Thibbun Nabawi dan Herbal Indonesia untuk Tingkatkan Imunitas
Tanggal Posting : Minggu, 11 Juli 2021 | 06:19
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 508 Kali
Thibbun Nabawi dan Herbal Indonesia untuk Tingkatkan Imunitas
Menerapkan sunnah Rasulullah dalam hal kesehatan saat pandemi sangat dianjurkan. Yuks kita istiqomah menjalankan.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Pengobatan cara Rasulullah SAW mengajarkan kesehatan secara fisik, mental dan spiritual. Para ulama telah menulis Al-Tibb Al-Nabawi (Ilmu Pengobatan Nabi Muhammad SAW) yang dapat dijadikan rujukan.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah (wafat 1350 M) menulis ilmu pengobatan Nabi setebal hampir empat ratus halaman. Juga ulama Al-Surramarri dan Al-Dzahabi. Buku tersebut memiliki andil besar dalam melestarikan dan menyebarluaskan pengobatan cara Rasulullah kepada masyarakat.

Ketika dunia sedang dilanda pandemi, umat Muslim tentunya perlu kembali menerapkan Kesehatan sebagaimana yang Rasulullah Muhammad SAW ajarkan dan praktekkan.

Untuk memelihara kesehatan fisik, Rasulullah mengajarkan umatnya supaya menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, mengatur pola makan dan minum, tidak terlalu kenyang ketika makan atau waktu makan tidak terlalu dekat dengan makan sebelumnya, memberikan hak-hak tubuh untuk istirahat, dan lain-lain.

Sedangkan, untuk menjaga kesehatan mental, Rasulullah menganjurkan umatnya supaya menjalankan ibadah yang diperintahkan oleh agama, seperti shalat, zakat, puasa, wudhu, dan lain-lain. Shalat dapat menjadi terapi penyakit mental, karena mendekatkan hamba kepada Tuhannya.

"Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. At-Tagabun: 11). Surah ke-64- Hari Ditampakkan Kesalahan-Kesalaan- termasuk Surah Madaniyyah terdiri dari 18 ayat.

Hadits Nabi Muhammad SAW: "Setiap penyakit ada obatnya, jika obat dari suatu penyakit itu tepat, ia akan sembuh dengan izin Allah SWT." (HR. Muslim)

Adalah dr. Afifah Vardhani, M.Si dalam makalahnya "Thibun Nabawi dan Herbal Asli Indonesia untuk Meningkatkan Imun di Masa Pandemi" yang disampaikan pada Webinar & Do’a Bersama untuk Negeri- AKSI MAHAISWA FAI (Fakultas Agama Islam) ENTASKAN PANDEMI, pada Sabtu, 10 Juli 2021.

Mengutip definisi sehat dari WHO (1974): Sehat adalah suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial, serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.

Dokter alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan melanjutkan Program Magister Herbal, Fakultas Farmasi Universitas Indonesia ini kemudian menjelaskan bahwa Islam menjaga keseimbangan yang mendalam antara tubuh dan jiwa.

Filosofi yang melekat pada Al-Ṭibb Al-Nabawi yaitu mencita-citakan masyarakat yang sehat- dicirikan oleh berwawasan lingkungan, bertanggung jawab secara sosial dan ramah budaya.

Ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana "gaya hidup sehat" dalam tradisi Islam memberikan tindakan pencegahan terhadap potensi penyakit fatal dan virus mematikan. Nasehat Nabi SAW tentang pandemi dapat diterapkan untuk COVID-19, dr. Afifah menambahkan.

Rasulullah SAW bersabda: "Tha’un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah SWT untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya." (HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid).

Umat muslim sangat diharapkan perannya mengimplemetasikan hadits tersebut diatas, karena ini sangat tepat ditengah pandemi COVID1-9 yang melanda di seluruh dunia.

Media Jamu, Nomor Satu

Dr. Afifah yang juga sebagai Tim Edukasi Media Perkumpulan Dokter Pengembang Obat  Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) mengupas berbagai bahan dan tumbuhan yang dapat meningkatkan imunitas tubuh. Dikupas tentang Madu, Qustul Hind, Kurma Ajwa, Jinten Hitam, Jahe, Jeruk, dan Sambiloto.

Madu. Kandungan fitokimia: Flavonoides (apigenin, pinocembrin, kaempferol, quercetin, galangin, chrysin and hesperetin), phenolic acids (ellagic, caffeic, p-coumaric and ferulic acids), ascorbic acid, tocopherols, catalase (CAT), superoxide dismutase (SOD), reduced glutathione (GSH), Millard reaction products and peptides.

Sebagian besar komponen-komponen tersebut bekerja bersama secara sinergis menghasilkan efek antioksidan.

Imunomodulator (uji klinis) 1.2 g/kg bb dapat meningkatkan sel imun: limfosit, eosinofil, monosit. Madu untuk COVID? Memiliki potensi sebagai imunostimulan melawan Covid atau mengurangi keparahan, namun perlu dibuktikan dengan uji klinis lebih lanjut, jelas dr. Afifah.

Jahe untuk COVID? Di Indonesia: Kombinasi ekstrak yang terbuat dari ekstrak jahe merah, meniran, sambiloto dan sembung (PT. Kalbe Farma) sedang dalam tahap olah data. Di Iran:  Kombinasi obat standar Covid dengan suplemen jahe (merek Vomigone), sedang dalam tahap pengujian.

Jeruk untuk COVID? Hesperidin dan Vitamin C memiliki potensi untuk meningkatkan imunitas dan melawan infeksi COVID, namun perlu uji pra klinik, epidemiologis, dan uji klinik lebih lanjut. 

Jinten Hitam. Masih belum dilakukan uji klinis khusus untuk NS sebagai terapi COVID. Berdasarkan hasil uji in vitro dan in vivo sebelumnya mengenai manfaat NS. Maka NS dapat digunakan untuk terapi tambahan pada COVID, juga untuk membantu mengurangi efek samping dari terapi medis. Belum dapat digunakan sebagai terapi tunggal COVID, masih perlu dilakukan uji klinis lagi.

Qustul Hind. Akar: resinoid, minyak atsiri, alkaloid (saussurin, costin). Minyak atsiri/essential oil: bervariasi menghasilkan 0,8-5,8%. Kandungan minyak atsiri: Costunolide (C15H20O2), primary sesquiterpene lactone, dehydrocostus lactone (DL), dihydro[1]dehydrocostus lactone, camphene, costol, β-sitosterol, stigmasterol, betulin, aplotaxene, β- selinine, β-elemene, α and β-ionones, a bicyclic sesquiterpenic acid, phellanderine, C13-ketone, komponen yang belum teridentifikasi termasuk hidrokarbon, keton, alkohol.

Minyak atsiri Qustul Hind berwarna kekuningan pucat hingga coklat, sangat kental. Dosis harian hingga 0,2 - 7gram per hari. Penggunaan pada wanita hamil dan menyusui: belum dilakukan uji klinis.

Qust untuk COVID? Secara in vitro telah dibuktikan sebagai imunomodulator. Belum dilakukan penelitian, dan masih dalam tahap disarankan untuk dilakukan uji klinis. Research institutes should evaluate the therapeutic potential of S. costus in the treatment of COVID-19 and the patients should be asked to participate in clinical trials. It is worthy to separate the bioactive compounds from the roots of S. costus to get new natural and effective drugs.  Uji klinis mengenai formulasi campuran Jinten Hitam dan Qust sedang diteliti dan diajukan ke clinicaltrials.gov

Sambiloto. DR (Cand.) dr. Inggrid Tania, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) pernah menyebutkan bahwa penelitian di beberapa rumah sakit COVID-19 di Thailand menunjukkan pemberian ekstrak Sambiloto membawa perbaikan kondisi pasien.

Ekstrak Sambiloto yang diberikan pada pasien COVID-19 bergejala ringan selama tiga hari terbukti efektif memperbaiki kondisi pasien COVID-19 di Thailand.

"Pengujian ini menghasilkan pembuktian bahwa Sambiloto aman dikonsumsi dan efektif memperbaiki kondisi pasien yang telah positif COVID-19, dalam waktu tiga hari tanpa efek samping, jika dikonsumsi dalam waktu 72 jam setelah timbul gejala," jelasnya. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: