Apt Drs. Sumarno, dan Apt Dra. Widiastuti Adiputra, Apt.

"Indonesia (Badan POM) sebagai host country untuk melaksanakan training ASEAN Guideline on Stability and Shelf-Life for Traditional Medicines and the ASEAN Guideline on Stability and Shelf-Life for Health Supplements di tahun 2021 bekerjasama dengan ASEAN Secretariat dan US-IGNITE," Rachmi Setyorini menjelaskan.

Sekilas Tentang Pelatihan

A. Tema Pelatihan. Training on ASEAN Guidelines on Stability and Shelf-Life of Traditional Medicines and Health Supplements

B. Latar Belakang. Terdapat perbedaan regulasi dalam pengaturan obat tradisional dan suplemen kesehatan antar negara anggota ASEAN. Ada yang melakukan pre market evaluation (registrasi) dan ada juga negara yang hanya melakukan post market control (tidak dilakukan registrasi) untuk obat tradisional dan suplemen kesehatannya.

Selain itu, belum adanya acuan resmi yang yang berlaku regional di negara-negara ASEAN dalam menerapkan dan menilai uji stabilitas dan mutu suatu produk OTSK. Hal-hal tersebut menjadi dasar perlu disusun ASEAN Guidelines on Stability and Shelf-Life for Traditional Medicines and ASEAN Guidelines on Stability and Shelf-Life for Health Supplements.

Di Indonesia sendiri data uji stabilitas merupakan salah satu persyaratan penting untuk menilai mutu suatu produk, sebelum diberikan izin edar. ASEAN Traditional Medicines and Health Supplement Scientific Committee (ATSC) adalah subkomite Traditional Medicine Health Supplement Product Working Group (TMHS PWG) yang diberi tanggung jawab untuk menyusun ASEAN Guidelines on Stability and Shelf-Life for Traditional Medicines and ASEAN Guidelines on Stability and Shelf-Life for Health Supplements.

Pedoman ini megacu pada standar yang diakui secara Internasional dengan tujuan untuk menghasilkan produk berkualitas dan berdaya saing secara ekonomi baik pada lingkup regional di ASEAN maupun internasional. Indonesia (Badan POM) mendapat tugas dari ACCSQ PWG sebagai host country untuk melaksanakan training ASEAN Guideline on Stability and Shelf-Life for Traditional Medicines and the ASEAN Guideline on Stability and Shelf-Life for Health Supplements di tahun 2021 bekerjasama dengan ASEAN Secretariat dan US-IGNITE.

Training ini sebagai forum untuk meningkatkan pengetahuan/pemahaman dan menjadi ajang diskusi antara regulator dan pelaku usaha di negara-negara ASEAN tentang bagaimana ASEAN Guideline on Stability and Shelf-Life for Traditional Medicines and the ASEAN Guideline on Stability and Shelf-Life for Health Supplements diimplementasikan.

Di dalam forum ini juga diberikan pengetahuan dan bimbingan bagaimana UMKM terutama di bidang OT dapat melakukan uji stabilitas di tengah keterbatasan sarana dan prasarananya, sehingga produk yang dihasilkan oleh UMKM dapat ikut bersaing terutama di kawasan ASEAN. Dengan metode paparan oleh 3 (tiga) orang tenaga ahli di bidang OT dan SK serta melalui forum diskusi dan penugasan kelompok, diharapkan training ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh peserta untuk menjadi bekal dalam menerapkan pedoman tersebut sesuai bidang pekerjaannya di negaranya masing-masing.

C. Output Pelatihan. 1. Tercapainya kesamaan pemahaman di antara regulator dan pelaku usaha dalam mengimplementasikan ASEAN Guidelines on Stability and Shelf-Life for Traditional Medicines and Health Supplements 2. Tersusunnya draft QnA untuk membantu pemahaman regulator dan pelaku usaha dalam mengimplementasikan ASEAN Guidelines on Stability and Shelf-Life for Health Supplements.

D. Input Pelatihan. 1. Adanya ASEAN Guideline on Stability and Shelf-Life for Traditional Medicines and the ASEAN Guideline on Stability and Shelf-Life for Health Supplements yang perlu dipahami oleh peserta. 2. Badan Pengawas Obat dan Makanan mengadakan pelatihan virtual dan aplikasi praktis dalam mengimplementasikan ASEAN Guideline on Stability and Shelf-Life for Traditional Medicines and Health Supplements.

E. Tujuan Pelatihan. 1. Adanya kesamaan pemahaman antara regulator dan pelaku usaha pada penafsiran ASEAN Guideline on Stability and Shelf-Life for Traditional Medicines dan ASEAN Guideline on Stability and Shelf-Life for Health Supplements. 2. Meningkatkan pengetahuan dalam menghasilkan data stabilitas yang memenuhi syarat, memadai dan valid sebagai data dukung kestabilan/mutu suatu produk bagi pelaku usaha. 3. Memberikan training berkelanjutan bagi regulator di negara-negara ASEAN

F. Lingkup Pelatihan.

  1. Materi a. Prinsip-prinsip dalam ASEAN Guideline on Stability and Shelf-Life for Traditional Medicines dan ASEAN Guideline on Stability and Shelf-Life for Health Supplements. b. Merancang protokol studi stabilitas berdasarkan komposisi produk dan bentuk sediaan. c. Evaluasi hasil studi stabilitas.
  2. Metode Penyampaian Pemaparan materi pelatihan dan tugas kelompok dilakukan secara daring.
  3. Indikator Kesuksesan a. Pemahaman peserta terhadap materi akan dinilai oleh Narasumber melalui pre-test dan post-test; dan b. Efektivitas pelatihan akan dinilai oleh peserta melalui survey evaluasi kegiatan terhadap keseluruhan penyelenggaraan kegiatan.
  4. Sasaran Peserta Kegiatan a. Peserta Utama (50 orang) 3 1) 2 (dua) orang dari badan pengawas/regulator dari masing-masing negara ASEAN; 2) 2 (dua) orang dari industri/ pelaku usaha dari masing-masing negara ASEAN; 3) 2 (dua) orang dari ASEAN Alliance of Health Supplement Associations (AAHSA); dan 4) 2 (dua) orang dari ASEAN Alliance of Health Supplement Associations (AATMII). 5) ASEAN Secretariat 6) ASEAN-USAID IGNITE b. Peserta Observer dari negara-negara ASEAN (200 orang) Anggota badan pengawas/regulator dan industri/pelaku usaha dari berbagai negara ASEAN, perwailan perguruan tinggi, AAHSA dan AATMI yang tidak terdaftar sebagai peserta utama masih dapat mendaftar sebagai peserta tambahan/observer.

Peserta: Terdiri dari peserta utama dan peserta tambahan sebagai observer a. Peserta Utama total 50 peserta, terdiri dari: 1) 2 (dua) orang dari badan pengawas/regulator dari masing-masing negara ASEAN (10 negara); 2) 2 (dua) orang dari industri/pelaku usaha dari masing-masing negara ASEAN; 3) 2 (dua) orang dari ASEAN Alliance of Health Supplement Associations (AAHSA); dan 4) 2 (dua) orang dari ASEAN Alliance of Health Supplement Associations (AATMI). 5) ASEC dan US IGNITE b. Peserta Tambahan/Observer disiapkan 200 observer: Selain peserta utama, anggota badan pengawas/regulator, industri/pelaku usaha, AAHSA, dan AATMI lainnya masih dapat mendaftar sebagai peserta tambahan/observer.  Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: